Kadis Sosial Aceh Tenggara Lakukan Pendataan Rumah Rusak Akibat Banjir dan Banjir Bandang di 14 Desa Kecamatan Ketambe

Zulkifli,S.Kom

- Redaksi

Jumat, 26 Desember 2025 - 16:21 WIB

50462 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aceh Tenggara — Kepala Dinas Sosial Kabupaten Aceh Tenggara, Bahagiawati, bersama tim turun langsung ke lapangan untuk melakukan pendataan rumah warga yang mengalami kerusakan akibat banjir dan banjir bandang di 14 desa wilayah Kecamatan Ketambe.kamis(25/12/2025).

Pendataan tersebut dilakukan sebagai syarat utama realisasi bantuan dari Kementerian Sosial Republik Indonesia bagi masyarakat terdampak bencana. Proses verifikasi mencakup tingkat kerusakan rumah, kondisi sosial ekonomi warga, serta dampak langsung yang ditimbulkan akibat bencana alam tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Bahagiawati menjelaskan, pendataan dilakukan secara teliti dan transparan agar bantuan yang nantinya disalurkan benar-benar tepat sasaran. “Data ini sangat penting sebagai dasar pengajuan bantuan ke Kementerian Sosial. Kita ingin memastikan masyarakat yang benar-benar terdampak bisa segera menerima haknya,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa Dinas Sosial Aceh Tenggara berkomitmen mempercepat proses administrasi agar bantuan dapat segera direalisasikan, mengingat banyak warga yang kini masih bertahan di rumah dengan kondisi tidak layak huni pascabencana.

Selain pendataan rumah rusak, tim juga mencatat kebutuhan mendesak warga, seperti bahan pangan, perlengkapan rumah tangga, dan kebutuhan dasar lainnya. Pemerintah daerah terus berkoordinasi dengan aparat desa dan kecamatan guna melengkapi data serta memastikan tidak ada warga terdampak yang terlewatkan.

Masyarakat Kecamatan Ketambe menyambut baik langkah cepat Dinas Sosial tersebut dan berharap bantuan dari pemerintah pusat segera turun untuk membantu pemulihan pascabencana.

Laporan : Edy Sahputra

Berita Terkait

Oknum Kepala SMA Negeri 1 Badar Agara Diduga Korupsi Dana Bos dan Pungli Persiswa Ratusan Ribu.
Polda Aceh Ajak Masyarakat Meriahkan Bank Aceh Bhayangkara Run 2026
Tingkatkan Kompetensi Medis dan Hukum, UPTD Bapelkas Aceh bersama IDI Aceh Tenggara Gelar Workshop Visum et Repertum dan Medikolegal Gratis
Satresnarkoba Polres Aceh Tenggara Gagalkan Peredaran Sabu di Bambel, Seorang Pengedar Diamankan
PJ Pengulu Kute Buluh Bongkar Dugaan Sogokan Rp3 Juta untuk Menyerangnya, Tantang Pelapor Buka Fakta di Hadapan Publik
Kepsek dapat Revitalisasi Bantuan Bencana pilih Bungkam dan Libatkan oknum keluarga di Agara
Kapolsek Babul Makmur Pimpin Langsung Pengamanan Pelaku Penganiayaan , Bukti Kesigapan Polri Melayani Masyarakat
BNN Aceh dan Pemkab Aceh Tenggara Teken Nota Kesepakatan, Perkuat Sinergi Wujudkan Aceh Tenggara Bersih Narkoba

Berita Terkait

Minggu, 7 Juni 2026 - 04:42 WIB

Prof Dr Sutan Nasomal : Presiden RI Harus Sadar Horor Dolar Menerkam Keamanan Indonesia

Sabtu, 6 Juni 2026 - 21:00 WIB

DOSA EKOLOGIS DI ATAS TANAH JARAHAN,Status Tersangka Para Kades Bongkar Borok Operasional dan Kejahatan Kehutanan PT AGM di Hulu Sungai Selatan

Sabtu, 6 Juni 2026 - 19:21 WIB

Skandal Tambang di Atas Lahan Cacat Hukum: Penetapan Tersangka Para Kepala Desa Runtuhkan Legitimasi Operasional PT AGM

Rabu, 3 Juni 2026 - 23:03 WIB

Kejagung Tetapkan Tiga Eks Pimpinan BGN Tersangka Korupsi MBG, Dugaan Penyimpangan Sentuh Pengadaan Rp 1 Triliun

Rabu, 3 Juni 2026 - 22:55 WIB

Dadan Hindayana Ditahan Kejagung, Pergantian Mendadak Pimpinan BGN Memantik Sorotan Publik

Rabu, 3 Juni 2026 - 03:28 WIB

Sidang Pembelaan Nadiem Makarim: Antara Klaim Tak Bersalah dan Deret Bukti Lapangan

Selasa, 26 Mei 2026 - 10:34 WIB

Dapat Tanah dari Orang Tua? Simak Penjelasan Proses Balik Nama Sertipikat Berikut Ini

Selasa, 26 Mei 2026 - 10:29 WIB

Sambangi Sulbar, Wamen Ossy Imbau GTRA Jadi Kunci Penyelesaian Konflik Pertanahan di Daerah

Berita Terbaru