Literatur Institut Dorong Evaluasi Komprehensif Program Makan Bergizi Gratis

Redaksi Bara News

- Redaksi

Minggu, 28 September 2025 - 05:22 WIB

50315 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA |  Literatur Institut mendorong Badan Gizi Nasional (BGN) untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Seruan ini disampaikan menyusul munculnya sejumlah kasus dugaan keracunan makanan yang dialami oleh penerima manfaat program di berbagai daerah.

Direktur Literatur Institut, Asran Siara, mengatakan bahwa evaluasi perlu dilakukan secara komprehensif terhadap seluruh rantai pelaksanaan, mulai dari standar operasional hingga sistem pengawasan internal di tingkat Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Tujuannya, untuk memastikan insiden serupa tidak terjadi kembali pada masa mendatang.

“Kita berharap program pemenuhan gizi masyarakat tetap berjalan dengan prinsip zero accident,” kata Asran di Jakarta, Sabtu (27/9/2025).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menyambut baik langkah cepat yang diambil BGN dalam merespons insiden tersebut, termasuk penutupan sedikitnya 40 SPPG yang tidak memenuhi standar operasional. Menurutnya, program pemenuhan gizi tidak hanya penting secara sosial, tetapi juga strategis bagi pembangunan sumber daya manusia Indonesia.

“Program pemenuhan gizi adalah instrumen vital untuk meningkatkan kualitas SDM Indonesia. Karena itu, aspek keamanan pangan dan keselamatan penerima manfaat harus menjadi prioritas utama,” ujarnya.

Asran juga menilai sikap terbuka BGN yang secara resmi meminta maaf kepada publik sebagai bentuk tanggung jawab moral yang patut diapresiasi. Permintaan maaf tersebut dinilai penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap program makanan bergizi yang menjadi salah satu agenda nasional.

“Permohonan maaf ini penting sebagai bentuk tanggung jawab moral atas insiden yang terjadi. Ini juga mencerminkan komitmen BGN terhadap prinsip transparansi dan akuntabilitas,” kata Asran.

Ia menyebut bahwa respons cepat BGN, termasuk janji evaluasi, menunjukkan kesungguhan lembaga negara dalam menghadapi persoalan publik secara terbuka dan responsif. Hal ini penting, mengingat program MBG menyangkut kesehatan dan keselamatan jutaan anak dan ibu hamil di seluruh Indonesia.

Sebelumnya, Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik S. Deyang, telah menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat secara terbuka. Permintaan maaf itu disampaikan dalam konferensi pers di Kantor BGN, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (26/9/2025).

“Yang paling penting, dari hati saya yang terdalam, saya mohon maaf atas nama BGN. Atas nama seluruh SPPG di Indonesia, saya mohon maaf,” ujar Nanik, dengan suara terbata.

Kasus dugaan keracunan makanan yang dipasok oleh sejumlah SPPG dalam program MBG tengah menjadi perhatian publik. Pemerintah melalui BGN menyatakan tengah melakukan evaluasi total terhadap pelaksanaan program, termasuk penguatan sistem pengawasan, pelatihan ulang tenaga lapangan, serta revisi standar operasional.

Program Makan Bergizi Gratis digulirkan pada awal 2025 sebagai bagian dari program prioritas nasional untuk memperkuat ketahanan gizi, terutama pada anak-anak usia sekolah dan ibu hamil. Hingga kini, program tersebut telah menjangkau lebih dari 30 juta penerima manfaat di seluruh Indonesia.

Berita Terkait

Skandal Tambang di Atas Lahan Cacat Hukum: Penetapan Tersangka Para Kepala Desa Runtuhkan Legitimasi Operasional PT AGM
Bedah Dokumen: Operasional PT Antang Gunung Meratus di Lahan SHM Rakyat Diduga Tabrak UU Minerba dan KUHP
Kejagung Tetapkan Tiga Eks Pimpinan BGN Tersangka Korupsi MBG, Dugaan Penyimpangan Sentuh Pengadaan Rp 1 Triliun
Dadan Hindayana Ditahan Kejagung, Pergantian Mendadak Pimpinan BGN Memantik Sorotan Publik
Sidang Pembelaan Nadiem Makarim: Antara Klaim Tak Bersalah dan Deret Bukti Lapangan
Dapat Tanah dari Orang Tua? Simak Penjelasan Proses Balik Nama Sertipikat Berikut Ini
Sambangi Sulbar, Wamen Ossy Imbau GTRA Jadi Kunci Penyelesaian Konflik Pertanahan di Daerah
Perkuat Kepastian Hukum untuk Rumah Tinggal, Masyarakat Bisa Tingkatkan Sertipikat HGB ke HM Sekarang

Berita Terkait

Sabtu, 6 Juni 2026 - 14:34 WIB

Oknum Kepala SMA Negeri 1 Badar Agara Diduga Korupsi Dana Bos dan Pungli Persiswa Ratusan Ribu.

Sabtu, 6 Juni 2026 - 12:58 WIB

Tingkatkan Kompetensi Medis dan Hukum, UPTD Bapelkas Aceh bersama IDI Aceh Tenggara Gelar Workshop Visum et Repertum dan Medikolegal Gratis

Kamis, 4 Juni 2026 - 18:38 WIB

Satresnarkoba Polres Aceh Tenggara Gagalkan Peredaran Sabu di Bambel, Seorang Pengedar Diamankan

Kamis, 4 Juni 2026 - 01:48 WIB

PJ Pengulu Kute Buluh Bongkar Dugaan Sogokan Rp3 Juta untuk Menyerangnya, Tantang Pelapor Buka Fakta di Hadapan Publik

Rabu, 3 Juni 2026 - 18:09 WIB

Kepsek dapat Revitalisasi Bantuan Bencana pilih Bungkam dan Libatkan oknum keluarga di Agara

Selasa, 2 Juni 2026 - 21:25 WIB

Kapolsek Babul Makmur Pimpin Langsung Pengamanan Pelaku Penganiayaan , Bukti Kesigapan Polri Melayani Masyarakat

Selasa, 2 Juni 2026 - 15:00 WIB

BNN Aceh dan Pemkab Aceh Tenggara Teken Nota Kesepakatan, Perkuat Sinergi Wujudkan Aceh Tenggara Bersih Narkoba

Senin, 1 Juni 2026 - 19:54 WIB

IDI Aceh Tenggara Gelar Workshop Visum Et Repertum dan Medikolegal, Hadirkan Pakar Forensik Nasional

Berita Terbaru