Kepala BGN Minta Maaf soal Cucu Mahfud MD Keracunan MBG

Redaksi Bara News

- Redaksi

Rabu, 1 Oktober 2025 - 17:30 WIB

50329 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, menyampaikan permintaan maaf kepada mantan Menko Polhukam Mahfud MD karena cucunya mengalami keracunan setelah mengonsumsi makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Yogyakarta.

“Ya kami mohon maaf atas hal itu,” kata Dadan saat ditemui wartawan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (1/10/2025).

Dadan mengatakan pihaknya hari ini menggelar rapat bersama DPR RI serta kementerian dan lembaga terkait untuk membahas perbaikan tata kelola program MBG. Ia mengakui bahwa peristiwa keracunan yang melibatkan ribuan siswa dan ibu hamil menjadi sorotan serius.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kenapa kami rapat hari ini, juga untuk memperbaiki terkait tata kelola,” ujar Dadan.

Dalam rapat tersebut, Dadan dicecar sejumlah anggota DPR terkait angka keracunan yang terus bertambah. BGN mencatat sampai 30 September 2025, ada lebih dari 6.457 orang terdampak kasus keracunan MBG.

Sebelumnya, Mahfud MD membagikan cerita bahwa dua cucunya menjadi korban keracunan MBG saat jam makan siang sekolah di Yogyakarta. Salah satunya bahkan harus dirawat hingga empat hari di rumah sakit. Cerita itu disampaikan Mahfud dalam video berdurasi 14 menit berjudul “Bereskan Tata Kelola MBG” yang diunggah di akun YouTube-nya pada Rabu (1/10).

“Cucu saya juga keracunan. Ya, MBG di Jogja,” ujar Mahfud. “Cucu ponakan ya. Saya punya ponakan, ponakan saya tuh punya anak namanya Iksan. Makan siang gratis, ya masakan bergizi gratis, lalu satu kelas itu delapan orang langsung muntah-muntah,” lanjutnya.

Kasus-kasus keracunan MBG belakangan memang menjadi perhatian publik. Banyak pihak mendesak evaluasi menyeluruh terhadap distribusi, kualitas makanan, hingga pengawasan di lapangan karena menyangkut keselamatan anak-anak dan kelompok rentan.

Dadan memastikan BGN tidak menutup mata dan akan terus berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk memperbaiki sistem agar peristiwa serupa tidak terulang. (*)

Berita Terkait

Mahasiswa Geruduk DPRD Kota Malang, Bakar Ban hingga Ancam Turun dengan Massa Lebih Besar
Profesor Sutan Nasomal Sangat Yakin Presiden Prabowo Tutup Semua Pintu Setan Hanya Pintu Keadilan Untuk Rakyat Indonesia!!!
BEM UI Bantah Demo Tanpa Pemberitahuan, Klaim Surat ke Polisi Sudah Dikirim
Vendor Motor Listrik Jadi Tersangka, Dugaan Korupsi Program Makan Bergizi Gratis Makin Meluas
Aksi Ribuan Mahasiswa Indonesia di Jakarta Disorot Media Asing, Protes soal Kebijakan Ekonomi Pemerintah
Sidang Kasus Chromebook: Nadiem Makarim Kritik Replik Jaksa, Dukungan Moral Publik Menguat
Ahli Bantah Tuduhan Tidak Independen dalam Kasus Dugaan Korupsi Chromebook
KPK Bongkar Fee Rp1,6 Miliar untuk Ubah Audit Muara Enim, Lima Orang Ditahan

Berita Terkait

Senin, 15 Juni 2026 - 06:25 WIB

Profesor Sutan Nasomal Sangat Yakin Presiden Prabowo Tutup Semua Pintu Setan Hanya Pintu Keadilan Untuk Rakyat Indonesia!!!

Minggu, 14 Juni 2026 - 02:36 WIB

BEM UI Bantah Demo Tanpa Pemberitahuan, Klaim Surat ke Polisi Sudah Dikirim

Sabtu, 13 Juni 2026 - 08:48 WIB

Vendor Motor Listrik Jadi Tersangka, Dugaan Korupsi Program Makan Bergizi Gratis Makin Meluas

Jumat, 12 Juni 2026 - 22:20 WIB

Aksi Ribuan Mahasiswa Indonesia di Jakarta Disorot Media Asing, Protes soal Kebijakan Ekonomi Pemerintah

Jumat, 12 Juni 2026 - 07:14 WIB

Sidang Kasus Chromebook: Nadiem Makarim Kritik Replik Jaksa, Dukungan Moral Publik Menguat

Jumat, 12 Juni 2026 - 07:03 WIB

Ahli Bantah Tuduhan Tidak Independen dalam Kasus Dugaan Korupsi Chromebook

Kamis, 11 Juni 2026 - 19:29 WIB

KPK Bongkar Fee Rp1,6 Miliar untuk Ubah Audit Muara Enim, Lima Orang Ditahan

Kamis, 11 Juni 2026 - 19:25 WIB

Demi Mengejar WTP, Bupati Muara Enim Diduga Suap Audit BPK, KPK Tetapkan Lima Tersangka

Berita Terbaru