Mahasiswa Yogyakarta Tewas Diduga Akibat Kekerasan Polisi Saat Demo

Redaksi Bara News

- Redaksi

Senin, 1 September 2025 - 02:16 WIB

50357 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Yogyakarta – Gelombang demonstrasi menolak kebijakan ekonomi pemerintah kembali menelan korban jiwa. Setelah tewasnya pengemudi ojek online Afan Kurniawan di Jakarta, kini mahasiswa Rheza Sendy Pratama, Prodi Ilmu Komunikasi angkatan 2023 Universitas Amikom Yogyakarta, meninggal dunia.

Rheza ikut aksi demonstrasi besar-besaran di Yogyakarta pada 30–31 Agustus 2025. Aksi ini merupakan bagian dari protes nasional yang melibatkan mahasiswa dan masyarakat.

Menurut BEM Universitas Amikom dan beberapa unggahan media sosial, Rheza mengendarai sepeda motor bersama seorang rekan saat situasi memanas. Motor yang ditungganginya mati saat ia berbalik arah menghindari kerusuhan. Gas air mata ditembakkan aparat, membuat Rheza terjatuh.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Rekan yang dibonceng berhasil melarikan diri. Namun Rheza yang tergeletak dihampiri sejumlah polisi. Dugaan kekerasan fisik dari aparat membuat Rheza koma sebelum akhirnya meninggal pada pukul 07.00 WIB, 31 Agustus 2025. Jenazahnya ditemukan memiliki memar dan bekas sepatu PDL (Pakaian Dinas Lapangan).

Tragedi ini memicu reaksi dari Jaringan Gusdurian dan sejumlah organisasi masyarakat sipil. Mereka mendesak Presiden Prabowo Subianto mencopot Jenderal Listyo Sigit Prabowo sebagai Kapolri, menilai aparat terlalu represif terhadap demonstran. (*)

Berita Terkait

DOSA EKOLOGIS DI ATAS TANAH JARAHAN,Status Tersangka Para Kades Bongkar Borok Operasional dan Kejahatan Kehutanan PT AGM di Hulu Sungai Selatan
Skandal Tambang di Atas Lahan Cacat Hukum: Penetapan Tersangka Para Kepala Desa Runtuhkan Legitimasi Operasional PT AGM
Bedah Dokumen: Operasional PT Antang Gunung Meratus di Lahan SHM Rakyat Diduga Tabrak UU Minerba dan KUHP
Kejagung Tetapkan Tiga Eks Pimpinan BGN Tersangka Korupsi MBG, Dugaan Penyimpangan Sentuh Pengadaan Rp 1 Triliun
Dadan Hindayana Ditahan Kejagung, Pergantian Mendadak Pimpinan BGN Memantik Sorotan Publik
Sidang Pembelaan Nadiem Makarim: Antara Klaim Tak Bersalah dan Deret Bukti Lapangan
Dapat Tanah dari Orang Tua? Simak Penjelasan Proses Balik Nama Sertipikat Berikut Ini
Sambangi Sulbar, Wamen Ossy Imbau GTRA Jadi Kunci Penyelesaian Konflik Pertanahan di Daerah

Berita Terkait

Sabtu, 6 Juni 2026 - 14:16 WIB

Polda Aceh Ajak Masyarakat Meriahkan Bank Aceh Bhayangkara Run 2026

Sabtu, 6 Juni 2026 - 12:58 WIB

Tingkatkan Kompetensi Medis dan Hukum, UPTD Bapelkas Aceh bersama IDI Aceh Tenggara Gelar Workshop Visum et Repertum dan Medikolegal Gratis

Kamis, 4 Juni 2026 - 18:38 WIB

Satresnarkoba Polres Aceh Tenggara Gagalkan Peredaran Sabu di Bambel, Seorang Pengedar Diamankan

Kamis, 4 Juni 2026 - 01:48 WIB

PJ Pengulu Kute Buluh Bongkar Dugaan Sogokan Rp3 Juta untuk Menyerangnya, Tantang Pelapor Buka Fakta di Hadapan Publik

Rabu, 3 Juni 2026 - 18:09 WIB

Kepsek dapat Revitalisasi Bantuan Bencana pilih Bungkam dan Libatkan oknum keluarga di Agara

Selasa, 2 Juni 2026 - 21:25 WIB

Kapolsek Babul Makmur Pimpin Langsung Pengamanan Pelaku Penganiayaan , Bukti Kesigapan Polri Melayani Masyarakat

Selasa, 2 Juni 2026 - 15:00 WIB

BNN Aceh dan Pemkab Aceh Tenggara Teken Nota Kesepakatan, Perkuat Sinergi Wujudkan Aceh Tenggara Bersih Narkoba

Senin, 1 Juni 2026 - 19:54 WIB

IDI Aceh Tenggara Gelar Workshop Visum Et Repertum dan Medikolegal, Hadirkan Pakar Forensik Nasional

Berita Terbaru