KSP Qodari Ingatkan Bahaya Pungli di Program Makan Bergizi Gratis: Bisa Picu Keracunan Siswa

Redaksi Bara News

- Redaksi

Senin, 22 September 2025 - 19:26 WIB

50472 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta – Kepala Staf Presiden (KSP), M Qodari, mewanti-wanti agar tidak terjadi pungutan liar (pungli) dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ia menegaskan pungli bisa berdampak langsung pada kualitas makanan yang diberikan kepada para siswa, bahkan berisiko menyebabkan keracunan.

“Kalau ada pungli pada SPPG, maka alokasi angka Rp 10 ribu untuk bahan pangan SPPG ini bisa berkurang tergantung berapa punglinya. Itu yang saya katakan, nanti kualitas gizi dan kualitas bahannya akan menurun, yang ujungnya bisa menimbulkan risiko keracunan. Nanti yang dibeli adalah bahan-bahan kualitas rendah,” kata Qodari di Istana Negara, Jakarta, Senin (22/9/2025).

Qodari menekankan bahwa pengelolaan Satuan Produksi Pangan Gizi (SPPG) sebagai dapur utama dalam program MBG harus bersih dan transparan. Ia mengkhawatirkan praktik pungli bisa dilakukan oleh yayasan pendidikan kepada para investor atau penyedia bahan pangan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kalau dibiarkan, tidak hanya target 30 ribu SPPG yang gagal tercapai, tapi anak-anak kita bisa jadi korban makanan kualitas rendah. Ini harus kita jaga bersama,” tegasnya.

Program MBG saat ini tengah berada di bawah sorotan publik. Sejumlah daerah, termasuk Bandung Barat, mengalami kasus keracunan massal setelah mengonsumsi makanan dari dapur MBG. Sejauh ini, lebih dari 5.000 siswa dilaporkan terdampak.

Sebelumnya, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi juga menyampaikan permohonan maaf atas insiden yang terjadi. Ia menyebut kasus keracunan yang muncul merupakan hal yang sangat disesalkan dan bukan kesengajaan.

“Ini menjadi bahan evaluasi kami. Kami sudah berkoordinasi dengan Badan Gizi Nasional (BGN) dan pemerintah daerah untuk memperbaiki sistem,” ujar Prasetyo.

Desakan evaluasi menyeluruh juga datang dari Ketua DPR RI Puan Maharani yang meminta agar seluruh aspek program MBG dikaji ulang. Ia menilai sistem pengawasan harus diperkuat agar tidak lagi muncul kasus serupa.

Hingga kini, program MBG masih dijalankan secara bertahap di seluruh Indonesia dengan anggaran per siswa sebesar Rp 10.000 per hari. Namun berbagai pihak menilai, tanpa perbaikan tata kelola secara menyeluruh, manfaat program ini bisa tertutup oleh risiko dan persoalan di lapangan.

Berita Terkait

DOSA EKOLOGIS DI ATAS TANAH JARAHAN,Status Tersangka Para Kades Bongkar Borok Operasional dan Kejahatan Kehutanan PT AGM di Hulu Sungai Selatan
Skandal Tambang di Atas Lahan Cacat Hukum: Penetapan Tersangka Para Kepala Desa Runtuhkan Legitimasi Operasional PT AGM
Bedah Dokumen: Operasional PT Antang Gunung Meratus di Lahan SHM Rakyat Diduga Tabrak UU Minerba dan KUHP
Kejagung Tetapkan Tiga Eks Pimpinan BGN Tersangka Korupsi MBG, Dugaan Penyimpangan Sentuh Pengadaan Rp 1 Triliun
Dadan Hindayana Ditahan Kejagung, Pergantian Mendadak Pimpinan BGN Memantik Sorotan Publik
Sidang Pembelaan Nadiem Makarim: Antara Klaim Tak Bersalah dan Deret Bukti Lapangan
Dapat Tanah dari Orang Tua? Simak Penjelasan Proses Balik Nama Sertipikat Berikut Ini
Sambangi Sulbar, Wamen Ossy Imbau GTRA Jadi Kunci Penyelesaian Konflik Pertanahan di Daerah

Berita Terkait

Sabtu, 6 Juni 2026 - 14:16 WIB

Polda Aceh Ajak Masyarakat Meriahkan Bank Aceh Bhayangkara Run 2026

Sabtu, 6 Juni 2026 - 12:58 WIB

Tingkatkan Kompetensi Medis dan Hukum, UPTD Bapelkas Aceh bersama IDI Aceh Tenggara Gelar Workshop Visum et Repertum dan Medikolegal Gratis

Kamis, 4 Juni 2026 - 18:38 WIB

Satresnarkoba Polres Aceh Tenggara Gagalkan Peredaran Sabu di Bambel, Seorang Pengedar Diamankan

Kamis, 4 Juni 2026 - 01:48 WIB

PJ Pengulu Kute Buluh Bongkar Dugaan Sogokan Rp3 Juta untuk Menyerangnya, Tantang Pelapor Buka Fakta di Hadapan Publik

Rabu, 3 Juni 2026 - 18:09 WIB

Kepsek dapat Revitalisasi Bantuan Bencana pilih Bungkam dan Libatkan oknum keluarga di Agara

Selasa, 2 Juni 2026 - 21:25 WIB

Kapolsek Babul Makmur Pimpin Langsung Pengamanan Pelaku Penganiayaan , Bukti Kesigapan Polri Melayani Masyarakat

Selasa, 2 Juni 2026 - 15:00 WIB

BNN Aceh dan Pemkab Aceh Tenggara Teken Nota Kesepakatan, Perkuat Sinergi Wujudkan Aceh Tenggara Bersih Narkoba

Senin, 1 Juni 2026 - 19:54 WIB

IDI Aceh Tenggara Gelar Workshop Visum Et Repertum dan Medikolegal, Hadirkan Pakar Forensik Nasional

Berita Terbaru