Marak Banjir Menjelang Musim Penghujan, Aktivis Minta Bupati dan DPRK Cari Solusi

Zulkifli,S.Kom

- Redaksi

Minggu, 11 Mei 2025 - 13:04 WIB

50406 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kutacane_Maraknya banjir di Aceh Tenggara pada saat masuk musim penghujan, Aktivis Lingkungan Idham, meminta Bupati H. M. Salim Fakhri dan DPRK Aceh Tenggara cari solusi untuk menghadapi banjir di musim penghujan mendatang. Minggu (11/5/2025).

Belajar dari pengalaman sebelumnya, bahwa kabupaten Aceh Tenggara termaksud memiliki debit air yang tinggi ketika sudah memasuki musim hujan pada bulan Agustus sedengan September. Akibat memiliki debit air yang tinggi dan alur sungai yang tidak menentu, serta jalur sungai yang semakin menimbun akibat curah hujan, maka potensi banjir cukup besar.

Idham menerangkan bahwa ketika curah hujan cukup deras dan berkelanjutan dari hari ke hari. Beberapa wilayah di Aceh Tenggara yang memiliki tanggul sungai, pasti akan jebol akibat derasnya debit air. Serta rendahnya jarak antara jembatan dan dasar sungai akibat penimbunan kerikil secara alami juga mengakibatkan terjadinya banjir.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Serta jembatan yang terlalu rendah jaraknya, juga dapat membuat air meluap ke permukiman rumah warga, bahkan material bebatuan dan kayu gelondongan dari atas pegunungan juga lengser ke bawah.” Lanjutnya

Idham mencontohkan Desa Lawe Hijo Kecamatan Bambel, “Ketika hujan turun tanggul di daerah tersebut selalu jebol sehingga air meluap ke permukiman warga. Kemudian jembatan nasional Desa Pasar Puntung, Kecamatan Semadam dan jembatan kuning Kecamatan Bambel setiap tahun selalu menjadi langganan banjir.” Terangnya

Untuk mengantisipasi banjir yang akan melanda, Idham berharap agar pemerintah Aceh Tenggara mampu mencari solusi untuk keadaan mendatang, serta ia juga berharap, DPRK juga ikut andil dalam hal tersebut.

“Pihak eksekutif dan legislatif harus dapat memikirkan solusi ini, bukan hanya seremoni setelah banjir membagikan sembako dan lain lain. Karena sebenarnya bukan itu yang diinginkan warga, akan tetapi warga mau hidup aman dari bencana banjir.” Tandasnya

Selanjutnya Idham meminta agar pihak eksekutif dan legislatif serius dalam mencari solusi dalam menangani prihal banjir “Kami hanya meminta eksekutif dan legislatif untuk dapat serius memikirkan persoalan daerah dan mencari solusi terhadap banjir yang selalu melanda wilayah setempat,” sebutnya.

Dalam mitigasi bencana banjir kedepan dan meminimalisir bencana banjir, Idham mengatakan harus mengutamakan pentingnya penyususnan rencana tata ruang yang berbasis pada analisis resiko banjir.

(Fenra)

Berita Terkait

Oknum Kepala SMA Negeri 1 Badar Agara Diduga Korupsi Dana Bos dan Pungli Persiswa Ratusan Ribu.
Polda Aceh Ajak Masyarakat Meriahkan Bank Aceh Bhayangkara Run 2026
Tingkatkan Kompetensi Medis dan Hukum, UPTD Bapelkas Aceh bersama IDI Aceh Tenggara Gelar Workshop Visum et Repertum dan Medikolegal Gratis
Satresnarkoba Polres Aceh Tenggara Gagalkan Peredaran Sabu di Bambel, Seorang Pengedar Diamankan
PJ Pengulu Kute Buluh Bongkar Dugaan Sogokan Rp3 Juta untuk Menyerangnya, Tantang Pelapor Buka Fakta di Hadapan Publik
Kepsek dapat Revitalisasi Bantuan Bencana pilih Bungkam dan Libatkan oknum keluarga di Agara
Kapolsek Babul Makmur Pimpin Langsung Pengamanan Pelaku Penganiayaan , Bukti Kesigapan Polri Melayani Masyarakat
BNN Aceh dan Pemkab Aceh Tenggara Teken Nota Kesepakatan, Perkuat Sinergi Wujudkan Aceh Tenggara Bersih Narkoba

Berita Terkait

Minggu, 7 Juni 2026 - 04:42 WIB

Prof Dr Sutan Nasomal : Presiden RI Harus Sadar Horor Dolar Menerkam Keamanan Indonesia

Sabtu, 6 Juni 2026 - 21:00 WIB

DOSA EKOLOGIS DI ATAS TANAH JARAHAN,Status Tersangka Para Kades Bongkar Borok Operasional dan Kejahatan Kehutanan PT AGM di Hulu Sungai Selatan

Sabtu, 6 Juni 2026 - 19:21 WIB

Skandal Tambang di Atas Lahan Cacat Hukum: Penetapan Tersangka Para Kepala Desa Runtuhkan Legitimasi Operasional PT AGM

Rabu, 3 Juni 2026 - 23:03 WIB

Kejagung Tetapkan Tiga Eks Pimpinan BGN Tersangka Korupsi MBG, Dugaan Penyimpangan Sentuh Pengadaan Rp 1 Triliun

Rabu, 3 Juni 2026 - 22:55 WIB

Dadan Hindayana Ditahan Kejagung, Pergantian Mendadak Pimpinan BGN Memantik Sorotan Publik

Rabu, 3 Juni 2026 - 03:28 WIB

Sidang Pembelaan Nadiem Makarim: Antara Klaim Tak Bersalah dan Deret Bukti Lapangan

Selasa, 26 Mei 2026 - 10:34 WIB

Dapat Tanah dari Orang Tua? Simak Penjelasan Proses Balik Nama Sertipikat Berikut Ini

Selasa, 26 Mei 2026 - 10:29 WIB

Sambangi Sulbar, Wamen Ossy Imbau GTRA Jadi Kunci Penyelesaian Konflik Pertanahan di Daerah

Berita Terbaru