MENJAGA IDENTITAS ACEH DI TENGAH ARUS GLOBALISASI

denny

- Redaksi

Jumat, 10 Juli 2026 - 15:23 WIB

50316 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nurul Ade Rahaya

Nurul Ade Rahaya

Opini – Aceh dikenal sebagai daerah yang memiliki kekayaan budaya, adat istiadat, serta nilai-nilai keislaman yang kuat. Keunikan tersebut menjadi identitas yang membedakan Aceh dari daerah lain di Indonesia. Mulai dari bahasa daerah, seni tari, tradisi adat, hingga berbagai kearifan lokal yang diwariskan secara turun-temurun merupakan warisan yang harus dijaga. Namun, di era globalisasi saat ini, perkembangan teknologi dan derasnya arus budaya asing menjadi tantangan tersendiri dalam mempertahankan identitas budaya Aceh.

Perkembangan media sosial dan kemudahan mengakses informasi membuat generasi muda semakin akrab dengan budaya luar. Tidak sedikit anak muda yang lebih mengenal tren dari negara lain dibandingkan sejarah, adat, maupun budaya daerahnya sendiri. Jika kondisi ini terus dibiarkan, bukan tidak mungkin nilai-nilai budaya lokal akan semakin terpinggirkan dan perlahan dilupakan oleh generasi penerus.

Padahal, mempertahankan budaya bukan berarti menolak modernisasi. Sebaliknya, budaya dapat berkembang mengikuti zaman tanpa kehilangan nilai-nilai dasarnya. Generasi muda memiliki peran strategis untuk mengemas budaya Aceh agar lebih menarik dan mudah diterima oleh masyarakat, khususnya melalui pemanfaatan teknologi digital. Konten edukatif mengenai sejarah Aceh, kuliner tradisional, pakaian adat, tarian daerah, hingga tradisi keagamaan dapat dipublikasikan melalui berbagai platform media sosial seperti TikTok, Instagram, Facebook, maupun YouTube sehingga mampu menjangkau masyarakat yang lebih luas.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selain memanfaatkan media digital, pelestarian budaya juga dapat diwujudkan melalui keterlibatan aktif dalam berbagai kegiatan budaya. Mengikuti sanggar seni, berpartisipasi dalam Pekan Kebudayaan Aceh (PKA), mempelajari bahasa Aceh, hingga melakukan penelitian atau penulisan ilmiah mengenai budaya lokal merupakan bentuk nyata kontribusi generasi muda dalam menjaga warisan leluhur. Langkah-langkah sederhana tersebut akan memberikan dampak besar apabila dilakukan secara berkelanjutan.

Budaya merupakan jati diri suatu daerah. Tanpa budaya, sebuah masyarakat akan kehilangan identitas yang menjadi ciri khasnya. Oleh karena itu, menjaga budaya Aceh bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah atau tokoh adat, tetapi juga merupakan tanggung jawab seluruh masyarakat, khususnya generasi muda sebagai pewaris masa depan. Dengan rasa bangga, kepedulian, dan partisipasi aktif, budaya Aceh akan tetap lestari serta mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa kehilangan nilai-nilai yang diwariskan oleh para pendahulu.

Nurul Ade Rahayu
Mahasiswa Universitas Serambi Mekkah
Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam

Berita Terkait

Perkuat Sinergi Organisasi, DPD TMI Nagan Raya Apresiasi Pelantikan DPW TMI Sumut
Brimob Batalyon C Pelopor Bekali 230 Santri dengan Jiwa Kepemimpinan dan Semangat Cinta Tanah Air
Brimob Batalyon C Pelopor Pasang Sling Jembatan 109 Meter di Sikundo, Permudah Akses Sekolah dan Kebun Wujud
DPD Tani Merdeka Indonesia Nagan Raya Usulkan Don Muzakir Jadi Wakil Menteri Pertanian
BSI, OJK, dan FKIJK Perkuat Literasi Keuangan Syariah ASN Nagan Raya Lewat Program GENCARKAN
Hari Anak Nasional 2026, Salman Ajak Semua Pihak Hadirkan Madrasah Aman dan Ramah Anak
DPD Tani Merdeka Indonesia Nagan Raya Ucapkan Selamat atas Pelantikan Dr. Sudaryono sebagai Kepala Badan Gizi Nasional
Satlantas Polres Nagan Raya Gencarkan Sosialisasi Tertib Berlalu Lintas kepada Sopir Angkutan Barang dan Pengangkut TBS Sawit

Berita Terkait

Minggu, 26 Juli 2026 - 19:00 WIB

Penjaga Rumah Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Meninggal Mendadak, Polisi Lakukan Penyelidikan

Minggu, 26 Juli 2026 - 13:41 WIB

Arief Martha Rahadyan: Penguatan Hubungan Indonesia–Rusia Cerminkan Diplomasi Bebas dan Aktif

Minggu, 26 Juli 2026 - 06:09 WIB

AJI Tuntut Prabowo Minta Maaf soal Ucapan ‘Londo Ireng’, Tuding Diskreditkan Jurnalis

Minggu, 26 Juli 2026 - 00:26 WIB

YLBHI Kecam Tajam Stigma “Londo Ireng”, Dinilai Ancaman Serius terhadap Kebebasan Pers dan Demokrasi

Sabtu, 25 Juli 2026 - 02:40 WIB

KPK Jelaskan Alasan Penahanan Febrie Adriansyah di Rutan KPK, Tegaskan Tak Ada Kriminalisasi

Sabtu, 25 Juli 2026 - 02:18 WIB

Jampidsus Febrie Adriansyah Ditahan di Rutan KPK, Ngaku Dikriminalisasi

Jumat, 24 Juli 2026 - 22:03 WIB

MK Tetapkan Sisa Kuota Internet Tidak Boleh Hangus, Operator Wajib Lindungi Hak Konsumen

Jumat, 24 Juli 2026 - 00:30 WIB

Prof DR Sutan Nasomal Meminta Presiden RI Membuat Aturan Ketat Jaga Ibu & Anak Indonesia

Berita Terbaru