Indonesia Bela Upaya Pemberantasan Kabut Asap setelah Malaysia Desak Adanya Tindakan

Redaksi Bara News

- Author

Minggu, 8 Oktober 2023 - 02:33 WIB

50275 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Asap membubung saat kebakaran hutan membakar hutan lahan gambut di Kabupaten Ogan Komering Ilir, Sumatra Selatan, 19 September 2023. (Foto: Antara/Nova Wahyudi/ via REUTERS)

BARANEWS | Pihak berwenang memadamkan kebakaran hutan dengan air yang disemprotkan dari helikopter dan memicu hujan melalui penyemaian awan, kata menteri lingkungan hidup pada hari Jumat (6/10). Namun membantah bahwa kabut berbahaya yang diakibatkan kebakaran itu melintasi perbatasan, seperti yang dikatakan negara tetangga Malaysia.

Metode tradisional tebang-dan-bakar digunakan hampir setiap tahun untuk membuka lahan di Indonesia untuk perkebunan kelapa sawit, pulp, dan kertas yang menurut catatan publik dimiliki oleh perusahaan-perusahaan dalam negeri dan perusahaan-perusahaan yang terdaftar di luar negeri.

Namun tidak ada kabut asap yang terdeteksi menuju Malaysia, kata Menteri Lingkungan Hidup Siti Nurbaya, sehari setelah Malaysia mendesak Indonesia dan negara-negara Asia Tenggara lainnya untuk mengambil tindakan terhadap memburuknya kualitas udara.

Kebakaran hutan sedang menurun di Pulau Sumatra dan Kalimantan, tambahnya.

“Kami sudah berupaya mencegah dan memadamkan kebakaran, namun bukan berdasarkan permintaan Malaysia,” kata menteri tersebut kepada Reuters. “Saya tidak tahu dasar apa yang digunakan Malaysia terkait pernyataan tersebut.”

Indonesia menggunakan helikopter untuk memadamkan api dengan bom air sambil menginduksi hujan dengan metode penyemaian awan, kata Siti Nurbaya.

Kebakaran hutan yang terlihat di dekat perkebunan kelapa sawit di Kabupaten Tanah Putih di Rokan Hilir, Provinsi Riau, 21 Februari 2017. (Foto: Antara/FB Anggoro via REUTERS)
Kebakaran hutan yang terlihat di dekat perkebunan kelapa sawit di Kabupaten Tanah Putih di Rokan Hilir, Provinsi Riau, 21 Februari 2017. (Foto: Antara/FB Anggoro via REUTERS)

Komentar tersebut muncul setelah mitranya dari Malaysia, Nik Nazmi Nik Ahmad, mengatakan bahwa ia telah meminta Indonesia melalui surat untuk mengatasi kabut asap, dengan mengatakan bahwa hal tersebut tidak seharusnya menjadi hal yang biasa.

Negara tetangga Indonesia lainnya, Singapura, telah memperingatkan bahwa “risiko terjadinya kabut asap lintas batas masih ada”.

Baca Juga :  Menkumham Waspadai Pelanggaran HAM Pengungsi Rohingya

Musim kemarau di Indonesia tahun ini adalah yang terparah sejak tahun 2019, karena pola cuaca El Niño yang panas dan kering, sehingga mempersulit pengendalian kebakaran, kata pihak berwenang.

Hutan seluas lebih dari 267.900 hektare telah terbakar tahun ini, melebihi total tahun lalu sebesar 204.894 hektare, menurut data Kementerian Lingkungan Hidup.

Malaysia Tuding Indonesia Sebagai Penyebab Kabut Asap dan Polusi Udara

Pada tahun 2015 dan 2019, kebakaran serupa menghanguskan jutaan hektare lahan di Indonesia dan menyebabkan kabut asap menyebar ke beberapa negara Asia Tenggara, sehingga menghasilkan emisi yang memecahkan rekor, kata para ilmuwan.

Lemahnya penegakan hukum menyebabkan kebakaran sering kali tidak terkendali sehingga menghasilkan asap yang menimbulkan risiko kesehatan masyarakat dan mengganggu bisnis.

Para pejabat pertanian dan kehutanan di Asia Tenggara pada hari Jumat sepakat untuk mengambil tindakan guna meminimalkan, dan pada akhirnya menghentikan, pembakaran tanaman.

Anggota Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) mengakui “dampak buruk terhadap lingkungan dan kesehatan” dari praktik tersebut dan berjanji untuk secara kolektif mengurangi dan menghapusnya, kata mereka dalam sebuah pernyataan setelah pertemuan di Ibu Kota Malaysia.

Kementerian Luar Negeri menyatakan telah menerima surat dari Malaysia yang menawarkan kerja sama dalam upaya pemadaman kebakaran. [ab/uh]/VOA

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Militer Iran: Serangan terhadap Israel Capai Target
Seorang Pria Terluka dalam Penembakan di Bandara Kuala Lumpur
Iran Serang Israel, Indonesia Pantau Eskalasi dan Keberadaan 115 WNI di Israel
Penanganan Etnis Rohingya Tetap Memperhatikan Kepentingan Nasional
Indonesia Tegas Dukung Mekanisme UPR Dipertahankan di Dewan HAM PBB
Indonesia Serukan Situasi HAM di Palestina dalam Sidang Dewan PBB Sesi ke-55
Prabowo Kunjungi China, Analis Anggap Beijing Berupaya ‘Curi Start’ Dari Washington
Pengungsi Rohingya Dipindahkan Dari Tempat Penampungan Sementara Setelah Diprotes Warga

Berita Terkait

Sabtu, 13 April 2024 - 15:15 WIB

Satreskrim Polres Gayo Lues Berhasil Amankan Pelaku Pembunuhan di Sungai Aih Bobo

Sabtu, 13 April 2024 - 14:43 WIB

Komsos, Media Babinsa Untuk Jalin Silaturahmi Bersama Warga Binaan

Kamis, 11 April 2024 - 17:44 WIB

Empat Rumah Di Kecamatan Terangun Ludes Dilalap Si Jago Merah

Kamis, 11 April 2024 - 11:29 WIB

Jalin Silaturahmi, Babinsa Desa Soyo Komunikasi Sosial Dengan Tokoh Masyarakat

Kamis, 11 April 2024 - 01:50 WIB

Kerna nge Sawah lo Sijeroh, Urum Ulen si Baik, Kadang Ara Salah Langkah, Kadang Ara Salah Tingkah, Keluarga Besar Media Baranews muniro maaf lahir dan batin

Rabu, 10 April 2024 - 12:55 WIB

Keluarga Besar Kodim 0113/ Gayo Lues & Persit Kartika Chandra Kirana Cab XXVI Dim 0113 Koorcab Rem 011 PD Iskandar Muda Mengucapkan : “SELAMAT IDUL FITRI 1 SYAWAL 1445 H” “Mohon Maaf Lahir Dan Bathin”

Selasa, 9 April 2024 - 05:55 WIB

Sambut Idul Fitri Brimob Berbagi

Senin, 8 April 2024 - 16:36 WIB

Babinsa Koramil 10/Pantan Cuaca ikut mendampingi Kegiatan Pembagian Sembako dari dana Desa

Berita Terbaru

INTERNASIONAL

Militer Iran: Serangan terhadap Israel Capai Target

Minggu, 14 Apr 2024 - 20:37 WIB

INTERNASIONAL

Seorang Pria Terluka dalam Penembakan di Bandara Kuala Lumpur

Minggu, 14 Apr 2024 - 20:34 WIB

PERISTIWA

Sebanyak 14 Orang Meninggal Akibat Tanah Longsor di Tana Toraja

Minggu, 14 Apr 2024 - 20:03 WIB