slot preparation.lsrs.lu

Dukungan Terhadap Syahrul Yasin Limpo Terus Mengalir

Redaksi Bara News

- Redaksi

Minggu, 8 Oktober 2023 - 03:24 WIB

50441 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, BARANEWS | MENTERI Syahrul Yasin Limpo terpaksa harus berhadapan dengan hukum usai ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Meski begitu, ia dianggap telah banyak berkontribusi terhadap pertanian Indonesia.

Sekjen Barisan Olot Masyarakat Adat (BOMA) Jawa Barat Eka Santosa mengatakan, dalam dunia politik dan pemerintahan, tak jarang para pemimpin dihadapkan pada berbagai tuduhan yang melekat pada nama mereka. Salah satunya adalah tuduhan korupsi, yang seringkali menjadi sorotan publik dan media.

Padahal, baginya, Syahrul Yasin Limpo (SYL) menjadi sosok menteri yang memiliki banyak aspek positif bagi Indonesia. Ia sekaligus sosok yang telah memberikan kontribusi besar dalam pembangunan sektor pertanian di Indonesia. Kematangan dan integritas Syahrul dalam dunia pemerintahan membuatnya mampu mengemban jabatan menteri dengan begitu cakap. SYL sudah pernah menjajal semua jenis jabatan, mulai dari lurah hingga gubernur.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Pak Syahrul Yasin Limpo dikenal sebagai seorang pekerja keras yang siap bekerja 24 jam sehari demi kemajuan pertanian Indonesia. Dedikasinya yang tinggi terhadap tugas-tugasnya telah menginspirasi banyak orang,” ujarnya lewat keterangan yang diterima, Jumat (6/10).

Upayanya dalam mendukung pertanian di Indonesia juga tak bisa dianggap biasa-biasa saja. Sebagai menteri, Syahrul berkeliling Indonesia untuk memahami kebutuhan petani dari Sabang sampai Merauke. Menurut Eka, hal ini menunjukkan komitmen seoranh menteri untuk menjadikan pertanian sebagai salah satu pilar utama perekonomian negara.

“Pak Syahrul Yasin Limpo tidak hanya duduk di belakang meja, tetapi sering terjun langsung ke lapangan. Hal ini memungkinkannya untuk memahami persoalan di lapangan dan merumuskan solusi yang lebih efektif,” cetus mantan Ketua DPRD Provinsi Jawa Barat ini.

Ia menambahkan, selama masa pandemi Covid-19, ketersediaan pangan tetap terjaga dengan baik di bawah kepemimpinan Syahrul Yasin Limpo. Hal itu dianggap sebagai bukti nyata kemampuan Syahrul dalam mengelola krisis. Alhasil, kepemimpinan Syahrul diakui secara internasional dengan berbagai penghargaan prestisius. “Ini menunjukkan bahwa upayanya dalam memajukan pertanian diakui dan diapresiasi di tingkat global,” imbuh Eka.

Eka menekankan bahwa sangat penting untuk memberikan kesempatan kepada sistem hukum untuk bekerja dengan adil dan transparan. Prinsip praduga tak bersalah adalah hak dasar yang harus dihormati oleh semua pihak.

“Namun, kita juga tidak boleh melupakan kontribusi positif yang telah diberikan oleh Pak Syahrul Yasin Limpo dalam membangun pertanian Indonesia. Semua pihak harus bersikap adil dan obyektif dalam menilai situasi ini dengan tetap memperhatikan prinsip-prinsip hukum dan keadilan,” saran mantan Wakil Ketua Komisi II DPR RI ini.

Kemajuan pertanian selama era Syahrul Yasin Limpo juga sempat dipaparkan Ketua Harian Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Jawa Barat, Entang.

Hingga 2021, sektor pertanian mengalami pertumbuhan sekitar 1,84 persen dengan kontribusi terhadap perekonomian nasional hingga sebesar 13,28 persen. Pada pertengahan 2022, sektor pertanian juga menunjukan pertumbuhan positif 1,37 persen dan memiliki kontribusi hingga 12,98 persen terhadap perekonomian nasional.

“Sektor pertanian lebih mengejutkan bisa menjadi penyerap tenaga kerja sebanyak 5 juta selama pandemi Covid-19. Ketika sektor industri dan sektor lain melakukan rasionalisasi tenaga kerja, sektor pertanian sebaliknya menambah tenaga kerja pada masa pandemi,” sebutnya.

Sejumlah keberhasilan itu yang membuat Syahrul Yasin Limpo dinobatkan menjadi tokoh inspiratif pertanian. Penghargaan itu dianggap bukan sesuatu yang biasa karena harus melalui banyak kucuran keringat.

“Sejak tahun 2019 hingga 2021, pemerintah mampu menutup rapat-rapat keran impor beras. Selama 3 tahun berturut-turut, produksi petani padi di dalam negeri mampu mencukupi kebutuhan masyarakat. Bahkan BPS pun merilis kita surplus beras dengan angka yang cukup signifikan,” tandas Entang. (H-3)/MI

Berita Terkait

Bareskrim Usut Dugaan Pemalsuan Suket Pendidikan Wapres Gibran, Putusan MK Jadi Rujukan Penyidik
Jokowi Hormati Proses Hukum Terkait Wacana Pemakzulan Wapres Gibran
Mabes Polri Dalami Dugaan Keterlibatan Ketum Parpol dan Aliran Dana Judi Online di Kasus Penyadapan Presiden
Dasco Minta Komisi III Pantau Berkala Kasus Penyadapan Presiden yang Seret Eks Kapolri
Irjen Ahrie Sonta Bersikap Kooperatif dan Siap Buka Tabir Kasus Dugaan Penyadapan Presiden
Presiden Prabowo Terima Surat Kepercayaan 11 Dubes Asing di Istana Hari Ini
ICW dan Trend Asia Ungkap Belanja Teknologi Pengawasan Polri Capai Rp35,9 Triliun
Dua Pejabat Senior KPK Kembali ke Kejaksaan Agung Setelah Lebih dari 10 Tahun Bertugas

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 17:30 WIB

Bareskrim Usut Dugaan Pemalsuan Suket Pendidikan Wapres Gibran, Putusan MK Jadi Rujukan Penyidik

Jumat, 6 November 2026 - 17:27 WIB

Jokowi Hormati Proses Hukum Terkait Wacana Pemakzulan Wapres Gibran

Jumat, 6 November 2026 - 17:05 WIB

Dasco Minta Komisi III Pantau Berkala Kasus Penyadapan Presiden yang Seret Eks Kapolri

Jumat, 6 November 2026 - 17:01 WIB

Irjen Ahrie Sonta Bersikap Kooperatif dan Siap Buka Tabir Kasus Dugaan Penyadapan Presiden

Jumat, 6 November 2026 - 16:37 WIB

Presiden Prabowo Terima Surat Kepercayaan 11 Dubes Asing di Istana Hari Ini

Jumat, 6 November 2026 - 16:06 WIB

ICW dan Trend Asia Ungkap Belanja Teknologi Pengawasan Polri Capai Rp35,9 Triliun

Jumat, 6 November 2026 - 15:59 WIB

Dua Pejabat Senior KPK Kembali ke Kejaksaan Agung Setelah Lebih dari 10 Tahun Bertugas

Jumat, 6 November 2026 - 15:51 WIB

Pemerintah Buka Rekrutmen CPNS November 2026 untuk Penyegaran dan Program Prioritas

Berita Terbaru