Pemulihan Akses Jalan Gayo Lues Dipercepat untuk Dukung Distribusi dan Logistik Pascabencana

Redaksi Bara News

- Redaksi

Selasa, 16 Desember 2025 - 02:30 WIB

50475 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA – Kementerian Pekerjaan Umum terus mempercepat penanganan akses jalan yang terdampak bencana banjir dan longsor di sejumlah wilayah Sumatera, termasuk di Kabupaten Gayo Lues, Aceh. Upaya ini dilakukan guna memastikan distribusi logistik dan bantuan kemanusiaan berjalan lancar serta konektivitas antarwilayah kembali pulih. Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo menyatakan bahwa sejak awal bencana, pihaknya telah mengambil langkah-langkah tanggap darurat untuk menjaga arus logistik dan menjamin terpenuhinya kebutuhan dasar masyarakat terdampak.

Menurut Dody, pembukaan kembali jalur transportasi menjadi prioritas utama dalam fase tanggap darurat bencana. Pemerintah menilai konektivitas yang cepat dan andal menjadi kunci dalam mencegah gangguan sosial dan distribusi bantuan. Sebab itu, Kementerian Pekerjaan Umum langsung mengalihkan sejumlah alat berat dari proyek infrastruktur lain untuk dipusatkan pada penanganan akses jalan di wilayah terdampak, termasuk di Kabupaten Gayo Lues. Sejumlah titik krusial yang mengalami kerusakan serius seperti longsoran maupun amblas jalan telah ditangani dengan intensif.

Penanganan di ruas jalan nasional Blangkejeren–Batas Kabupaten Gayo Lues/Aceh Tenggara difokuskan pada pemulihan badan jalan yang amblas di kawasan Ise-Ise serta insiden putusnya jalan di kawasan Ponomon. Saat ini penimbunan badan jalan tengah berjalan dan ditargetkan rampung pada 28 Desember 2025. Dengan selesainya penimbunan ini, akses akan mulai dibuka kembali secara bertahap sehingga mobilitas masyarakat dan pengiriman barang dapat mulai berlangsung normal.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sementara itu, di ruas Batas Kabupaten Gayo Lues/Aceh Tenggara–Kota Kutacane, kerusakan infrastruktur cukup parah dengan dua jembatan yang putus serta sejumlah titik longsor dan badan jalan yang amblas. Penanganan darurat berupa penimbunan oprit jembatan, pemasangan jembatan darurat tipe Bailey, dan pembersihan material longsor telah dilakukan. Dari empat titik longsoran besar, tiga telah tertangani, dan seluruh ruas ini ditargetkan kembali fungsional pada akhir Desember.

Upaya perbaikan akses jalan tidak hanya terfokus pada wilayah terdampak langsung, tetapi juga pada jalur-jalur penghubung utama menuju Kabupaten Gayo Lues. Ruas Simpang Uning–Uwaq–Batas Aceh Tengah/Gayo Lues–Blangkejeren misalnya, kini sudah dapat dilalui oleh kendaraan roda dua. Kementerian mengebut pembukaan jalur bagi kendaraan roda empat dan menargetkan dapat diselesaikan pada 15 Desember 2025. Dody menilai percepatan ini akan sangat membantu distribusi bantuan sekaligus perekonomian lokal yang selama ini terhambat akibat terputusnya akses.

Selain perbaikan fisik infrastruktur jalan dan jembatan, Kementerian PU juga melakukan intervensi tanggap darurat di sektor kebutuhan dasar masyarakat, khususnya air bersih dan sanitasi. Sebanyak dua unit mobil tangki air, 10 unit hidran umum, lima unit septic tank, serta lima unit toilet portabel telah dioperasikan di berbagai titik prioritas. Fasilitas ini menjadi tumpuan utama warga dalam mendapatkan layanan sanitasi dan pasokan air bersih di tengah keterbatasan akibat bencana.

Pelayanan darurat ini diperkuat oleh tim gabungan yang terdiri dari personel BPBPK Aceh, Dinas Perkim Aceh, serta CPNS Kementerian PU. Tim ini bertugas mendukung layanan sanitasi, koordinasi teknis, serta mendampingi operasional di lapangan. Mereka juga dibantu dengan dukungan armada darurat seperti truk operasional, kendaraan double cabin, serta perlengkapan dan logistik lapangan lainnya demi memaksimalkan pelaksanaan kegiatan tanggap darurat.

Pemerintah pusat memastikan bahwa proses monitoring dan koordinasi intensif terus dilakukan antara Kementerian PU, pemerintah daerah setempat, dan instansi terkait lainnya. Dody menegaskan bahwa seluruh upaya percepatan bertujuan menciptakan pemulihan infrastruktur yang tidak hanya bersifat sementara, tetapi juga menghasilkan konektivitas yang tangguh dan berkelanjutan untuk mendukung mobilitas serta perekonomian masyarakat Gayo Lues pascabencana. **

Berita Terkait

Melalui Gerakan Indonesia Asri, Brimob Aceh Bersihkan Terminal Kuta Panjang
Plang Larangan Sudah Berdiri, Aktivitas PT Rosin Tak Tersentuh—Siapa yang Melindungi?
Kementerian Keuangan Tetapkan Nilai Kurs untuk Pelunasan Pajak dan Bea Masuk Periode 06– 12 Mei 2026
Wujud Apresiasi dan Motivasi, Kapolres Gayo Lues Berikan Penghargaan kepada Personel Terbaik, Terima Apresiasi dari IDI
Keputusan Gubernur Aceh Jadi Dasar Baru, LIRA Desak PT Rosin Dibekukan Sampai Semua Kewajiban Dipenuhi
Satreskrim Polres Gayo Lues Bekuk Residivis Pelaku Pencurian di Blangkejeren
Klaim Sudah Patuh Tak Menjawab Surat Resmi dan Temuan Lapangan, LIRA Sebut PT Rosin Masih Bermasalah dari Hulu ke Hilir
KKP Rampungkan 65 Kampung Nelayan Merah Putih Tahap I, Satgas Dikerahkan Percepat Operasional

Berita Terkait

Kamis, 7 Mei 2026 - 00:25 WIB

Diduga Cederai Sportivitas FLS3N,Ketua HIPELMABDYA Desak Kadisdik Aceh Copot Kacabdin Abdya

Rabu, 6 Mei 2026 - 18:03 WIB

Satgas TMMD Kodim 0110/Abdya Bersama Warga Kebut Pembangunan MCK di Gunung Cut

Rabu, 6 Mei 2026 - 17:18 WIB

Progres Rehab RTLH TMMD ke-128 Kodim Abdya Capai 60 Persen

Rabu, 6 Mei 2026 - 17:10 WIB

Kejar Target, Satgas TMMD Abdya Intensifkan Distribusi Bahan Bangunan

Selasa, 5 Mei 2026 - 21:44 WIB

Kejar Target, TNI Kebut Proyek MCK Program TMMD 128

Selasa, 5 Mei 2026 - 21:08 WIB

Sentuhan Akhir TMMD: MCK di Gunung Cut Dicat dan Diberi Mural Kebanggaan

Selasa, 5 Mei 2026 - 20:28 WIB

Kolonel Jon Heriko Pimpin Wasev TMMD Abdya, Pastikan Program Tepat Sasaran

Senin, 4 Mei 2026 - 20:41 WIB

Kebersamaan TNI dan Warga Percepat Rehab Rumah Nurhabibah

Berita Terbaru