HOTELBET slot preparation.lsrs.lu

MENJAGA IDENTITAS ACEH DI TENGAH ARUS GLOBALISASI

denny

- Redaksi

Jumat, 10 Juli 2026 - 15:23 WIB

50372 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nurul Ade Rahaya

Nurul Ade Rahaya

Opini – Aceh dikenal sebagai daerah yang memiliki kekayaan budaya, adat istiadat, serta nilai-nilai keislaman yang kuat. Keunikan tersebut menjadi identitas yang membedakan Aceh dari daerah lain di Indonesia. Mulai dari bahasa daerah, seni tari, tradisi adat, hingga berbagai kearifan lokal yang diwariskan secara turun-temurun merupakan warisan yang harus dijaga. Namun, di era globalisasi saat ini, perkembangan teknologi dan derasnya arus budaya asing menjadi tantangan tersendiri dalam mempertahankan identitas budaya Aceh.

Perkembangan media sosial dan kemudahan mengakses informasi membuat generasi muda semakin akrab dengan budaya luar. Tidak sedikit anak muda yang lebih mengenal tren dari negara lain dibandingkan sejarah, adat, maupun budaya daerahnya sendiri. Jika kondisi ini terus dibiarkan, bukan tidak mungkin nilai-nilai budaya lokal akan semakin terpinggirkan dan perlahan dilupakan oleh generasi penerus.

Padahal, mempertahankan budaya bukan berarti menolak modernisasi. Sebaliknya, budaya dapat berkembang mengikuti zaman tanpa kehilangan nilai-nilai dasarnya. Generasi muda memiliki peran strategis untuk mengemas budaya Aceh agar lebih menarik dan mudah diterima oleh masyarakat, khususnya melalui pemanfaatan teknologi digital. Konten edukatif mengenai sejarah Aceh, kuliner tradisional, pakaian adat, tarian daerah, hingga tradisi keagamaan dapat dipublikasikan melalui berbagai platform media sosial seperti TikTok, Instagram, Facebook, maupun YouTube sehingga mampu menjangkau masyarakat yang lebih luas.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selain memanfaatkan media digital, pelestarian budaya juga dapat diwujudkan melalui keterlibatan aktif dalam berbagai kegiatan budaya. Mengikuti sanggar seni, berpartisipasi dalam Pekan Kebudayaan Aceh (PKA), mempelajari bahasa Aceh, hingga melakukan penelitian atau penulisan ilmiah mengenai budaya lokal merupakan bentuk nyata kontribusi generasi muda dalam menjaga warisan leluhur. Langkah-langkah sederhana tersebut akan memberikan dampak besar apabila dilakukan secara berkelanjutan.

Budaya merupakan jati diri suatu daerah. Tanpa budaya, sebuah masyarakat akan kehilangan identitas yang menjadi ciri khasnya. Oleh karena itu, menjaga budaya Aceh bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah atau tokoh adat, tetapi juga merupakan tanggung jawab seluruh masyarakat, khususnya generasi muda sebagai pewaris masa depan. Dengan rasa bangga, kepedulian, dan partisipasi aktif, budaya Aceh akan tetap lestari serta mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa kehilangan nilai-nilai yang diwariskan oleh para pendahulu.

Nurul Ade Rahayu
Mahasiswa Universitas Serambi Mekkah
Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam

Berita Terkait

Lindungi Kesehatan dari Asap Karhutla, Bupati TRK Minta Warga Batasi Aktivitas Luar Ruangan
Ketua Muhammadiyah Nagan Raya Organisasi Hadiri Khanduri Haul Abu Habib Muda Seunagan
Mustafa Terpilih sebagai Ketua Pemuda Gampong Lung Baro, Menang Telak dengan 116 Suara
Pererat Silaturahmi dengan Masyarakat, Polsek Kuala Pesisir Gelar Sholat Magrib Berjamaah Keliling
Kapolres Nagan Raya Temu Ramah dengan Tokoh Masyarakat Beutong, Perkuat Sinergi Jaga Kamtibmas
Kapolres Nagan Raya Salurkan 20 Paket Sembako dan Gelar Pelayanan Kesehatan Gratis bagi Warga Beutong
Sholat Maghrib Keliling, Kapolres Nagan Raya Perkuat Silaturahmi dan Kedekatan dengan Masyarakat
140 Calon Jamaah Haji Nagan Raya Ikuti Manasik, Brimob Dukung Persiapan Menuju Tanah Suci

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 17:20 WIB

KPK Ancam Jemput Paksa Menteri ATR Nusron Wahid yang Dua Kali Mangkir

Jumat, 16 Oktober 2026 - 17:10 WIB

MK Perintahkan Presiden dan DPR Revisi UU Peradilan Militer dalam Dua Tahun

Jumat, 16 Oktober 2026 - 16:39 WIB

MK Putuskan Prajurit TNI Pelaku Pidana Umum Diadili di Peradilan Umum

Jumat, 16 Oktober 2026 - 16:15 WIB

Bahlil Desak Kepolisian Segera Tindak Tegas Penimbun BBM Subsidi

Jumat, 16 Oktober 2026 - 16:05 WIB

Stok Pertalite Nasional Tersisa 16 Hari, Bahlil Klaim Aman di Tengah Antrean BBM di Daerah

Jumat, 16 Oktober 2026 - 15:46 WIB

Dugaan Pembatasan Rujukan JKN Mengancam Keselamatan Pasien Kronis

Jumat, 16 Oktober 2026 - 13:13 WIB

Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo Digelandang ke Gedung Merah Putih KPK, Barang Bukti Diangkut Pakai Tong Biru

Jumat, 16 Oktober 2026 - 13:07 WIB

PDI-P Sebut Framing Karhutla sebagai Bencana Alam Keliru, Soroti Kegagalan Mitigasi Pemerintah

Berita Terbaru