Pemulihan Akses Jalan Gayo Lues Dipercepat untuk Dukung Distribusi dan Logistik Pascabencana

Redaksi Bara News

- Redaksi

Selasa, 16 Desember 2025 - 02:30 WIB

50483 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA – Kementerian Pekerjaan Umum terus mempercepat penanganan akses jalan yang terdampak bencana banjir dan longsor di sejumlah wilayah Sumatera, termasuk di Kabupaten Gayo Lues, Aceh. Upaya ini dilakukan guna memastikan distribusi logistik dan bantuan kemanusiaan berjalan lancar serta konektivitas antarwilayah kembali pulih. Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo menyatakan bahwa sejak awal bencana, pihaknya telah mengambil langkah-langkah tanggap darurat untuk menjaga arus logistik dan menjamin terpenuhinya kebutuhan dasar masyarakat terdampak.

Menurut Dody, pembukaan kembali jalur transportasi menjadi prioritas utama dalam fase tanggap darurat bencana. Pemerintah menilai konektivitas yang cepat dan andal menjadi kunci dalam mencegah gangguan sosial dan distribusi bantuan. Sebab itu, Kementerian Pekerjaan Umum langsung mengalihkan sejumlah alat berat dari proyek infrastruktur lain untuk dipusatkan pada penanganan akses jalan di wilayah terdampak, termasuk di Kabupaten Gayo Lues. Sejumlah titik krusial yang mengalami kerusakan serius seperti longsoran maupun amblas jalan telah ditangani dengan intensif.

Penanganan di ruas jalan nasional Blangkejeren–Batas Kabupaten Gayo Lues/Aceh Tenggara difokuskan pada pemulihan badan jalan yang amblas di kawasan Ise-Ise serta insiden putusnya jalan di kawasan Ponomon. Saat ini penimbunan badan jalan tengah berjalan dan ditargetkan rampung pada 28 Desember 2025. Dengan selesainya penimbunan ini, akses akan mulai dibuka kembali secara bertahap sehingga mobilitas masyarakat dan pengiriman barang dapat mulai berlangsung normal.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sementara itu, di ruas Batas Kabupaten Gayo Lues/Aceh Tenggara–Kota Kutacane, kerusakan infrastruktur cukup parah dengan dua jembatan yang putus serta sejumlah titik longsor dan badan jalan yang amblas. Penanganan darurat berupa penimbunan oprit jembatan, pemasangan jembatan darurat tipe Bailey, dan pembersihan material longsor telah dilakukan. Dari empat titik longsoran besar, tiga telah tertangani, dan seluruh ruas ini ditargetkan kembali fungsional pada akhir Desember.

Upaya perbaikan akses jalan tidak hanya terfokus pada wilayah terdampak langsung, tetapi juga pada jalur-jalur penghubung utama menuju Kabupaten Gayo Lues. Ruas Simpang Uning–Uwaq–Batas Aceh Tengah/Gayo Lues–Blangkejeren misalnya, kini sudah dapat dilalui oleh kendaraan roda dua. Kementerian mengebut pembukaan jalur bagi kendaraan roda empat dan menargetkan dapat diselesaikan pada 15 Desember 2025. Dody menilai percepatan ini akan sangat membantu distribusi bantuan sekaligus perekonomian lokal yang selama ini terhambat akibat terputusnya akses.

Selain perbaikan fisik infrastruktur jalan dan jembatan, Kementerian PU juga melakukan intervensi tanggap darurat di sektor kebutuhan dasar masyarakat, khususnya air bersih dan sanitasi. Sebanyak dua unit mobil tangki air, 10 unit hidran umum, lima unit septic tank, serta lima unit toilet portabel telah dioperasikan di berbagai titik prioritas. Fasilitas ini menjadi tumpuan utama warga dalam mendapatkan layanan sanitasi dan pasokan air bersih di tengah keterbatasan akibat bencana.

Pelayanan darurat ini diperkuat oleh tim gabungan yang terdiri dari personel BPBPK Aceh, Dinas Perkim Aceh, serta CPNS Kementerian PU. Tim ini bertugas mendukung layanan sanitasi, koordinasi teknis, serta mendampingi operasional di lapangan. Mereka juga dibantu dengan dukungan armada darurat seperti truk operasional, kendaraan double cabin, serta perlengkapan dan logistik lapangan lainnya demi memaksimalkan pelaksanaan kegiatan tanggap darurat.

Pemerintah pusat memastikan bahwa proses monitoring dan koordinasi intensif terus dilakukan antara Kementerian PU, pemerintah daerah setempat, dan instansi terkait lainnya. Dody menegaskan bahwa seluruh upaya percepatan bertujuan menciptakan pemulihan infrastruktur yang tidak hanya bersifat sementara, tetapi juga menghasilkan konektivitas yang tangguh dan berkelanjutan untuk mendukung mobilitas serta perekonomian masyarakat Gayo Lues pascabencana. **

Berita Terkait

PT Hopson Diduga Beroperasi Ilegal Setiap Malam, Polda Aceh dan Mabes Polri Didesak Turun Tangan
Ketika Regulasi Tak Lagi Bermakna di Hadapan PMA
Cuaca Pancaroba Sangat Panas, Kapolres Gayo Lues Imbau Warga Waspada Karhutla
Tim URC Satreskrim Polres Gayo Lues Berhasil Amankan Mobil L300 Hasil Curanmor di Aceh Tenggara
Kejagung Tetapkan Tiga Eks Pimpinan BGN Tersangka Korupsi MBG, Dugaan Penyimpangan Sentuh Pengadaan Rp 1 Triliun
Dadan Hindayana Ditahan Kejagung, Pergantian Mendadak Pimpinan BGN Memantik Sorotan Publik
KPH Wilayah VIII Perkuat Pengamanan Hasil Hutan dan Tata Niaga Getah Pinus
Sidang Pembelaan Nadiem Makarim: Antara Klaim Tak Bersalah dan Deret Bukti Lapangan

Berita Terkait

Sabtu, 6 Juni 2026 - 04:15 WIB

Terkait Polemik Pengolahan Gas Blok Andaman, ForBINA Dorong Skema Win-Win Solution Antara Pemerintah Aceh dan Mubadala

Sabtu, 6 Juni 2026 - 02:45 WIB

Sinergi Bea Cukai, AVSEC SIM, dan Polresta Banda Aceh Gagalkan Pengiriman Sabu 1,9 Kilogram ke Jakarta

Sabtu, 6 Juni 2026 - 00:52 WIB

Investor Patuh Harus Dilindungi, Investor Tidak Patuh Regulasi Wajib Ditertibkan

Kamis, 4 Juni 2026 - 16:58 WIB

Pemkab Nagan Raya Kembali Raih Opini WTP ke-18 kali dari BPK-RI

Rabu, 3 Juni 2026 - 16:45 WIB

Adi Maros Dorong Hilirisasi Gas South Andaman untuk Masa Depan Aceh yang Lebih Maju

Selasa, 2 Juni 2026 - 23:31 WIB

Kinerja Ekspor Produk Kopi Aceh: Transparansi Data Kepabeanan dan Tren Pergerakan Devisa Daerah

Senin, 1 Juni 2026 - 14:46 WIB

Ketua DPRA jangan Cengeng Respon Evaluasi APBA oleh KPK

Rabu, 27 Mei 2026 - 22:53 WIB

Bahagia, Ketua IWOI Aceh Ciptakan Suasana Kebersamaan dan Kekeluargaan

Berita Terbaru

ACEH TENGGARA

Polda Aceh Ajak Masyarakat Meriahkan Bank Aceh Bhayangkara Run 2026

Sabtu, 6 Jun 2026 - 14:16 WIB