KontraS Aceh Kecam Tindakan Represif Aparat Saat Kerusuhan Peringatan Hari Damai Ke-21

Redaksi Bara News

- Redaksi

Minggu, 16 Agustus 2026 - 03:42 WIB

50143 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANDA ACEH – Peringatan Hari Damai Aceh ke-21 yang digelar pada Sabtu (15/8/2026) berubah panas ketika kerusuhan pecah antara massa dan aparat keamanan di pusat Kota Banda Aceh. Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) Aceh menyatakan kecaman keras atas langkah represif petugas di lapangan, khususnya penggunaan tembakan peringatan ke udara untuk membubarkan peserta aksi.

Koordinator KontraS Aceh, Azharul Husna, menilai insiden tersebut tidak bisa dianggap sebagai peristiwa insidental. Menurutnya, kerusuhan itu merupakan konsekuensi dari persoalan struktural yang belum tuntas di Aceh sejak era konflik berlalu. Ia menyoroti tindakan aparat yang memilih penggunaan kekuatan fisik dan tembakan ke udara, langkah yang dinilai kontraproduktif dan berpotensi memperbesar trauma sosial masyarakat Aceh yang memiliki catatan panjang kelam konflik dan operasi militer di masa lalu.

Azharul menegaskan, penyelesaian masalah di Aceh membutuhkan pendekatan komprehensif. Aparat keamanan, Ia menekankan, semestinya mengutamakan komunikasi yang persuasif dan dialogis, terlebih dalam momentum Hari Damai yang seharusnya merekatkan kembali semangat kebersamaan masyarakat Aceh, bukan memancing luka lama yang belum sepenuhnya pulih.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Berdasarkan pantauan di lokasi, aksi unjuk rasa yang berujung ricuh itu menyebabkan sejumlah peserta mengalami luka-luka. Satu warga bahkan harus mendapatkan perawatan medis akibat cedera di bagian kepala. Dalam rangkaian kejadian itu, massa juga membakar satu unit sepeda motor dinas TNI yang terparkir di sekitar masjid. Sampai saat ini, aparat keamanan masih melakukan pendalaman dan investigasi untuk mengungkap pemicu utama terjadinya kericuhan yang mencederai peringatan perdamaian Aceh tahun ini. (*)

Berita Terkait

Pemerintah Aceh dan DPRA Konsultasikan Kepastian Hukum Bendera Bulan Bintang ke Kemendagri
Bendera Merah Putih Kembali Berkibar di Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh, Simbol Pemulihan Menjelang HUT ke-81 RI
Status Bendera Bintang Bulan Masih Menjadi Polemik di Aceh
Teriakan “Merdeka” Warnai Peringatan Hari Damai Aceh ke-21 di Masjid Raya Baiturrahman
Hari Damai Aceh Berubah Jadi Chaos, Massa Kejar Aparat hingga Bakar Motor TNI
Aksi Kericuhan Hari Damai Aceh Rusak Sejumlah Kendaraan, Warga Minta Pemerintah Beri Perhatian
Massa Tunjukkan Foto Korban Luka Saat Kerusuhan Peringatan Damai Aceh
Kericuhan Hari Damai Aceh: Tanda Kekecewaan atau Aksi yang Ditunggangi?

Berita Terkait

Senin, 17 Agustus 2026 - 01:51 WIB

Ribuan Warga Samadua Kompak Tolak Tambang, Desak Rekomendasi Eksplorasi Dicabut!

Minggu, 16 Agustus 2026 - 05:34 WIB

Bupati Aceh Selatan Didesak Merdekakan Samadua dari Bayang-bayang Perusahaan Tambang

Minggu, 16 Agustus 2026 - 05:34 WIB

Ribuan Warga Samadua Bergerak Tolak Perusahaan Tambang, Ketua DPRK Aceh Selatan Ikut Tandatangani Petisi

Minggu, 9 Agustus 2026 - 00:06 WIB

ForPAS : IUP MMS Bukan Cek Kosong, KPK Diminta Telusuri Kemungkinan Dugaan Gratifikasi dalam Perizinan

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 00:29 WIB

Bupati Aceh Selatan Dukung Peningkatan Kompetensi Guru, Pemkab Jajaki Kerja Sama dengan Pascasarjana USK

Kamis, 23 Juli 2026 - 23:53 WIB

Senjata Api Mengancam Masyarakat, IMP Desak Evaluasi dan Pemeriksaan Polres Aceh Selatan

Rabu, 22 Juli 2026 - 01:31 WIB

Pemkab Aceh Selatan Percepat Usulan WPR, Sembilan Lokasi Disiapkan untuk Tambang Rakyat Legal

Selasa, 14 Juli 2026 - 23:25 WIB

Seleksi BCKS 2026 Digelar di Tapaktuan, 71 Guru dari 5 Kabupaten di Aceh Ikuti Ujian CAT

Berita Terbaru