HOTELBET beta.lra.gov.mv dbm.wyb.ac.lkpreparation.lsrs.lu wayacim.wyb.ac.lk

MENJAGA IDENTITAS ACEH DI TENGAH ARUS GLOBALISASI

denny

- Redaksi

Jumat, 10 Juli 2026 - 15:23 WIB

50336 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nurul Ade Rahaya

Nurul Ade Rahaya

Opini – Aceh dikenal sebagai daerah yang memiliki kekayaan budaya, adat istiadat, serta nilai-nilai keislaman yang kuat. Keunikan tersebut menjadi identitas yang membedakan Aceh dari daerah lain di Indonesia. Mulai dari bahasa daerah, seni tari, tradisi adat, hingga berbagai kearifan lokal yang diwariskan secara turun-temurun merupakan warisan yang harus dijaga. Namun, di era globalisasi saat ini, perkembangan teknologi dan derasnya arus budaya asing menjadi tantangan tersendiri dalam mempertahankan identitas budaya Aceh.

Perkembangan media sosial dan kemudahan mengakses informasi membuat generasi muda semakin akrab dengan budaya luar. Tidak sedikit anak muda yang lebih mengenal tren dari negara lain dibandingkan sejarah, adat, maupun budaya daerahnya sendiri. Jika kondisi ini terus dibiarkan, bukan tidak mungkin nilai-nilai budaya lokal akan semakin terpinggirkan dan perlahan dilupakan oleh generasi penerus.

Padahal, mempertahankan budaya bukan berarti menolak modernisasi. Sebaliknya, budaya dapat berkembang mengikuti zaman tanpa kehilangan nilai-nilai dasarnya. Generasi muda memiliki peran strategis untuk mengemas budaya Aceh agar lebih menarik dan mudah diterima oleh masyarakat, khususnya melalui pemanfaatan teknologi digital. Konten edukatif mengenai sejarah Aceh, kuliner tradisional, pakaian adat, tarian daerah, hingga tradisi keagamaan dapat dipublikasikan melalui berbagai platform media sosial seperti TikTok, Instagram, Facebook, maupun YouTube sehingga mampu menjangkau masyarakat yang lebih luas.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selain memanfaatkan media digital, pelestarian budaya juga dapat diwujudkan melalui keterlibatan aktif dalam berbagai kegiatan budaya. Mengikuti sanggar seni, berpartisipasi dalam Pekan Kebudayaan Aceh (PKA), mempelajari bahasa Aceh, hingga melakukan penelitian atau penulisan ilmiah mengenai budaya lokal merupakan bentuk nyata kontribusi generasi muda dalam menjaga warisan leluhur. Langkah-langkah sederhana tersebut akan memberikan dampak besar apabila dilakukan secara berkelanjutan.

Budaya merupakan jati diri suatu daerah. Tanpa budaya, sebuah masyarakat akan kehilangan identitas yang menjadi ciri khasnya. Oleh karena itu, menjaga budaya Aceh bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah atau tokoh adat, tetapi juga merupakan tanggung jawab seluruh masyarakat, khususnya generasi muda sebagai pewaris masa depan. Dengan rasa bangga, kepedulian, dan partisipasi aktif, budaya Aceh akan tetap lestari serta mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa kehilangan nilai-nilai yang diwariskan oleh para pendahulu.

Nurul Ade Rahayu
Mahasiswa Universitas Serambi Mekkah
Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam

Berita Terkait

DPRK Nagan Raya Sampaikan Pendapat Banggar dan Pandangan Fraksi terhadap KUA-PPAS 2027
Petani Tiga Kecamatan Keluhkan Listrik Sering Padam, DTPHP Nagan Raya Diminta Cari Solusi
HUT ke-67 Pasukan Pelopor, Brimob Polda Aceh Teguhkan Komitmen Pengabdian kepada Masyarakat
Listrik Kerap Padam, Ratusan Petani Nagan Raya Kecewa: Ketahanan Pangan Ikut Terganggu
Jamaluddin Idham Salurkan Bantuan Peralatan Perikanan untuk Nelayan Babah Lueng Penulisan
Putri Ketua RAPI Nagan Raya Raih Juara I Syarhil Qur’an di MTQ Poltekkes Kemenkes Aceh
Pemindahan Dapur MBG Ke Sekolah Dinilai Perlu Di Kaji
Yayasan Putri Ratu Naraya Tolak Wacana Pengalihan SPPG ke Kantin Sekolah

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 05:43 WIB

Ambisi MBG yang Berujung Bencana ?

Selasa, 15 September 2026 - 05:36 WIB

Ancaman Disintegrasi dan Kegagalan Indonesia Emas 2045: Keadilan Menjadi Kunci Utama

Selasa, 15 September 2026 - 05:33 WIB

Kesenjangan Ekonomi Ekstrem Dinilai Jadi Bom Waktu Kehancuran Pemerintahan

Selasa, 15 September 2026 - 05:26 WIB

Ancaman Demokrasi di Balik Tuntutan Masa Jabatan Kepala Desa Tanpa Batas

Selasa, 15 September 2026 - 05:23 WIB

Jakarta di Persimpangan Jalan: Menguji Urgensi Obligasi Daerah di Tengah Redupnya Transfer Fiskal

Selasa, 15 September 2026 - 05:18 WIB

Suahasil Nazara Tekankan Keberlanjutan Pengelolaan Fiskal Usai Dilantik Jadi Menteri Keuangan

Selasa, 15 September 2026 - 05:12 WIB

Perombakan Mendadak Kursi Bendahara Negara: Kinerja atau Konflik Internal?

Selasa, 15 September 2026 - 04:59 WIB

Mengapa Prabowo Melantik Suahasil Nazara Sebagai Menteri Keuangan yang Baru?

Berita Terbaru

NASIONAL

Ambisi MBG yang Berujung Bencana ?

Selasa, 15 Sep 2026 - 05:43 WIB