Hendropriyono Sebut Ada Dalang Luar Negeri di Balik Ricuh Demo DPR, Janji Ungkap Nama

Redaksi Bara News

- Redaksi

Kamis, 28 Agustus 2025 - 20:41 WIB

50402 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta – Mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) AM Hendropriyono buka suara soal kericuhan demo mahasiswa dan buruh di depan Gedung DPR/MPR, Jakarta. Ia menduga ada dalang dari pihak luar negeri yang menggerakkan massa hingga aksi berujung ricuh.

“Ini ada yang main gitu. Pada waktunya saya bisa sampaikan namanya yang main. Itu dari sana. Dari luar,” kata Hendropriyono di Kompleks Istana Kepresidenan, Kamis (28/8/2025).

Hendropriyono menyebut pihak luar tersebut menggerakkan kaki tangan di dalam negeri tanpa mereka sadari. Menurutnya, para aktor lokal ini tidak tahu bahwa sedang diperalat. “Orang yang dari luar hanya menggerakkan kaki tangannya yang ada di dalam. Dan saya sangat yakin bahwa kaki tangannya di dalam ini tidak ngerti bahwa dia dipakai. Tapi pada waktunya nanti harus dibuka,” jelasnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menegaskan aktor asing itu bukan negara, melainkan kelompok non-state yang punya pengaruh besar terhadap kebijakan suatu negara. “Sebetulnya non-state. Tapi pengaruhnya sangat besar kepada kebijakan dari negaranya. Kebijakannya itu langkah-langkahnya kita baca selalu pas dengan usulan dari non-state,” ujarnya.

Hendropriyono bahkan menyebut nama-nama tokoh kapitalis global seperti George Soros, George Tenet, David Rockefeller, hingga Bloomberg sebagai bagian dari kekuatan yang dimaksud. “Non-state tapi isinya George Soros, isinya George Tenet, isinya tadi saya sampaikan David Rockefeller, Bloomberg. Baca sendirilah kaum kapitalis begitu. Itu yang usul,” tambahnya.

Menurutnya, tujuan mereka tak jauh berbeda dengan kolonialisme di masa lalu: menguasai Indonesia. Bedanya, cara yang digunakan sekarang bukan dengan bom dan peluru, melainkan strategi ekonomi dan politik. “Tujuannya kan sama saja. Dari dulu juga maunya menjajah. Tapi kan caranya lain. Dulu kan pakai peluru, pakai bom. Kalau kita masih diam saja ya habis kita,” pungkas Hendropriyono. (*)

Berita Terkait

Mahasiswa Geruduk DPRD Kota Malang, Bakar Ban hingga Ancam Turun dengan Massa Lebih Besar
Profesor Sutan Nasomal Sangat Yakin Presiden Prabowo Tutup Semua Pintu Setan Hanya Pintu Keadilan Untuk Rakyat Indonesia!!!
BEM UI Bantah Demo Tanpa Pemberitahuan, Klaim Surat ke Polisi Sudah Dikirim
Vendor Motor Listrik Jadi Tersangka, Dugaan Korupsi Program Makan Bergizi Gratis Makin Meluas
Aksi Ribuan Mahasiswa Indonesia di Jakarta Disorot Media Asing, Protes soal Kebijakan Ekonomi Pemerintah
Sidang Kasus Chromebook: Nadiem Makarim Kritik Replik Jaksa, Dukungan Moral Publik Menguat
Ahli Bantah Tuduhan Tidak Independen dalam Kasus Dugaan Korupsi Chromebook
KPK Bongkar Fee Rp1,6 Miliar untuk Ubah Audit Muara Enim, Lima Orang Ditahan

Berita Terkait

Senin, 15 Juni 2026 - 06:25 WIB

Profesor Sutan Nasomal Sangat Yakin Presiden Prabowo Tutup Semua Pintu Setan Hanya Pintu Keadilan Untuk Rakyat Indonesia!!!

Minggu, 14 Juni 2026 - 02:36 WIB

BEM UI Bantah Demo Tanpa Pemberitahuan, Klaim Surat ke Polisi Sudah Dikirim

Sabtu, 13 Juni 2026 - 08:48 WIB

Vendor Motor Listrik Jadi Tersangka, Dugaan Korupsi Program Makan Bergizi Gratis Makin Meluas

Jumat, 12 Juni 2026 - 22:20 WIB

Aksi Ribuan Mahasiswa Indonesia di Jakarta Disorot Media Asing, Protes soal Kebijakan Ekonomi Pemerintah

Jumat, 12 Juni 2026 - 07:14 WIB

Sidang Kasus Chromebook: Nadiem Makarim Kritik Replik Jaksa, Dukungan Moral Publik Menguat

Jumat, 12 Juni 2026 - 07:03 WIB

Ahli Bantah Tuduhan Tidak Independen dalam Kasus Dugaan Korupsi Chromebook

Kamis, 11 Juni 2026 - 19:29 WIB

KPK Bongkar Fee Rp1,6 Miliar untuk Ubah Audit Muara Enim, Lima Orang Ditahan

Kamis, 11 Juni 2026 - 19:25 WIB

Demi Mengejar WTP, Bupati Muara Enim Diduga Suap Audit BPK, KPK Tetapkan Lima Tersangka

Berita Terbaru