GAYO LUES — Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, M. Nasir, melakukan peninjauan langsung terhadap kondisi infrastruktur yang terdampak banjir dan tanah longsor di jalur lintas Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) – Gayo Lues hingga Aceh Tenggara, Jumat (2/1/2026). Kunjungan tersebut merupakan bagian dari upaya percepatan penanganan pascabencana yang terjadi akibat cuaca ekstrem pada penghujung tahun lalu.
Didampingi Asisten I Bidang Pemerintahan Aceh, Drs. Syakir, dan Anggota DPR Aceh, Yahdi Hasan, Sekda menelusuri sejumlah titik kritis yang mengalami kerusakan. Fokus peninjauan tidak hanya pada kerusakan fisik jalan dan jembatan, tetapi juga pada kesiapan daerah dalam menyusun langkah pemulihan jangka panjang.
Menurut M. Nasir, kunjungan kerja ini menjadi bagian penting dalam penyusunan dokumen Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (R3P), yang saat ini tengah diprioritaskan oleh Pemerintah Aceh. Dokumen tersebut merupakan syarat utama dalam pengajuan dukungan pendanaan dari pemerintah pusat, khususnya melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan kementerian teknis lainnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Dokumen R3P adalah instrumen strategis yang menjadi dasar bagi Pemerintah Aceh untuk mengajukan anggaran penanganan ke pemerintah pusat. Saya meminta agar seluruh dampak kerusakan, mulai dari rumah warga, infrastruktur, sektor ekonomi, hingga aset desa, terdata dengan akurat,” kata Sekda M. Nasir dalam keterangannya di Blangkejeren.
Ia menjelaskan bahwa penyusunan R3P sepenuhnya mengandalkan akurasi data yang dikumpulkan oleh pemerintah kabupaten/kota terdampak bencana. Oleh karena itu, validitas dan kelengkapan laporan dari daerah menjadi kunci dalam merancang strategi pemulihan yang tepat dan menyeluruh. Pemerintah Aceh menargetkan agar seluruh proses penyusunan dokumen R3P selesai pada pertengahan Januari.
“Pemerintah Aceh menargetkan dokumen R3P ini rampung sepenuhnya agar dapat segera diserahkan kepada BNPB serta kementerian terkait. Target kita, dokumen ini sudah diserahkan paling lambat pada 20 Januari 2026,” ujarnya.
Selain memantau kondisi infrastruktur, Sekda juga menyerahkan sejumlah bantuan logistik untuk masyarakat. Salah satu kebutuhan mendesak yang disalurkan adalah dukungan perangkat komunikasi bagi daerah-daerah yang mengalami kendala sinyal komunikasi pascabencana. Dalam kesempatan tersebut, M. Nasir menyerahkan satu unit perangkat internet satelit Starlink guna memperkuat sistem koordinasi di lapangan, khususnya di wilayah Gayo Lues.
Penyerahan bantuan tersebut dilakukan secara simbolis di halaman Pendopo Bupati Gayo Lues, Blangkejeren, Jumat malam. Bantuan diterima langsung oleh Bupati Gayo Lues, Suhaidi. Dalam sambutannya, Sekda menyatakan bahwa dukungan komunikasi menjadi unsur vital dalam mendukung distribusi bantuan dan pelaksanaan pemulihan pascabencana.
Banjir besar dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Aceh sejak awal Desember 2025 telah menimbulkan kerusakan luas pada infrastruktur serta memaksa ribuan warga mengungsi. Proses evakuasi dan penyaluran bantuan sempat terkendala oleh akses jalan yang terputus, serta terbatasnya jangkauan komunikasi di sejumlah lokasi.
Pemerintah Aceh berharap melalui sinergi antara sejumlah instansi, percepatan pemulihan bisa terwujud dalam waktu dekat. Sekda juga mengajak masyarakat untuk terus menjaga semangat gotong royong dan memperkuat koordinasi lintas wilayah demi memastikan seluruh terdampak bencana mendapatkan perhatian dan bantuan yang setara. (RED)




































