Menko Yusril Ungkap Koordinasi dengan Polri soal 3 Orang Hilang Usai Demo Akhir Agustus

Redaksi Bara News

- Redaksi

Kamis, 18 September 2025 - 06:15 WIB

50308 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta — Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan, Yusril Ihza Mahendra, buka suara soal laporan tiga orang yang diduga hilang usai demonstrasi pada akhir Agustus 2025. Ia memastikan pemerintah tidak tinggal diam dan tengah berkoordinasi dengan Mabes Polri serta Polda Metro Jaya untuk menelusuri keberadaan mereka.

“Tiga nama itu sudah diketahui kepolisian, dan mereka juga sudah disebut-sebut oleh Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS),” kata Yusril dalam keterangan resminya, Selasa (16/9/2025).

Ketiga orang yang dilaporkan hilang adalah Bima Permana Putra, Muhammad Farhan Hamid, dan Reno Syaputradewo. Nama mereka mencuat setelah KontraS mengeluarkan data dugaan hilangnya mereka usai terlibat aksi unjuk rasa yang digelar pada akhir bulan lalu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Namun demikian, Yusril menjelaskan bahwa meski posko pengaduan orang hilang telah dibuka selama kurang lebih satu minggu, belum ada satu pun keluarga dari ketiganya yang datang langsung untuk membuat laporan.

“Memang belum ada keluarga yang melapor langsung. Tapi karena sudah ada laporan dari KontraS, maka sebenarnya polisi sudah berkewajiban untuk menelusuri keberadaan tiga orang tersebut,” tegasnya.

Lebih lanjut, Yusril mengimbau apabila ketiga orang tersebut sebenarnya dalam kondisi baik-baik saja, agar segera melapor ke polisi atau setidaknya muncul di publik lewat media massa.

“Kalau ketiganya ada di tempat aman dan bebas, harap segera melaporkan atau mengabarkan keberadaan mereka. Ini penting untuk menghindari kesan bahwa mereka menghilang tanpa jejak,” jelas Yusril.

Menurutnya, hal itu juga akan meredam kekhawatiran keluarga dan mencegah informasi liar berkembang jadi kabar simpang siur yang memicu kepanikan publik.

Namun, jika benar hilang dan ada laporan resmi dari keluarga, maka Polri akan melanjutkan proses pencarian lebih lanjut. “Kami juga sudah lakukan koordinasi hari ini untuk menindaklanjuti laporan itu. Mudah-mudahan mereka segera ditemukan,” ujarnya.

Sebelumnya, Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Wira Satya Triputra, mengatakan bahwa pihaknya sudah mengetahui soal keberadaan tiga orang tersebut dari laporan-laporan yang ramai di media sosial.

Sebagai tindak lanjut, Polda Metro Jaya telah membuka posko pengaduan orang hilang yang ditempatkan di Gedung Direktorat Reserse Kriminal Umum, guna memfasilitasi masyarakat atau pihak keluarga yang merasa kehilangan anggota keluarganya usai unjuk rasa.

Hingga kini, belum ada konfirmasi resmi mengenai keberadaan ketiga orang tersebut. Polisi disebut masih terus mengumpulkan informasi, baik dari saksi, rekaman CCTV, atau sumber lain yang relevan dengan pergerakan mereka setelah aksi demonstrasi berlangsung.

Isu orang hilang pasca-demo ini mulai banyak disorot publik di media sosial, terlebih setelah laporan dari KontraS viral. Sejumlah aktivis dan organisasi masyarakat sipil pun mulai mendorong transparansi serta akuntabilitas dari aparat penegak hukum terkait penanganan kasus-kasus yang menyangkut keselamatan warga negara di ruang publik.

Pihak keluarga ketiga orang tersebut hingga berita ini diterbitkan belum memberikan pernyataan atau muncul ke publik untuk memberi kejelasan lebih lanjut. (*)

Berita Terkait

DOSA EKOLOGIS DI ATAS TANAH JARAHAN,Status Tersangka Para Kades Bongkar Borok Operasional dan Kejahatan Kehutanan PT AGM di Hulu Sungai Selatan
Skandal Tambang di Atas Lahan Cacat Hukum: Penetapan Tersangka Para Kepala Desa Runtuhkan Legitimasi Operasional PT AGM
Bedah Dokumen: Operasional PT Antang Gunung Meratus di Lahan SHM Rakyat Diduga Tabrak UU Minerba dan KUHP
Kejagung Tetapkan Tiga Eks Pimpinan BGN Tersangka Korupsi MBG, Dugaan Penyimpangan Sentuh Pengadaan Rp 1 Triliun
Dadan Hindayana Ditahan Kejagung, Pergantian Mendadak Pimpinan BGN Memantik Sorotan Publik
Sidang Pembelaan Nadiem Makarim: Antara Klaim Tak Bersalah dan Deret Bukti Lapangan
Dapat Tanah dari Orang Tua? Simak Penjelasan Proses Balik Nama Sertipikat Berikut Ini
Sambangi Sulbar, Wamen Ossy Imbau GTRA Jadi Kunci Penyelesaian Konflik Pertanahan di Daerah

Berita Terkait

Sabtu, 6 Juni 2026 - 14:16 WIB

Polda Aceh Ajak Masyarakat Meriahkan Bank Aceh Bhayangkara Run 2026

Sabtu, 6 Juni 2026 - 12:58 WIB

Tingkatkan Kompetensi Medis dan Hukum, UPTD Bapelkas Aceh bersama IDI Aceh Tenggara Gelar Workshop Visum et Repertum dan Medikolegal Gratis

Kamis, 4 Juni 2026 - 18:38 WIB

Satresnarkoba Polres Aceh Tenggara Gagalkan Peredaran Sabu di Bambel, Seorang Pengedar Diamankan

Kamis, 4 Juni 2026 - 01:48 WIB

PJ Pengulu Kute Buluh Bongkar Dugaan Sogokan Rp3 Juta untuk Menyerangnya, Tantang Pelapor Buka Fakta di Hadapan Publik

Rabu, 3 Juni 2026 - 18:09 WIB

Kepsek dapat Revitalisasi Bantuan Bencana pilih Bungkam dan Libatkan oknum keluarga di Agara

Selasa, 2 Juni 2026 - 21:25 WIB

Kapolsek Babul Makmur Pimpin Langsung Pengamanan Pelaku Penganiayaan , Bukti Kesigapan Polri Melayani Masyarakat

Selasa, 2 Juni 2026 - 15:00 WIB

BNN Aceh dan Pemkab Aceh Tenggara Teken Nota Kesepakatan, Perkuat Sinergi Wujudkan Aceh Tenggara Bersih Narkoba

Senin, 1 Juni 2026 - 19:54 WIB

IDI Aceh Tenggara Gelar Workshop Visum Et Repertum dan Medikolegal, Hadirkan Pakar Forensik Nasional

Berita Terbaru