ACEH TENGAH – Bencana tanah longsor kembali mengoyak wilayah dataran tinggi Aceh. Sebanyak tujuh kampung di empat kecamatan di Kabupaten Aceh Tengah, Aceh, porak-poranda setelah diterjang material longsor pada Senin dini hari, 14 September 2026. Peristiwa yang dipicu oleh curah hujan tinggi ini meninggalkan duka mendalam dengan jatuhnya korban jiwa.
Satu warga dilaporkan meninggal dunia akibat terjangan material tanah, sementara 13 warga lainnya mengalami luka-luka dan saat ini sedang mendapatkan perawatan medis intensif. Bencana ini tidak hanya merusak rumah penduduk, tetapi juga memutus akses transportasi vital karena material longsor menimbun sejumlah ruas jalan nasional, provinsi, hingga jalan kabupaten. Empat kecamatan yang terdampak parah meliputi Kecamatan Kebakayan, Lutawar, Celala, dan Silih Nara.
Kejadian ini kembali menyoroti kerentanan kawasan perbukitan di Aceh Tengah terhadap bencana hidrometeorologi. Hingga saat ini, tim gabungan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) terus dikerahkan ke lapangan untuk membersihkan material longsor dan memastikan evakuasi serta penanganan di titik-titik terdampak berjalan maksimal. Meskipun upaya tanggap darurat terus dilakukan, ancaman belum berakhir. Masyarakat yang bermukim di zona rawan bencana diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan maksimal, mengingat potensi hujan deras yang masih tinggi berisiko memicu terjadinya longsor susulan yang lebih destruktif. (*)









































