Gayo Lues – Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-24 Kabupaten Gayo Lues, pemerintah daerah mengusung tema “Mari Pulih, Bangkit Bersama” sebagai wujud tekad kolektif untuk bangkit dari dampak bencana hidrometeorologi yang melanda wilayah tersebut. Tema ini disampaikan secara tegas oleh Bupati Gayo Lues, Suhaidi, S.Pd, M.Si, dalam sambutannya pada Rapat Paripurna Istimewa DPRK Gayo Lues, Jumat (10/4/2026), di Ruang Sidang DPRK setempat.
Bupati Suhaidi menegaskan bahwa tema tersebut bukan sekadar rangkaian kata, melainkan sebuah komitmen bersama untuk tidak menyerah pada keadaan. “Kita akan berdiri kembali, bergandengan tangan, menata ulang harapan, dan melangkah maju dengan keyakinan yang lebih kuat,” ujarnya. Pernyataan ini menjadi semangat utama dalam upaya pemulihan dan pembangunan kembali Kabupaten Gayo Lues yang sempat terdampak bencana.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga memaparkan langkah konkret pemerintah daerah dalam menumbuhkan kembali ekonomi masyarakat, khususnya sektor pertanian yang menjadi tulang punggung kehidupan warga. Melalui program GERETEK (Gerakan Restorasi Ekonomi Kerakyatan), pemerintah menargetkan pembagian bibit kopi sebanyak 4,3 juta batang kepada masyarakat pada tahun ini. Program ini diharapkan dapat mendorong pemulihan ekonomi sekaligus meningkatkan produktivitas pertanian di daerah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Setelah kunjungan kami ke Kementerian Pertanian, mudah-mudahan akan ada tambahan sekitar 4 juta bibit lagi,” kata Bupati Suhaidi. Dengan demikian, total bibit kopi yang akan dibagikan mencapai sekitar 8,3 juta batang, yang akan difokuskan pada wilayah Kecamatan Putri Betung, Kecamatan Pining, Kecamatan Tripe Jaya, dan Kecamatan Terangun. Selain itu, pemerintah juga menyiapkan lahan seluas 2.300 hektar untuk mendukung program ini.
Bupati menegaskan bahwa keberhasilan program sebesar ini tidak mungkin dicapai secara individu atau kelompok kecil saja, melainkan membutuhkan dukungan dan sinergi dari seluruh pihak, baik pemerintah, masyarakat, maupun pemangku kepentingan lainnya. “Mudah-mudahan ini bisa mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat kita,” harapnya.
Selain fokus pada pemulihan ekonomi, Bupati Suhaidi mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan momentum HUT ke-24 ini sebagai titik balik dalam memperkuat integritas, memperbaiki pelayanan publik, dan memastikan setiap kebijakan serta program benar-benar hadir untuk kesejahteraan rakyat. Ia menekankan pentingnya komitmen bersama dalam membangun Gayo Lues yang lebih maju dan berdaya saing.
Rapat paripurna istimewa ini dibuka secara resmi oleh Ketua DPRK Gayo Lues, Ali Husin, SH, dan diisi dengan pembacaan sejarah singkat terbentuknya Kabupaten Gayo Lues oleh Wakil DPRK, Fahmi Sahab, S.Pd. Suasana peringatan semakin khidmat dengan kehadiran Forkopimda, para kepala Satuan Kerja Perangkat Kabupaten (SKPK), serta seluruh peserta dan tamu undangan yang mengenakan pakaian tradisional Kerawang Gayo sebagai simbol kebanggaan dan identitas budaya daerah.
Peringatan HUT ke-24 Kabupaten Gayo Lues ini menjadi momentum penting bagi daerah yang dikenal dengan kekayaan alam dan budaya khasnya. Bencana hidrometeorologi yang melanda beberapa waktu lalu telah meninggalkan tantangan besar, namun semangat “Mari Pulih, Bangkit Bersama” menjadi energi baru untuk membangun kembali daerah ini dengan lebih kuat dan berkelanjutan.
Dampak bencana yang melanda Gayo Lues tidak hanya merusak infrastruktur fisik, tetapi juga mengguncang perekonomian masyarakat yang sebagian besar bergantung pada sektor pertanian, terutama kopi. Oleh karena itu, program GERETEK yang digagas pemerintah daerah menjadi langkah strategis untuk mengembalikan produktivitas dan kesejahteraan petani kopi, sekaligus membuka peluang baru bagi pertumbuhan ekonomi lokal.
Selain itu, penguatan integritas dan pelayanan publik yang ditekankan Bupati Suhaidi diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah daerah. Hal ini penting agar setiap program pembangunan dapat berjalan efektif dan tepat sasaran, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas.
Peringatan HUT ini juga menjadi ajang refleksi dan evaluasi bagi seluruh pemangku kepentingan di Gayo Lues untuk terus berinovasi dan berkolaborasi dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan. Dengan semangat kebersamaan dan gotong royong, Kabupaten Gayo Lues diharapkan mampu melangkah maju menuju masa depan yang lebih cerah dan sejahtera.
Melalui momentum ini, masyarakat dan pemerintah daerah diingatkan kembali akan pentingnya menjaga warisan budaya dan alam yang menjadi identitas sekaligus modal utama pembangunan daerah. Dengan sinergi yang kuat dan komitmen yang teguh, Gayo Lues siap bangkit dari keterpurukan dan mewujudkan visi menjadi kabupaten yang hebat dan mandiri. (ABDIANSYAH)


























































