Keluarga Miskin di Aceh Tenggara Tinggal di Rumah Gubuk dan Reot, Andil Pemerintah Desa Dipertanyakan.

Zulkifli,S.Kom

- Redaksi

Senin, 19 Mei 2025 - 20:58 WIB

50249 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kutacane_Satu warga di desa Pulo Ndadap, Kecamatan Lawe Alas Kabupaten Aceh Tenggara tinggal di gubuk reot yang tak layak dihuni. Rumah Putra Mandari yang terbuat dari dinding kayu dan beratapkan pelepah rumbia serta berlantai kan tanah ini, berada di tengah perkebunan di desa tersebut.

Rumah gubuk dan reot yang ditinggali putra beserta 1 orang anak dan istrinya terpaksa tersungkur ketika di timpa air hujan, sebab atap rumah terbuat dari pelepah rumbia bocor tak menentu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dengan hanya berukuran luas rumah 4×3 meter persegi, Putra Mandari dan keluarga kecilnya ini berhimpitan pada saat istirahat malam, disebabkan derai hujan yang membasahi rumah tersebut menimbulkan banjir di lantai yang hanya ber material kan tanah.

Untuk kebutuhan sehari-hari Putra Mandari hanya mengandalkan pekerjaan yang tidak menentu alias serabutan, dengan hasil yang kadang hanya mencapai 20.000 rupiah per hari nya, tentu, penghasilan yang ia dapat tidak cukup untuk menghidupi anak dan istrinya.

Lebih parahnya lagi, keluarga Putra Mandari ini tidak tersentuh bantuan dari desa. “Bahkan segala bantuan dari desa pun tidak tersentuh kepada saya, tapi untuk sementara, saya ikhlaskan dan mensyukuri apa yang ada.” Terangnya pada Minggu (18/05/2025).

Untuk mendapatkan sesuap nasi, terkadang Putra Mandari diajak berkerja oleh temannya yang merasa iba. “Kadang ada orang baik mengajak (kerja) kuli. Jadi dari situ ada sedikit penghasilan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari,” ujarnya.

Rusti istri Putra Mandari juga mengatakan bahwa keluarganya sering sekali mengalami hari-hari sulit. Bahkan tidak makan seharian dan terkadang makan nasi memakai Royco (Micin), dikarenakan suaminya tidak mendapatkan pekerjaan.

“Kami sudah bertahun-tahun tinggal di hutan seperti ini. Keadaan yang serba kekurangan,” ucap Rusti dengan mimik wajah sendu.

Ia berharap, agar pemerintah bisa membantu untuk memperbaiki rumahnya yang tidak layak huni bisa menjadi layak dan nyaman untuk ditempati. “Semoga saja ada bantuan dari pemerintah agar mereka bisa mendapatkan tempat tinggal yang layak dan hidup yang lebih baik di masa depan,” katanya.

Setelah tim wartawan mengecek data Putra Mandari di halaman https://cekbansos.kemensos.go.id./ betul adanya, bahwa keluarga tersebut tidak menerima bantuan
PKH dan BPNT, hanya menerima bantuan BPJS Kesehatan.

Melihat bantuan bagi masyarakat miskin berawal dari pendataan pemerintah desa terlebih dahulu. Melihat keadaan keluarga Putra Mandari, tim media banyak ber opini bahwa pemerintah desa Pulo Ndadap tidak serius dalam men sejahterakan masyarakat secara merata.

Seharusnya pemerintah desa mampu mensurvei masyarakat desa yang tidak terjamah oleh bantuan pemerintah. Dan andil Pemerintah Kabupaten dalam kasus ini harus tegas.

(Fenra)

Berita Terkait

Subuh Keliling dan Jumat Curhat, Kapolres Aceh Tenggara Bangun Kedekatan Bersama Warga Semadam
Tak Sekadar Apel, Kapolres Aceh Tenggara Cek Langsung Kesiapan Polsek Badar Pastikan Siap Layani Masyarakat
Dinsos Aceh Tenggara Pastikan Bantuan Banjir Disalurkan Transparan dan Tepat Sasaran
Dinsos Aceh Tenggara Borong Penghargaan di HUT Kabupaten ke-51
Pastikan Program Berjalan Optimal, Kapolres Aceh Tenggara Tinjau Dua SPPG Yayasan Kemala Bhayangkari
Kapolres Aceh Tenggara Pimpin Anev Mingguan, Evaluasi Kinerja dan Perkuat Kesiapsiagaan Jajaran
25 Pejabat Baru Dilantik, Bupati Aceh Tenggara Tekankan Pelayanan Publik
Perkuat Sinergi dan Kebersamaan, Kapolres Aceh Tenggara Tatap Muka dan Silaturahmi Bersama Bhayangkari Se-Cabang Aceh Tenggara

Berita Terkait

Minggu, 23 Agustus 2026 - 07:51 WIB

Ekspor Monyet Ekor Panjang Kembali Digulirkan, Pakar Peringatkan Konsekuensi Lingkungan dan Etika

Minggu, 23 Agustus 2026 - 07:37 WIB

Geng Solo, Sjafrie, atau Dasco? Budayawan Sujiwo Tejo Soroti Pudarnya Persaudaraan dan Fenomena Militerisme Sipil

Minggu, 23 Agustus 2026 - 07:25 WIB

Kenaikan Anggaran Pendidikan 2027 Disorot DPR, Kesejahteraan Guru Dinilai Belum Jadi Prioritas

Minggu, 23 Agustus 2026 - 07:17 WIB

Mahkamah Agung Terbitkan Pedoman Baru, Putusan Bebas Tidak Bisa Diajukan Banding atau Kasasi

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 17:49 WIB

Habib Rizieq Soroti Polemik Pengibaran Bendera Bulan Bintang dan Implementasi Perjanjian Helsinki di Aceh

Kamis, 20 Agustus 2026 - 06:54 WIB

Ustadz Abdul Somad Ingatkan Arti Kemerdekaan sebagai Amanah untuk Pemenuhan Hak Rakyat

Kamis, 20 Agustus 2026 - 06:48 WIB

Pemerintah Izinkan PT Timah Beli Bijih Timah dari Rakyat untuk Redam Gejolak di Bangka Belitung

Kamis, 20 Agustus 2026 - 06:36 WIB

Menteri Pertanian Copot 14 Pejabat Terkait Dugaan Korupsi sebagai Langkah Bersih-Bersih Kementerian

Berita Terbaru

HUKUM & KRIMINAL

Dua Kurir Ganja 93 Kilogram Asal Aceh Ditangkap di Medan

Minggu, 23 Agu 2026 - 10:57 WIB