Mediator Perdamaian: Bendera GAM Sebagai Catatan Sejarah Harus Dihormati Tanpa Disalahgunakan

Redaksi Bara News

- Redaksi

Minggu, 16 Agustus 2026 - 03:26 WIB

50138 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANDA ACEH — Juha Christensen, mediator perundingan damai antara Pemerintah Republik Indonesia dan Gerakan Aceh Merdeka (GAM), menegaskan pentingnya memahami posisi bendera GAM sebagai bagian dari catatan sejarah dalam perjalanan perdamaian Aceh. Penegasan ini disampaikan menyusul aksi pengibaran bendera yang dilakukan di sejumlah wilayah pada peringatan 21 tahun Hari Damai Aceh, Sabtu (15/8/2026).

Juha menyampaikan, simbol bendera tersebut selayaknya dipandang sebagai pengingat atas proses konflik yang menorehkan jejak panjang di Aceh, sekaligus merepresentasikan keberhasilan rekonsiliasi yang kini telah berjalan lebih dari dua dekade. Ia menilai, perdamaian Aceh telah menjadi model penanganan konflik yang diakui secara internasional, memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan dan keamanan masyarakat.

Meskipun menilai pengakuan terhadap simbol sejarah itu penting, Juha mengingatkan agar bendera GAM tidak digunakan untuk tujuan di luar semangat perdamaian yang sudah diraih. Ia menekankan, MoU Helsinki menegaskan perlunya menjaga martabat seluruh pihak, baik pemerintah pusat maupun mantan pejuang GAM, tanpa mengorbankan stabilitas dan sensitivitas keamanan di Aceh.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Juha Christensen mengimbau semua unsur masyarakat serta pemerintah pusat agar mengedepankan kepercayaan dan semangat persatuan dalam merawat perdamaian yang telah tercapai. Segala tindakan yang berpotensi menimbulkan ketegangan atau mengulang ketidakstabilan masa lalu hendaknya dapat diredam demi menjaga masa depan Aceh yang diharapkan semakin damai dan sejahtera. (*)

Berita Terkait

Pemerintah Aceh dan DPRA Konsultasikan Kepastian Hukum Bendera Bulan Bintang ke Kemendagri
Bendera Merah Putih Kembali Berkibar di Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh, Simbol Pemulihan Menjelang HUT ke-81 RI
Status Bendera Bintang Bulan Masih Menjadi Polemik di Aceh
Teriakan “Merdeka” Warnai Peringatan Hari Damai Aceh ke-21 di Masjid Raya Baiturrahman
Hari Damai Aceh Berubah Jadi Chaos, Massa Kejar Aparat hingga Bakar Motor TNI
Aksi Kericuhan Hari Damai Aceh Rusak Sejumlah Kendaraan, Warga Minta Pemerintah Beri Perhatian
Massa Tunjukkan Foto Korban Luka Saat Kerusuhan Peringatan Damai Aceh
Kericuhan Hari Damai Aceh: Tanda Kekecewaan atau Aksi yang Ditunggangi?

Berita Terkait

Senin, 17 Agustus 2026 - 01:51 WIB

Ribuan Warga Samadua Kompak Tolak Tambang, Desak Rekomendasi Eksplorasi Dicabut!

Minggu, 16 Agustus 2026 - 05:34 WIB

Bupati Aceh Selatan Didesak Merdekakan Samadua dari Bayang-bayang Perusahaan Tambang

Minggu, 16 Agustus 2026 - 05:34 WIB

Ribuan Warga Samadua Bergerak Tolak Perusahaan Tambang, Ketua DPRK Aceh Selatan Ikut Tandatangani Petisi

Minggu, 9 Agustus 2026 - 00:06 WIB

ForPAS : IUP MMS Bukan Cek Kosong, KPK Diminta Telusuri Kemungkinan Dugaan Gratifikasi dalam Perizinan

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 00:29 WIB

Bupati Aceh Selatan Dukung Peningkatan Kompetensi Guru, Pemkab Jajaki Kerja Sama dengan Pascasarjana USK

Kamis, 23 Juli 2026 - 23:53 WIB

Senjata Api Mengancam Masyarakat, IMP Desak Evaluasi dan Pemeriksaan Polres Aceh Selatan

Rabu, 22 Juli 2026 - 01:31 WIB

Pemkab Aceh Selatan Percepat Usulan WPR, Sembilan Lokasi Disiapkan untuk Tambang Rakyat Legal

Selasa, 14 Juli 2026 - 23:25 WIB

Seleksi BCKS 2026 Digelar di Tapaktuan, 71 Guru dari 5 Kabupaten di Aceh Ikuti Ujian CAT

Berita Terbaru