KPK Tegaskan Korupsi di Daerah Masih Dominan, Dorong Penguatan Integritas Kepala Daerah

Redaksi Bara News

- Redaksi

Jumat, 14 November 2025 - 03:26 WIB

50399 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA |  Komisi Pemberantasan Korupsi menyebut praktik korupsi yang melibatkan pejabat pemerintah daerah masih mendominasi perkara yang ditangani lembaga tersebut. Berdasarkan data yang dihimpun hingga tahun 2025, sebanyak 51 persen dari keseluruhan perkara korupsi yang ditangani berasal dari tingkat daerah, baik di lingkungan eksekutif maupun legislatif.

Pernyataan tersebut disampaikan Wakil Ketua KPK Fitroh Rohcahyanto saat memberikan materi dalam Kursus Pemantapan Pimpinan Daerah (KPPD) Gelombang II Tahun 2025 yang mengusung tema “Penguatan Integritas untuk Mengikis Perilaku Koruptif dalam Tata Kelola Pemerintahan Daerah” di Gedung Trigatra, Lemhannas, Jakarta, Rabu (5/11).

“51 persen perkara korupsi yang ditangani berasal dari lingkungan pemerintah daerah, baik eksekutif maupun legislatif,” ujar Fitroh di hadapan 25 peserta yang terdiri dari bupati dan wali kota.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Fitroh menjelaskan, dari total 1.666 perkara yang telah ditangani KPK sejak berdiri, sebanyak 854 perkara melibatkan pejabat daerah. Ia menilai, kondisi tersebut erat kaitannya dengan tingginya biaya politik dalam proses pemilihan kepala daerah yang sering menimbulkan praktik transaksional.

“Para kandidat sering terjebak dalam lingkaran pemodal yang menuntut imbal balik berupa proyek dan akses terhadap anggaran,” ujarnya. Ia menyebutkan bahwa sebagian besar kasus korupsi di daerah bermula dari persoalan integritas dan lemahnya pengawasan, bukan semata kekosongan aturan.

Fitroh juga menyampaikan bahwa upaya pencegahan korupsi perlu dimulai dari kesadaran individu para pemimpin daerah. Menurutnya, integritas pribadi, komitmen moral, dan konsistensi menjalankan prinsip tata kelola pemerintahan yang baik menjadi kunci. Ia mendorong para kepala daerah untuk mengoptimalkan pengawasan internal serta memanfaatkan sistem digital seperti e-procurement, e-planning, dan e-audit untuk menutup celah korupsi dalam pengelolaan anggaran dan proyek.

Disampaikan pula pentingnya memaknai kepemimpinan tidak hanya sebagai posisi kekuasaan, melainkan wujud pelayanan yang berpihak pada kepentingan masyarakat. “Puncak kualitas seorang pemimpin adalah kebijaksanaan. Keputusan bijak lahir dari integritas,” ucap Fitroh.

Untuk memperkuat komitmen kepala daerah dalam melayani publik secara utuh, ia mengenalkan prinsip ‘GATOTKACA MESRA’ yang mencakup gerak cepat, totalitas, kreatif, adaptif, cerdas, amanah, melayani, empati, sepenuh hati, ramah, dan antusias. Ia mengajak seluruh peserta kursus untuk hadir dan melayani masyarakat dengan hati, tidak sekadar menjalankan rutinitas formal.

“Layani masyarakat dengan empati. Jangan sombong, dan jangan takut ditangkap KPK jika tidak bermain kotor,” katanya.

Fitroh juga memperkenalkan lima nilai fundamental dalam membangun karakter kepemimpinan yang kuat, yang disusun dalam piramida ‘IDOLA’, yakni integritas, dedikasi, objektif, loyal, dan adil. Ia menyebutkan bahwa seluruh unsur tersebut harus hadir secara utuh dalam diri seorang pemimpin publik.

Menurutnya, jika nilai-nilai itu diterapkan, maka tata kelola pemerintahan akan berjalan dengan baik dan kepercayaan masyarakat terhadap institusi negara akan terus tumbuh. “Kalau pemimpin memiliki IDOLA, tujuan bernegara yang adil, makmur, dan berintegritas niscaya dapat terwujud,” pungkasnya. (*)

Berita Terkait

Kapolri Pimpin Renungan Nilai-Nilai Ksatria Bhayangkara di Cikeas
Dolar Tembus Rp16.738, Kemenkeu Menetapkan Kurs Baru untuk Pajak dan Bea Masuk Periode 26 Nov–2 Des
Polda Lampung Klarifikasi Temuan Lencana Polisi di Mobil Berisi Ribuan Ekstasi di Tol Bakauheni–Terbanggi Besar
Sekjen Koalisi Perempuan Indonesia: Perbaikan Pengawasan Lebih Baik, Dibanding Rubah UU Polri
Soeharto Dinilai Layak Menjadi Pahlawan Nasional, Ini Deretan Pencapaian Semasa Pemerintahannya
Kepala BGN Tuai Pujian, Kampanyekan Program Makan Bergizi sebagai Hak Anak Indonesia
DPR RI Semprot Wakapolri, Pelayanan SPKT Polri Dinilai Kalah dari Satpam
Dolar Tembus Rp16.705: Kemenkeu Tetapkan Kurs Pajak 19–25 November 2025, Deretan Mata Uang Asing Ikut Terkerek dalam Keputusan Resmi Nomor 25/MK/EF.2/2025

Berita Terkait

Jumat, 5 Desember 2025 - 15:40 WIB

Kecamatan Seunagan Timur Salurkan Bantuan Masa Panik Untuk Warga Beutong Ateuh

Jumat, 5 Desember 2025 - 15:22 WIB

PPPK Angkat 2024 RSUD SIM Nagan Raya Serahkan Bantuan Korban Banjir Melalui RAPI

Jumat, 5 Desember 2025 - 01:22 WIB

DPD PDI Perjuangan Aceh Distribusikan Bantuan Hingga Subuh di Aceh Tamiang Meski Akses Terputus

Selasa, 2 Desember 2025 - 23:23 WIB

Bupati TRK Tinjau Kondisi Terkini Pascabanjir Bandang di Beutong Ateuh Banggalang

Selasa, 2 Desember 2025 - 23:15 WIB

YARA: BPJN Aceh Gagal Pastikan Akses Jalan & Jembatan — Ribuan Korban Banjir Terisolasi

Selasa, 2 Desember 2025 - 23:03 WIB

SDN Babah Krueng Nagan Raya Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW Dan Santunan Anak Yatim

Selasa, 2 Desember 2025 - 03:11 WIB

Momen HUT Ke-54 KORPRI, Plt. Sekda Zulkifli Serahkan Penghargaan Satyalancana Karya Satya

Selasa, 2 Desember 2025 - 03:03 WIB

Bupati Nagan Raya TRK Terbitkan Surat Edaran, Larang Pedagang Naikkan Harga

Berita Terbaru

ACEH TENGGARA

Polsek Babussalam Lakukan Pembersihan Rumah Warga Terdampak Banjir

Jumat, 5 Des 2025 - 16:43 WIB