GAYO LUES | Bencana banjir bandang yang melanda Kabupaten Gayo Lues beberapa hari lalu meninggalkan kerusakan parah pada berbagai fasilitas infrastruktur, termasuk jalan, jembatan, irigasi, serta bangunan pengaman tebing sungai. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Gayo Lues mencatat skala kerusakan yang terjadi melampaui perkiraan awal dan membutuhkan penanganan darurat secara bertahap, terutama di titik-titik prioritas yang menyangkut akses vital masyarakat.
Kepala Dinas PUPR Kabupaten Gayo Lues, Chairuddin, Pada Minggu 4 Januari 2026 menyampaikan bahwa hingga saat ini pihaknya telah melakukan pendataan kerusakan yang mencakup 55 ruas jalan yang terdampak, baik ringan maupun berat. Selain itu, terdapat 105 jembatan juga mengalami kerusakan dengan tingkat yang bervariasi. Rinciannya antara lain 13 unit jembatan rangka baja, 21 unit jembatan komposit, 3 jembatan, 10 unit jembatan, serta 50 unit jembatan gantung yang juga terkena dampak langsung dari bencana.
Tidak hanya jalan dan jembatan, sistem irigasi di berbagai wilayah kecamatan juga mengalami kerusakan masif. Dinas PUPR mencatat sebanyak 60 titik irigasi mengalami gangguan fungsi, sementara pada sektor pengelolaan sungai, ada 58 titik bangunan pengaman tebing yang hanyut terbawa derasnya arus air saat bencana terjadi. Bangunan-bangunan ini selama ini berfungsi melindungi permukiman dan infrastruktur jalan di sekitar bantaran sungai, dan hilangnya fungsi perlindungan itu memperbesar potensi bencana susulan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Chairuddin menjelaskan bahwa sejak bencana terjadi, pihaknya langsung memfokuskan penanganan darurat pada jalur utama logistik yang menghubungkan Kota Cane ke Kabupaten Gayo Lues, khususnya ruas yang mengarah ke Blangkejeren. Jalur ini merupakan akses strategis yang menjadi nadi kehidupan ekonomi serta distribusi bantuan kemanusiaan. Ia menyebut bahwa beberapa hari lalu, jalur tersebut sudah bisa kembali dilalui, meski hanya oleh kendaraan bertonase tertentu.
Namun kondisi itu tidak berlangsung lama. Pada 1 Januari 2026, hujan deras kembali mengguyur wilayah Gayo Lues dan memicu terjadinya longsor susulan di sejumlah titik. Akibatnya, akses dari Blangkejeren ke Kota Cane kembali tertutup hingga saat ini. Pihak PUPR Kabupaten memperkirakan jalur tersebut kemungkinan baru bisa kembali normal dalam tiga hari ke depan, tergantung pada situasi cuaca dan kemampuan pengerahan alat berat di lapangan.
Kunjungan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat ke Gayo Lues turut membawa perkembangan penting dalam penanganan bencana. Chairuddin mengatakan, dalam kunjungan tersebut, Menteri langsung menunjuk PT Hutama Karya sebagai pelaksana lapangan untuk penanganan darurat, baik untuk ruas jalan nasional maupun wilayah-wilayah yang berada di sepanjang aliran sungai. Penanganan bersifat cepat dan strategis, agar meskipun masih dalam status darurat, infrastruktur yang disiapkan dapat bertahan jika terjadi hujan susulan dalam waktu dekat.
Dari sisi pemerintah daerah, Dinas PUPR Kabupaten juga telah sejak awal menjalankan upaya normalisasi di sejumlah daerah aliran sungai. Normalisasi dilakukan sebagai langkah cepat untuk mencegah perluasan dampak kerusakan, terutama di wilayah permukiman dan fasilitas umum vital. Namun, Chairuddin menyatakan bahwa penanganan lebih lanjut ke depan akan dilimpahkan kepada pihak kementerian dan pelaksana proyek nasional, yang memiliki sumber daya dan kapasitas yang lebih memadai.
Ia menyebut telah melakukan koordinasi langsung dengan pihak Balai Wilayah Sungai. Dalam waktu dekat, alat-alat berat dari kementerian akan mulai dimobilisasi ke Gayo Lues untuk mempercepat penanganan. Lokasi-lokasi prioritas telah diidentifikasi, dan alat berat akan langsung difokuskan ke titik yang paling mendesak untuk distabilkan. Dari hasil pengecekan lapangan, salah satu titik yang dianggap sangat mendesak adalah wilayah Sungai Air Bubu.
Titik ini menjadi perhatian karena adanya jembatan yang menghubungkan ibu kota kabupaten dengan Markas Batalyon serta Rumah Sakit Umum Daerah. Putusnya jembatan ini tidak hanya mengganggu akses logistik, tetapi juga mengancam jalur evakuasi maupun distribusi bantuan kesehatan. Karena itu, penanganan pada titik ini akan dilakukan secepatnya agar akses masyarakat terhadap pelayanan dasar tidak sepenuhnya terputus.
Dinas PUPR Gayo Lues menyampaikan komitmennya untuk terus bekerja sama dengan semua pihak, baik instansi pusat maupun pelaksana teknis, guna mempercepat rehabilitasi infrastruktur dan memastikan keberlanjutan pembangunan pascabencana. Meskipun tantangan cuaca dan medan menjadi hambatan tersendiri, koordinasi yang solid dan komitmen penuh dari semua pihak diharapkan dapat mempercepat pemulihan kondisi secara menyeluruh.(Abdiansyah)




































