PEKANBARU | Presiden Prabowo Subianto melakukan peninjauan langsung progres penanganan kebakaran hutan dan lahan di Palembang, Sumatera Selatan, guna memastikan pemadaman berjalan efektif di tengah ancaman fenomena El Nino. Kunjungan kerja ini dilakukan sebagai langkah responsif pemerintah pusat menyusul rapat serupa yang sebelumnya telah digelar di Provinsi Riau.
Dalam rapat koordinasi yang dihadiri oleh jajaran menteri, Panglima TNI, Kapolri, serta para kepala daerah dari Sumatera Selatan, Jambi, dan Lampung, Presiden menekankan pentingnya sinergi lintas sektor dalam menekan titik api. Berdasarkan laporan di lapangan, luas lahan yang terbakar di Sumatera Selatan tercatat mengalami penurunan signifikan, sementara upaya pencegahan terus dimaksimalkan melalui operasi modifikasi cuaca dan pengerahan personel gabungan yang mencapai lebih dari sebelas ribu orang.
Presiden memberikan instruksi tegas untuk menambah dukungan sarana prasarana, termasuk penambahan helikopter water bombing, ekskavator untuk pembuatan sumur bor, serta distribusi masker guna melindungi kesehatan masyarakat dari dampak kabut asap. Kepala Negara secara khusus meminta agar penegakan hukum dilakukan tanpa pandang bulu terhadap pelaku pembakaran lahan, baik perorangan maupun korporasi, untuk memberikan efek jera.
Selain aspek pemadaman, Presiden juga mengapresiasi inovasi yang muncul dari petugas di lapangan, seperti penggunaan bahan peredam api berbasis tepung singkong. Pemerintah berkomitmen untuk terus memantau perkembangan situasi di setiap provinsi secara langsung melalui aplikasi monitoring yang terintegrasi. Presiden menutup arahannya dengan menekankan bahwa masalah kebakaran hutan merupakan tanggung jawab kolektif seluruh elemen bangsa yang harus diselesaikan secara tuntas demi menjaga keberlangsungan ekosistem dan kesehatan masyarakat. (*)








































