HOTELBET slot preparation.lsrs.lu

Ketimpangan Ekonomi dan Konflik Kewenangan Pemicu Gejolak di Aceh

Redaksi Bara News

- Redaksi

Minggu, 23 Agustus 2026 - 13:53 WIB

50231 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANDA ACEH |  Situasi di Provinsi Aceh kembali menghangat setelah rangkaian aksi massa yang diwarnai pengibaran bendera Gerakan Aceh Merdeka (GAM) terjadi di berbagai wilayah, bertepatan dengan peringatan Hari Damai Aceh. Mantan perwira Badan Intelijen Negara (BIN) yang bertugas belasan tahun di Aceh, Kolonel (Purn.) Sri Radjasa, dalam sebuah wawancara yang dikutip dari kanal YouTube Obor Rakyat Reborn, menilai fenomena ini merupakan akumulasi kemarahan rakyat atas ketidakadilan struktural dan kegagalan pengelolaan sumber daya alam, bukan sekadar gerakan separatisme murni.

Sri menyoroti adanya ironi mendalam di Aceh, di mana daerah yang bergelimang kekayaan alam serta menerima dana otonomi khusus yang besar justru terjebak sebagai provinsi termiskin di Sumatera. Menurutnya, dana yang digelontorkan selama dua dekade terakhir tidak dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas karena diduga hanya dinikmati oleh segelintir elite pemerintahan dan pihak-pihak yang berlindung di balik kekuasaan.

Ketegangan diperburuk oleh kebijakan pemerintah pusat, khususnya terkait perizinan sektor pertambangan. Sri menyebut Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia telah mengambil alih kewenangan Pemerintah Daerah Aceh dalam perizinan tambang. Padahal, sesuai dengan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh (UUPA) yang bersifat lex specialis, Aceh memiliki hak khusus untuk mengelola sumber daya alamnya sendiri.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kondisi ini memicu frustrasi di tingkat akar rumput, termasuk di kalangan kontraktor lokal dan petani yang terhambat dalam mengelola lahan tambang rakyat secara legal. Praktik rente yang melibatkan oknum elite dan aparat penegak hukum disebut telah mematikan sektor ekonomi riil di Aceh. Ketidakpuasan ini kian memuncak karena pemerintah pusat dinilai tidak konsisten dalam mengimplementasikan butir-butir kesepakatan damai (MoU) Helsinki, termasuk dalam masalah simbol daerah dan tata kelola pemerintahan yang transparan.

Untuk meredam gejolak yang kian meluas, Sri mendesak pemerintah pusat agar segera membuka dialog yang inklusif dengan tokoh-tokoh masyarakat, ulama, dan elemen rakyat Aceh. Pendekatan keamanan dinilai tidak akan menyelesaikan akar masalah. Tanpa adanya perbaikan tata kelola, transparansi dana, dan penghormatan terhadap kewenangan khusus yang telah dijanjikan, kepercayaan publik Aceh terhadap Jakarta dikhawatirkan akan terus meredup, yang pada akhirnya dapat memicu tantangan yang lebih besar terhadap integrasi nasional. (*)

Berita Terkait

Ketua Fast Respon Counter Polri DPW Aceh : Mari Kawal Program Kapolri Baru, Komitmen Pengawasan Dan Sinergi Tak Boleh Kendur
Kabut Asap Tebal Selimuti Aceh, Warga Diminta Waspada dan Jaga Kesehatan
Asap Karhutla Selimuti 13 Kabupaten Kota di Aceh, Jarak Pandang 2 Kilometer dan Negara Gagal Cegah Bencana Rutin
Gubernur Aceh Lantik Taufik sebagai Penjabat Sekda, Dorong Perkuatan Koordinasi Pemerintahan
Ketua Umum HMI Komisariat se-Kawasan Cabang Banda Aceh: Mendesak MPK PB HMI Menguji Keabsahan Penetapan Pj Ketua Umum HMI Cabang Banda Aceh dan Mengusut Dugaan Politisasi Organisasi Menjelang Kongres
Eks GAM Denmark, Eropa Soroti Lambannya Penyerapan TKD, Minta Pengawasan Diperketat
DTPHP Nagan Raya Raih Penghargaan Peringkat I pada Workshop Sasaran Indikatif Tanaman Pangan Tahun 2027 Se Provinsi Aceh
DTPHP Nagan Raya Terima Piagam Penghargaan pada Workshop Sasaran Indikatif Tanaman Pangan 2027

Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 18:59 WIB

Karhutla Indonesia Seluas 900.000 Hektare Disorot Media Asing, Setara Empat Kali Luas Tokyo

Minggu, 18 Oktober 2026 - 15:49 WIB

Bayang-Bayang Kabut Asap, Singapura Kembali Bidik Tujuh Perusahaan di Balik Karhutla Indonesia

Minggu, 18 Oktober 2026 - 14:56 WIB

Polri Perang Terbuka Lawan Kampung Narkoba, Rekam Jejak Internal Bakal Dievaluasi

Minggu, 18 Oktober 2026 - 13:55 WIB

Kapolri Instruksikan Bareskrim Usut Tuntas Dugaan Tindak Pidana di Sektor Pasar Modal

Minggu, 18 Oktober 2026 - 10:19 WIB

LPG 3 Kg Sulit Didapat Saat Hujan, Warga Gayo Lues Minta Bupati Turun Tangan

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 10:08 WIB

Beredar Telepon Ancaman untuk Bungkam Suara Karhutla, Influencer Kalimantan Diminta Hapus Video Kebakaran

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 02:18 WIB

Papua Selatan Jadi Episentrum Karhutla, Puluhan Ribu Hektare Terbakar di Tengah PSN

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 02:11 WIB

Klaim Keberhasilan Padamkan Karhutla 80 Persen Dinilai Omong Kosong di Tengah Kepungan Asap Lintas Negara

Berita Terbaru

ACEH TENGGARA

Satresnarkoba Polres Agara Amankan Pria dan 4,16 Gram Sabu

Minggu, 18 Okt 2026 - 16:24 WIB