Pemerintah Instruksikan Penanganan Cepat Korban Ledakan di SMA Negeri 72 Jakarta

Redaksi Bara News

- Redaksi

Minggu, 9 November 2025 - 21:28 WIB

50337 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA |  Pemerintah menyampaikan keprihatinan mendalam atas peristiwa ledakan yang terjadi di lingkungan SMA Negeri 72 Jakarta Utara pada Jumat (7/11/2025) siang. Presiden Prabowo Subianto melalui Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menegaskan pentingnya respons cepat dan terkoordinasi dalam menangani para korban serta mengembalikan kondisi keamanan di sekitar lokasi kejadian.

Dalam keterangan pers yang berlangsung di Istana Merdeka, Jakarta, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi didampingi oleh Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya dan Kepala Kepolisian Republik Indonesia Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyebutkan bahwa Presiden telah memberi arahan langsung kepada sejumlah kementerian dan lembaga untuk mengambil langkah-langkah darurat terhadap situasi ini. Presiden, lanjut Prasetyo, mengikuti perkembangan sejak informasi pertama diterima dan secara khusus menyampaikan duka mendalam serta harapan agar seluruh korban dapat segera pulih.

Prasetyo mengatakan bahwa kejadian ini menjadi peringatan penting bagi masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan kepedulian terhadap kondisi lingkungan masing-masing. Ia mengajak semua pihak, tidak hanya pemerintah dan aparat keamanan, tetapi juga warga sipil dan institusi pendidikan, untuk lebih proaktif dalam menjaga situasi yang aman dan kondusif. Pemerintah, ujarnya, memandang serius setiap potensi gangguan terhadap keselamatan publik, terlebih yang terjadi di institusi pendidikan yang menjadi tempat belajar generasi muda.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sementara itu, Kepala Kepolisian Republik Indonesia Jenderal Listyo Sigit Prabowo dalam pernyataannya menyampaikan perkembangan penanganan situasi di lapangan. Menurut Jenderal Listyo, aparat kepolisian telah mengevakuasi seluruh korban dari lokasi kejadian dan memberikan pelayanan medis darurat secepat mungkin. Ia menuturkan bahwa tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut, namun dua korban masih menjalani perawatan intensif dan tengah menjalani proses operasi di rumah sakit rujukan di Jakarta.

Lebih jauh, Jenderal Listyo menjelaskan bahwa kepolisian telah berhasil mengidentifikasi terduga pelaku dan saat ini sedang melakukan pendalaman terhadap motif serta latar belakangnya. Proses pengumpulan data dan barang bukti masih terus berlangsung, termasuk pemeriksaan terhadap sejumlah saksi dan penelusuran terhadap lingkungan sekitar tempat tinggal pelaku. “Investigasi masih berjalan secara intensif, dan kami menargetkan dalam waktu dekat dapat mengungkap secara utuh kronologi serta tujuan dari tindakan ini,” ujar Listyo.

Menurut dia, pengamanan di sekolah dan fasilitas publik lainnya juga telah ditingkatkan, sebagai langkah antisipasi untuk menghindari kejadian serupa. Kepolisian juga bekerja sama dengan Dinas Pendidikan dan aparat wilayah untuk memberikan pendampingan psikologis kepada para siswa dan guru yang terdampak.

Pemerintah memastikan bahwa seluruh biaya pengobatan korban ditanggung sepenuhnya, sementara langkah pemulihan sarana prasarana sekolah akan segera dilakukan. Pihak berwenang juga tengah menyiapkan kebijakan pengamanan tambahan di sektor pendidikan, khususnya dalam pengawasan barang atau zat yang berpotensi membahayakan di lingkungan sekolah.

Pemerintah melalui berbagai kementerian dan lembaga yang terlibat menegaskan bahwa keselamatan masyarakat, khususnya pelajar, adalah prioritas utama. Presiden disebutkan terus memantau perkembangan dan meminta laporan berkala atas proses penanganan insiden tersebut. (*)

Berita Terkait

Kejagung Tetapkan Tiga Eks Pimpinan BGN Tersangka Korupsi MBG, Dugaan Penyimpangan Sentuh Pengadaan Rp 1 Triliun
Dadan Hindayana Ditahan Kejagung, Pergantian Mendadak Pimpinan BGN Memantik Sorotan Publik
Sidang Pembelaan Nadiem Makarim: Antara Klaim Tak Bersalah dan Deret Bukti Lapangan
Dapat Tanah dari Orang Tua? Simak Penjelasan Proses Balik Nama Sertipikat Berikut Ini
Sambangi Sulbar, Wamen Ossy Imbau GTRA Jadi Kunci Penyelesaian Konflik Pertanahan di Daerah
Perkuat Kepastian Hukum untuk Rumah Tinggal, Masyarakat Bisa Tingkatkan Sertipikat HGB ke HM Sekarang
Jadi Pembicara dalam SUSBANPIM VIII, Menteri Nusron: Good Governance Dimulai dari Disiplin, Pembagian Tugas, dan Tata Kelola yang Jelas
Beda Fungsi dan Kegunaan, Pahami Perbedaan Pengecekan Sertipikat dan SKPT

Berita Terkait

Kamis, 4 Juni 2026 - 21:32 WIB

Aktivis Nasional Apresiasi Ketegasan Menteri Imipas Agus Andrianto, Bukti Nyata Komitmen Bersihkan Institusi dari Praktik Korupsi

Minggu, 31 Mei 2026 - 22:39 WIB

*Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN)*

Minggu, 31 Mei 2026 - 10:05 WIB

Sebanyak 1.052 Narapidana dan Anak Binaan Terima RK dan PMP Khusus Waisak Tahun 2026

Kamis, 28 Mei 2026 - 21:21 WIB

*Jokowi Dijadwalkan Kunjungi Lampung Akhir Juni 2026, BRN: Jawaban atas Kerinduan Masyarakat*

Selasa, 26 Mei 2026 - 10:32 WIB

Simak Cara Jual Beli Tanah yang Aman agar Terhindar Masalah di Masa Mendatang

Selasa, 26 Mei 2026 - 10:30 WIB

Pasang Patok, Cara Sederhana Cegah Sengketa Tanah dengan Tetangga

Jumat, 22 Mei 2026 - 13:45 WIB

Berantas Mafia Tanah, Ini Cara Melapor ke Kementerian ATR/BPN

Jumat, 22 Mei 2026 - 13:38 WIB

Jadi Bagian dari Satgas PKH, Kementerian ATR/BPN Kawal Kepastian Hukum dan Tata Kelola Kawasan Hutan

Berita Terbaru

ACEH TENGGARA

Polda Aceh Ajak Masyarakat Meriahkan Bank Aceh Bhayangkara Run 2026

Sabtu, 6 Jun 2026 - 14:16 WIB