Event FKIJK Aceh Run 2025 di Blang Padang Tuai Kontroversi, Panitia Minta Media Bersikap Berimbang

Zulkifli,S.Kom

- Redaksi

Selasa, 13 Mei 2025 - 17:08 WIB

50406 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Banda Aceh – Penyelenggaraan event olahraga nasional FKIJK Aceh Run 2025 yang berlangsung di Lapangan Blang Padang, Banda Aceh, pada Minggu (11/5) kemarin, menuai sorotan publik usai sejumlah media lokal menerbitkan pemberitaan kontroversial yang menyeret nama Wakil Gubernur Aceh.

Dalam pemberitaan tersebut, Wakil Gubernur Aceh disebut-sebut terlibat langsung dalam teknis penyelenggaraan lomba, yang kemudian memunculkan kritik tajam dari berbagai pihak. Padahal menurut informasi yang dihimpun dari panitia pelaksana, kehadiran Wakil Gubernur hanya sebatas undangan sebagai tamu kehormatan untuk membuka acara, sebagaimana lazimnya pada event-event serupa.

Panitia FKIJK Aceh Run 2025 menyayangkan pemberitaan yang dinilai tidak berimbang dan cenderung menyerang sepihak. “Seharusnya media melakukan cover both sides atau menghadirkan informasi dari kedua belah pihak sebelum mempublikasikan berita. Kami siap memberikan klarifikasi, namun tidak diberi ruang,” ujar salah satu panitia.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Lebih lanjut, panitia menjelaskan bahwa acara ini diselenggarakan secara mandiri oleh pihak swasta dan komunitas keuangan inklusif dengan tujuan utama membangkitkan sektor pariwisata dan UMKM Aceh yang sedang lesu. Peserta yang hadir berasal dari berbagai provinsi, termasuk dari luar negeri, dengan latar belakang yang beragam.

“Event ini membawa efek positif bagi Banda Aceh. Hotel penuh, UMKM laris, dan kota hidup kembali. Jangan sampai framing yang keliru justru menyesatkan publik dan mematikan inisiatif ekonomi rakyat,” tambahnya.

Panitia juga mengingatkan pentingnya media menjunjung tinggi etika jurnalistik sebagaimana diatur dalam UU No. 40 Tahun 1999 tentang Pers, yakni memberikan ruang bagi klarifikasi dan tidak serta-merta menyudutkan pihak tertentu tanpa dasar yang kuat.

Aceh disebut sedang membutuhkan iklim kolaboratif antara pemerintah, masyarakat, dunia usaha, dan media. Kritik tetap diperlukan, namun harus disampaikan secara proporsional dan membangun, bukan memojokkan.

“Jangan seperti kata pepatah Aceh: Lalat mirah rueng, hana mita eek dan bangke – sibuk mencari sisi buruk, lupa melihat sisi baik yang nyata,” tutupnya.

FKIJK Aceh Run 2025 diharapkan menjadi momentum positif untuk membangun citra Aceh yang terbuka, ramah, dan siap menyongsong pemulihan ekonomi pasca pandemi dan krisis global.(Red)

Berita Terkait

Terkait Polemik Pengolahan Gas Blok Andaman, ForBINA Dorong Skema Win-Win Solution Antara Pemerintah Aceh dan Mubadala
Terkait Polemik Pengolahan Gas Blok Andaman, ForBINA Dorong Skema Win-Win Solution Antara Pemerintah Aceh dan Mubadala
Sinergi Bea Cukai, AVSEC SIM, dan Polresta Banda Aceh Gagalkan Pengiriman Sabu 1,9 Kilogram ke Jakarta
Investor Patuh Harus Dilindungi, Investor Tidak Patuh Regulasi Wajib Ditertibkan
Pemkab Nagan Raya Kembali Raih Opini WTP ke-18 kali dari BPK-RI
Adi Maros Dorong Hilirisasi Gas South Andaman untuk Masa Depan Aceh yang Lebih Maju
Kinerja Ekspor Produk Kopi Aceh: Transparansi Data Kepabeanan dan Tren Pergerakan Devisa Daerah
Ketua DPRA jangan Cengeng Respon Evaluasi APBA oleh KPK

Berita Terkait

Minggu, 7 Juni 2026 - 04:42 WIB

Prof Dr Sutan Nasomal : Presiden RI Harus Sadar Horor Dolar Menerkam Keamanan Indonesia

Sabtu, 6 Juni 2026 - 21:00 WIB

DOSA EKOLOGIS DI ATAS TANAH JARAHAN,Status Tersangka Para Kades Bongkar Borok Operasional dan Kejahatan Kehutanan PT AGM di Hulu Sungai Selatan

Sabtu, 6 Juni 2026 - 19:21 WIB

Skandal Tambang di Atas Lahan Cacat Hukum: Penetapan Tersangka Para Kepala Desa Runtuhkan Legitimasi Operasional PT AGM

Rabu, 3 Juni 2026 - 23:03 WIB

Kejagung Tetapkan Tiga Eks Pimpinan BGN Tersangka Korupsi MBG, Dugaan Penyimpangan Sentuh Pengadaan Rp 1 Triliun

Rabu, 3 Juni 2026 - 22:55 WIB

Dadan Hindayana Ditahan Kejagung, Pergantian Mendadak Pimpinan BGN Memantik Sorotan Publik

Rabu, 3 Juni 2026 - 03:28 WIB

Sidang Pembelaan Nadiem Makarim: Antara Klaim Tak Bersalah dan Deret Bukti Lapangan

Selasa, 26 Mei 2026 - 10:34 WIB

Dapat Tanah dari Orang Tua? Simak Penjelasan Proses Balik Nama Sertipikat Berikut Ini

Selasa, 26 Mei 2026 - 10:29 WIB

Sambangi Sulbar, Wamen Ossy Imbau GTRA Jadi Kunci Penyelesaian Konflik Pertanahan di Daerah

Berita Terbaru