Ketua Umum HMP2T Pertanyakan Moral Bupati Aceh Selatan yang Pergi Umrah di Tengah Derita Korban Banjir

Redaksi Bara News

- Redaksi

Sabtu, 6 Desember 2025 - 01:32 WIB

50291 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aceh Selatan – Himpunan Mahasiswa Pemuda dan Pelajar Trumon (HMP2T) menyampaikan kritik keras terhadap langkah Bupati Aceh Selatan yang memilih berangkat umrah di saat masyarakat Trumon dan wilayah Aceh Selatan masih berjuang memulihkan diri pasca banjir besar. Keputusan tersebut memicu kekecewaan mendalam, terlebih setelah sebelumnya beredar pernyataan bahwa pemerintah daerah “tidak mampu menangani banjir Trumon”.

Ketua Umum HMP2T, *T. Ridwansyah*, menyebut tindakan itu sebagai ironi kepemimpinan dan pukulan moral bagi masyarakat yang sedang berduka. Sementara warga di lapangan berjuang membersihkan rumah, memperbaiki jembatan, dan menunggu kehadiran pemimpin mereka, justru muncul kabar bahwa sang bupati memilih meninggalkan daerah untuk melaksanakan ibadah umrah.

“Kami mahasiswa, para pemuda, para relawan, sedang mengumpulkan donasi, mengevakuasi masyarakat, mengangkat lumpur, dan bekerja tanpa tidur. Tapi pemimpin tertinggi daerah ini malah pergi umrah setelah mengaku tak mampu menangani banjir. Maaf, ini bukan soal ibadah—ini soal prioritas dan hati nurani!” tegas T. Ridwansyah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ridwansyah menambahkan bahwa masyarakat Aceh Selatan patut mempertanyakan sensitivitas dan tanggung jawab moral bupati dalam situasi darurat seperti ini. Menurutnya, keberangkatan umrah di tengah krisis bukan sekadar persoalan keputusan pribadi, melainkan cerminan kualitas kepemimpinan.

“Di saat rakyatnya masih menyeka air mata, di saat warga Trumon tidak tahu harus tidur di mana, pemimpin yang seharusnya berdiri paling depan malah tidak berada di tempat. Bagaimana mungkin seorang bupati mengangkat tangan, mengatakan tidak mampu, lalu pergi meninggalkan rakyat? Ini bukan teladan ini pengingkaran terhadap amanah.”

HMP2T menegaskan bahwa mereka bukan menolak ibadah atau niat baik, tetapi menolak waktu yang tidak tepat, sikap yang tidak peka, dan pemimpin yang tidak hadir ketika rakyat membutuhkan.

“Kami ingin kepemimpinan yang punya hati. Kepemimpinan yang hadir di lumpur, bukan hanya hadir di baliho. Kalau pemimpin kami memilih pergi ketika rakyat tenggelam dalam kesulitan, kami sebagai mahasiswa wajib bersuara. Karena diam di tengah ketidakadilan adalah bentuk pengkhianatan terhadap nurani.” ujar Ridwansyah menutup pernyataannya.

Berita Terkait

Warga Samadua Tolak Perusahaan Tambang, Koalisi: Izin Bukan Cek Kosong
3 Keuchik di Kemasjidan Air Sialang Samadua Resmi Tolak IUP PT MMS, 2 Keuchik Cabut Rekomendasi
DPRK Aceh Selatan Didesak Bongkar Dugaan Maladministrasi Izin Perusahaan Tambang di Samadua
Ribuan Warga Samadua Kompak Tolak Tambang, Desak Rekomendasi Eksplorasi Dicabut!
Bupati Aceh Selatan Didesak Merdekakan Samadua dari Bayang-bayang Perusahaan Tambang
Ribuan Warga Samadua Bergerak Tolak Perusahaan Tambang, Ketua DPRK Aceh Selatan Ikut Tandatangani Petisi
ForPAS : IUP MMS Bukan Cek Kosong, KPK Diminta Telusuri Kemungkinan Dugaan Gratifikasi dalam Perizinan
Bupati Aceh Selatan Dukung Peningkatan Kompetensi Guru, Pemkab Jajaki Kerja Sama dengan Pascasarjana USK

Berita Terkait

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 17:49 WIB

Habib Rizieq Soroti Polemik Pengibaran Bendera Bulan Bintang dan Implementasi Perjanjian Helsinki di Aceh

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 17:43 WIB

Polresta Banda Aceh Tetapkan MA Tersangka Dugaan Pemerkosaan Anak Tiga Tahun

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 17:18 WIB

Aksi Berani Wagub Aceh Redam Kericuhan Peringatan Hari Damai di Masjid Raya Baiturrahman

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 17:07 WIB

Pemerintah Aceh Upayakan Penyelesaian Permanen Polemik Pengibaran Bendera Bintang Bulan

Kamis, 20 Agustus 2026 - 04:00 WIB

Dorong Daya Saing Industri, Bea Cukai Banda Aceh Berikan Fasilitas Pembebasan Cukai

Rabu, 19 Agustus 2026 - 02:26 WIB

Pemerintah Diminta Segera Implementasikan MoU Helsinki untuk Menjaga Perdamaian Aceh

Senin, 17 Agustus 2026 - 02:50 WIB

Pemerintah Aceh dan DPRA Konsultasikan Kepastian Hukum Bendera Bulan Bintang ke Kemendagri

Senin, 17 Agustus 2026 - 02:44 WIB

Bendera Merah Putih Kembali Berkibar di Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh, Simbol Pemulihan Menjelang HUT ke-81 RI

Berita Terbaru