Kementan Gandeng BSSN Perkuat Keamanan Digital Pertanian Nasional

Redaksi Bara News

- Redaksi

Jumat, 10 Oktober 2025 - 03:51 WIB

50161 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA |  Kementerian Pertanian memperkuat langkah transformasi digital di sektor pertanian melalui kerja sama strategis dengan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN). Kolaborasi ini menjadi bagian dari komitmen dua lembaga dalam memperkuat keamanan sistem digital pertanian nasional, sekaligus mendukung visi besar kedaulatan dan kemandirian pangan Indonesia.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menekankan pentingnya perlindungan siber di sektor pangan yang menurutnya merupakan urat nadi negara. Ketahanan pangan, kata dia, tidak bisa berdiri tanpa dukungan sistem digital yang aman dari ancaman siber. Ia menyebut, keamanan sistem informasi menjadi salah satu pondasi utama dalam menjalankan kerja-kerja kementerian dengan efisien dan terpercaya.

“Kami sangat membutuhkan perlindungan dan dukungan khusus. Sistem siber kita harus kuat dan aman, karena kalau pangan bermasalah, negara pun bermasalah,” kata Amran usai penandatanganan nota kerja sama dengan BSSN di Kantor Pusat Kementerian Pertanian, Jakarta, Kamis (9/10).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Amran menyebut, kerja sama ini bukan hanya aspek teknis, tetapi bagian dari upaya strategis menuju Indonesia sebagai negara mandiri dan berdaulat secara pangan. Ia menyebut hal ini selaras dengan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk membangun ketahanan dan kemandirian pangan yang kokoh, bahkan mampu menjadi lumbung pangan dunia dalam jangka panjang.

Dalam kerja sama ini, Kementan dan BSSN akan fokus pada peningkatan kualitas perlindungan informasi dan transaksi elektronik, pengamanan teknologi dan komunikasi, pengembangan sumber daya manusia, serta literasi keamanan digital. Salah satu prioritasnya adalah membangun sistem keamanan digital pertanian yang komprehensif, dari perlindungan data petani, sistem informasi pangan, hingga membangun jaringan komunikasi langsung antara petani dan pusat data Kementan.

Amran mengatakan, pihaknya juga berharap BSSN dapat membantu mewujudkan sistem komunikasi digital yang menghubungkan satu juta petani secara online dan real-time, sebagai upaya membangun kontrol dan akses informasi yang cepat dari hulu ke hilir.

“Kami tadi juga minta BSSN memfasilitasi sistem komunikasi untuk bisa langsung menjangkau satu juta petani di seluruh Indonesia. Ini sekaligus untuk memperkuat jaringan, ekosistem data, dan perlindungan digital kita,” ujar Amran.

Ia juga menyinggung pentingnya keamanan data sebagai bagian dari stabilitas nasional, menyebut Indonesia kini tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan pangan domestik, tetapi ikut berperan memberikan bantuan ke negara lain seperti Palestina.

Dari sisi BSSN, Kepala BSSN Nugroho Sulistyo menyebut kerja sama ini merupakan bentuk dukungan langsung terhadap Kementan untuk memperkuat sistem keamanan dan sandi di lingkungan sektor pertanian. Kunjungan pihaknya ke Kementan disebut merupakan bagian dari kelanjutan sinergi strategis yang sudah terbangun antara kedua lembaga.

Menurut Nugroho, ada tiga aspek penting yang akan dikuatkan dalam kerja sama ini, yaitu pada tata kelola, penguatan sumber daya manusia, dan dukungan teknologi. Ia menyebut keamanan siber adalah kerja kolaboratif antarinstansi sehingga tak bisa dilakukan secara sendiri-sendiri.

Ia juga mengungkap, hasil pemantauan BSSN menunjukkan bahwa sistem elektronik di Kementan masuk kategori baik dengan nilai indeks SPBE yang memuaskan. Capaian ini menunjukkan komitmen nyata Kementan dalam membangun tata kelola digital pemerintahan yang baik dan transparan.

“Kami sangat mengapresiasi bisa bermitra dengan Kementan. Kami komit mendukung agar Kementan dapat menjalankan fungsinya dengan efektif lewat sistem elektronik yang terlindungi, kuat, dan terpercaya,” tutur Nugroho.

BSSN menyatakan bakal terus mendampingi Kementan dalam meningkatkan keamanan siber dan literasi digital sektor pertanian nasional. Kolaborasi ini diharapkan menjadi role model transformasi digital sektor publik yang adaptif terhadap tantangan zaman.

Berita Terkait

Skandal Tambang di Atas Lahan Cacat Hukum: Penetapan Tersangka Para Kepala Desa Runtuhkan Legitimasi Operasional PT AGM
Bedah Dokumen: Operasional PT Antang Gunung Meratus di Lahan SHM Rakyat Diduga Tabrak UU Minerba dan KUHP
Kejagung Tetapkan Tiga Eks Pimpinan BGN Tersangka Korupsi MBG, Dugaan Penyimpangan Sentuh Pengadaan Rp 1 Triliun
Dadan Hindayana Ditahan Kejagung, Pergantian Mendadak Pimpinan BGN Memantik Sorotan Publik
Sidang Pembelaan Nadiem Makarim: Antara Klaim Tak Bersalah dan Deret Bukti Lapangan
Dapat Tanah dari Orang Tua? Simak Penjelasan Proses Balik Nama Sertipikat Berikut Ini
Sambangi Sulbar, Wamen Ossy Imbau GTRA Jadi Kunci Penyelesaian Konflik Pertanahan di Daerah
Perkuat Kepastian Hukum untuk Rumah Tinggal, Masyarakat Bisa Tingkatkan Sertipikat HGB ke HM Sekarang

Berita Terkait

Sabtu, 6 Juni 2026 - 14:34 WIB

Oknum Kepala SMA Negeri 1 Badar Agara Diduga Korupsi Dana Bos dan Pungli Persiswa Ratusan Ribu.

Sabtu, 6 Juni 2026 - 12:58 WIB

Tingkatkan Kompetensi Medis dan Hukum, UPTD Bapelkas Aceh bersama IDI Aceh Tenggara Gelar Workshop Visum et Repertum dan Medikolegal Gratis

Kamis, 4 Juni 2026 - 18:38 WIB

Satresnarkoba Polres Aceh Tenggara Gagalkan Peredaran Sabu di Bambel, Seorang Pengedar Diamankan

Kamis, 4 Juni 2026 - 01:48 WIB

PJ Pengulu Kute Buluh Bongkar Dugaan Sogokan Rp3 Juta untuk Menyerangnya, Tantang Pelapor Buka Fakta di Hadapan Publik

Rabu, 3 Juni 2026 - 18:09 WIB

Kepsek dapat Revitalisasi Bantuan Bencana pilih Bungkam dan Libatkan oknum keluarga di Agara

Selasa, 2 Juni 2026 - 21:25 WIB

Kapolsek Babul Makmur Pimpin Langsung Pengamanan Pelaku Penganiayaan , Bukti Kesigapan Polri Melayani Masyarakat

Selasa, 2 Juni 2026 - 15:00 WIB

BNN Aceh dan Pemkab Aceh Tenggara Teken Nota Kesepakatan, Perkuat Sinergi Wujudkan Aceh Tenggara Bersih Narkoba

Senin, 1 Juni 2026 - 19:54 WIB

IDI Aceh Tenggara Gelar Workshop Visum Et Repertum dan Medikolegal, Hadirkan Pakar Forensik Nasional

Berita Terbaru