Irmawan Desak Pemerintah Percepat Penyaluran Air Bersih bagi Korban Banjir dan Longsor di Sumatera

Redaksi Bara News

- Redaksi

Jumat, 19 Desember 2025 - 23:07 WIB

50408 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA |  Anggota Komisi V DPR RI dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Daerah Pemilihan Aceh, Irmawan, mendorong pemerintah untuk mempercepat penyaluran bantuan air bersih bagi masyarakat terdampak bencana banjir dan longsor di sejumlah wilayah di Sumatera. Penegasan ini disampaikan dalam kunjungannya ke daerah terdampak di Aceh, Jumat (19/12/2025), menyikapi semakin parahnya dampak krisis air bersih pascakejadian bencana.

Menurut Irmawan, ketersediaan air bersih merupakan kebutuhan paling mendasar yang tidak bisa ditunda dalam situasi darurat. Ia menyoroti kondisi di berbagai daerah terdampak, terutama di Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara, di mana pasokan air bersih sangat terbatas karena kerusakan pada sumber air warga. Banyak sumur warga yang rusak, tertimbun material longsor, atau tercemar limbah akibat banjir besar.

“Kami sangat prihatin dengan kondisi masyarakat pascabencana. Air bersih adalah kebutuhan paling mendasar, namun justru setelah bencana air menjadi barang langka. Banyak sumur warga tidak lagi bisa digunakan karena tercemar lumpur dan kotoran,” ujar Irmawan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menjelaskan, secara geografis wilayah-wilayah terdampak banyak berada di kawasan perbukitan dan daerah aliran sungai. Ketika banjir dan longsor terjadi, sumber-sumber mata air tertutup material tanah, jaringan perpipaan rusak, dan instalasi pengelolaan air bersih berhenti berfungsi. Dalam kondisi seperti ini, jelas Irmawan, warga tidak memiliki alternatif selain menunggu bantuan air bersih dari pemerintah.

Ketiadaan air bersih menurutnya bukan hanya menyulitkan warga dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari seperti minum, memasak, mandi, dan mencuci, tetapi juga memicu munculnya persoalan lain di pengungsian. Ia mengungkapkan, masih banyak warga yang harus bertahan tanpa bisa mencuci pakaian atau membersihkan tubuh selama berhari-hari karena tidak mendapatkan pasokan air bersih yang cukup.

“Bahkan untuk kebutuhan sederhana seperti mandi dan mencuci pakaian masih sangat terbatas. Masih ada warga yang mengenakan pakaian berlumur lumpur karena tidak bisa dicuci akibat kekurangan air bersih,” katanya.

Lebih lanjut, Irmawan mengingatkan bahwa krisis air bersih juga berdampak langsung pada aspek kesehatan masyarakat, khususnya bagi anak-anak, lansia, dan kelompok rentan lainnya. Ia menyebut, laporan dari lapangan menyebutkan adanya lonjakan kasus penyakit kulit dan diare di berbagai titik lokasi pengungsian akibat minimnya kebersihan dan tidak mencukupinya suplai air bersih.

“Banyak anak mengalami penyakit kulit karena tidak bisa membersihkan diri dengan layak. Jika dibiarkan, kondisi ini bisa berkembang menjadi krisis kesehatan,” tegasnya.

Ketua DPW PKB Aceh ini menilai, krisis air bersih setelah bencana bukan sekadar persoalan teknis, melainkan mencerminkan pentingnya kehadiran negara dalam situasi darurat kemanusiaan. Ia menekankan bahwa distribusi air bersih harus dijadikan prioritas dalam tahap tanggap darurat, sejajar pentingnya dengan sandang dan pangan. Sebab, air menentukan martabat dan keselamatan hidup para penyintas.

Irmawan pun mendesak kementerian terkait, termasuk Kementerian PUPR, BNPB, serta Dinas Sosial dan instansi daerah, untuk memastikan penyaluran bantuan air bersih dilakukan secara masif, merata, dan berkelanjutan. Ia menekankan agar langkah distribusi ini tidak hanya menyasar wilayah yang mudah diakses, tetapi juga menjangkau daerah-daerah yang terpencil dan sulit dijangkau kendaraan besar. Solusi jangka pendek seperti penyediaan tangki air keliling dan pembangunan instalasi air bersih sementara juga dinilai perlu segera dilakukan.

“Air bersih bukan sekadar bantuan tambahan, tetapi kebutuhan utama yang menentukan kesehatan, martabat, dan keselamatan warga terdampak bencana,” pungkas Irmawan.

Hingga saat ini, proses penyaluran bantuan terus berjalan, namun belum sepenuhnya menjawab kebutuhan lapangan. Pemerintah daerah bersama relawan dan komunitas lokal berupaya menambah titik-titik distribusi air bersih. Namun, keterbatasan infrastruktur dan medan yang sulit tetap menjadi tantangan utama. Desakan untuk mengoptimalkan koordinasi dan sumber daya terus disuarakan, agar masyarakat terdampak dapat segera hidup kembali dalam kondisi yang layak dan sehat di tengah situasi darurat yang masih berlangsung. (RED)

Berita Terkait

Kejagung Tetapkan Tiga Eks Pimpinan BGN Tersangka Korupsi MBG, Dugaan Penyimpangan Sentuh Pengadaan Rp 1 Triliun
Dadan Hindayana Ditahan Kejagung, Pergantian Mendadak Pimpinan BGN Memantik Sorotan Publik
Sidang Pembelaan Nadiem Makarim: Antara Klaim Tak Bersalah dan Deret Bukti Lapangan
Dapat Tanah dari Orang Tua? Simak Penjelasan Proses Balik Nama Sertipikat Berikut Ini
Sambangi Sulbar, Wamen Ossy Imbau GTRA Jadi Kunci Penyelesaian Konflik Pertanahan di Daerah
Perkuat Kepastian Hukum untuk Rumah Tinggal, Masyarakat Bisa Tingkatkan Sertipikat HGB ke HM Sekarang
Jadi Pembicara dalam SUSBANPIM VIII, Menteri Nusron: Good Governance Dimulai dari Disiplin, Pembagian Tugas, dan Tata Kelola yang Jelas
Beda Fungsi dan Kegunaan, Pahami Perbedaan Pengecekan Sertipikat dan SKPT

Berita Terkait

Sabtu, 6 Juni 2026 - 04:15 WIB

Terkait Polemik Pengolahan Gas Blok Andaman, ForBINA Dorong Skema Win-Win Solution Antara Pemerintah Aceh dan Mubadala

Sabtu, 6 Juni 2026 - 02:45 WIB

Sinergi Bea Cukai, AVSEC SIM, dan Polresta Banda Aceh Gagalkan Pengiriman Sabu 1,9 Kilogram ke Jakarta

Sabtu, 6 Juni 2026 - 00:52 WIB

Investor Patuh Harus Dilindungi, Investor Tidak Patuh Regulasi Wajib Ditertibkan

Kamis, 4 Juni 2026 - 16:58 WIB

Pemkab Nagan Raya Kembali Raih Opini WTP ke-18 kali dari BPK-RI

Rabu, 3 Juni 2026 - 16:45 WIB

Adi Maros Dorong Hilirisasi Gas South Andaman untuk Masa Depan Aceh yang Lebih Maju

Selasa, 2 Juni 2026 - 23:31 WIB

Kinerja Ekspor Produk Kopi Aceh: Transparansi Data Kepabeanan dan Tren Pergerakan Devisa Daerah

Senin, 1 Juni 2026 - 14:46 WIB

Ketua DPRA jangan Cengeng Respon Evaluasi APBA oleh KPK

Rabu, 27 Mei 2026 - 22:53 WIB

Bahagia, Ketua IWOI Aceh Ciptakan Suasana Kebersamaan dan Kekeluargaan

Berita Terbaru

ACEH TENGGARA

Polda Aceh Ajak Masyarakat Meriahkan Bank Aceh Bhayangkara Run 2026

Sabtu, 6 Jun 2026 - 14:16 WIB