BANDA ACEH – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan Widea Fiqra Agustina dalam ajang Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) tingkat Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan (Poltekkes Kemenkes) Aceh.
Widea Fiqra Agustina bersama rekan satu timnya berhasil meraih Juara I Cabang Syarhil Qur’an pada MTQ antar-fakultas Poltekkes Kemenkes Aceh yang digelar dengan mengusung tema “Wujudkan Generasi Qur’ani, Berakhlak, Berprestasi dan Berdaya Saing.”
Hasil tersebut ditetapkan berdasarkan keputusan dewan juri setelah melalui seluruh rangkaian perlombaan. Prestasi itu sekaligus menjadi kebanggaan tersendiri bagi keluarga besar Agus Salim RZ, S.Sos, Ketua Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI) Kabupaten Nagan Raya.
Kemenangan tersebut tidak hanya menjadi sebuah piala, tetapi juga menjadi bukti bahwa semangat belajar, keberanian tampil, serta kecintaan terhadap Al-Qur’an dapat mengantarkan generasi muda meraih prestasi.
Agus Salim RZ, S.Sos bersama keluarga mengaku merasa bangga melihat putrinya mampu berdiri di atas panggung dan menunjukkan kemampuan terbaiknya dalam bidang keagamaan.
“Sebagai orang tua, tentu kami sangat bangga dan bersyukur melihat Widea bisa terus belajar, berani tampil dan meraih prestasi. Semoga pencapaian ini menjadi motivasi baginya untuk terus mendalami ilmu agama dan pendidikan,” ungkap keluarga.
Prestasi Widea Fiqra Agustina di bidang syiar Islam bukanlah hal yang baru. Sebelumnya, ia juga telah mengikuti berbagai ajang MTQ mulai dari tingkat kemukiman, Kecamatan hingga Kabupaten.
Pada salah satu keikutsertaannya di tingkat Kabupaten, Widea berhasil meraih Juara II Cabang Syarhil Qur’an.
Pengalaman tersebut menjadi modal berharga baginya untuk terus meningkatkan kemampuan hingga akhirnya mampu meraih Juara I pada MTQ tingkat Poltekkes Kemenkes Aceh.
Bahkan sejak masih duduk di bangku madrasah, Widea telah menunjukkan minat dan bakatnya dalam bidang dakwah.
Ia pernah meraih Juara I Pidato Bahasa Arab, waktu sekolah di Dayah Zainatul Ulum Dinayah Islamiyah ( ZUDI ) Kabupaten Aceh Barat, sebuah prestasi yang semakin memperkuat perjalanan dan pengalamannya dalam mengembangkan kemampuan di bidang keislaman.
“Perjalanan tersebut menjadi bukti bahwa prestasi tidak diraih secara instan”.
Dibutuhkan proses panjang, latihan, keberanian, kedisiplinan serta dukungan dari keluarga dan lingkungan pendidikan.
Keluarga berharap prestasi yang diraih Widea tidak membuatnya cepat berpuas diri, tetapi justru menjadi penyemangat untuk terus belajar dan mengembangkan potensi diri.
“Harapan kami, Widea terus berjuang dalam menuntut ilmu, baik ilmu agama maupun pendidikan umum. Semoga prestasi ini menjadi langkah awal untuk meraih prestasi-prestasi berikutnya dan dapat memberikan manfaat bagi orang lain,” harap keluarga.
Prestasi Widea juga menjadi gambaran bahwa generasi muda memiliki potensi besar untuk tumbuh menjadi generasi Qur’ani yang tidak hanya berprestasi secara akademik, tetapi juga memiliki akhlak, keberanian, dan kepedulian terhadap nilai-nilai keislaman. (*)







































