slot preparation.lsrs.lu

ICW dan Trend Asia Ungkap Belanja Teknologi Pengawasan Polri Capai Rp35,9 Triliun

Redaksi Bara News

- Redaksi

Jumat, 6 November 2026 - 16:06 WIB

5061 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA |  Indonesia Corruption Watch bersama Trend Asia mengungkap hasil penelusuran terkait pengadaan teknologi pengawasan oleh Kepolisian Negara Republik Indonesia sepanjang periode 2013 hingga 2026 dengan nilai anggaran yang mencapai puluhan triliun rupiah.

Peneliti ICW, Seira Tamara, memaparkan riset gabungan tersebut menemukan sedikitnya 376 paket pengadaan dengan total nilai kontrak mencapai Rp35,9 triliun yang bersumber dari uang publik. Pengadaan itu mencakup pembelian perangkat keras, pengembangan sistem, hingga pemeliharaan berkala teknologi pengawasan.

“Hasil penelusuran menemukan sedikitnya 376 paket pengadaan dengan total nilai kontrak mencapai Rp35,9 triliun yang bersumber dari uang publik. Pengadaan tersebut mencakup pembelian perangkat, pengembangan sistem, hingga pemeliharaan teknologi pengawasan,” ujar Seira melalui keterangannya, Jumat (6/11/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Seira mengungkapkan sejumlah perangkat yang dibeli Polri disinyalir memiliki kemampuan tinggi untuk menyadap komunikasi publik, antara lain Active Interception and Monitoring, Cellular Interceptor, serta Radio Monitoring Intercept.

Temuan ICW juga mendeteksi adanya pembelian teknologi peretasan Zero Click Intrusion System, perangkat khusus yang mampu menyusup dan menguasai sistem elektronik target tanpa memerlukan interaksi atau persetujuan pemilik perangkat.

“ICW juga menemukan pengadaan Zero Click Intrusion System, teknologi yang memungkinkan menyusup ke perangkat elektronik tanpa memerlukan interaksi dari pengguna,” jelasnya.

Selain sistem penyadapan, Polri tercatat membeli alat pelacak posisi telepon seluler seperti IMSI Catcher dan Direction Finder, kamera serta perekam tersembunyi Covert Audio Video Surveillance Equipment, hingga perangkat ekstraksi forensik digital jenis Cellebrite UFED.

Lebih jauh, penelusuran Trend Asia terhadap data perdagangan internasional menemukan sedikitnya sembilan paket pengadaan pusat pemantauan dan sistem penyadapan legal. Pembelian perangkat intelijen bernilai triliunan rupiah tersebut didominasi oleh lembaga penegak hukum dan institusi intelijen dalam rentang waktu 2020 hingga 2025.

“Penelusuran Trend Asia terhadap data perdagangan menemukan sedikitnya sembilan paket pembelian sistem penyadapan dan pusat pemantauan, termasuk perangkat untuk lawful interception. Sebagian besar pembelian dilakukan oleh aparat penegak hukum dan institusi intelijen sepanjang 2020-2025 dengan nilai mencapai 219,6 juta dollar AS atau sekitar Rp3,4 triliun,” pungkas Seira.

Temuan tersebut memunculkan pertanyaan mengenai urgensi, akuntabilitas, dan pengawasan atas penggunaan teknologi pengawasan berkapasitas tinggi yang didanai uang publik, terutama di tengah kasus dugaan penyalahgunaan sistem penyadapan yang kini tengah diusut aparat penegak hukum. (*)

Berita Terkait

Dasco Minta Komisi III Pantau Berkala Kasus Penyadapan Presiden yang Seret Eks Kapolri
Irjen Ahrie Sonta Bersikap Kooperatif dan Siap Buka Tabir Kasus Dugaan Penyadapan Presiden
Presiden Prabowo Terima Surat Kepercayaan 11 Dubes Asing di Istana Hari Ini
Dua Pejabat Senior KPK Kembali ke Kejaksaan Agung Setelah Lebih dari 10 Tahun Bertugas
Pemerintah Buka Rekrutmen CPNS November 2026 untuk Penyegaran dan Program Prioritas
Polemik Ijazah Gibran dan Wacana Pemakzulan di Parlemen
Jimly Sebut Listyo Sigit Resisten Reformasi Polri, Kasus Sadap Jadi Momentum Berbenah
Kemendikdasmen Belum Tindaklanjuti Putusan MA soal Pembatalan Suket Ijazah Wapres Gibran

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 11:55 WIB

Sanitasi, Rehab MCK TMMD ke-130 Hampir Rampung

Kamis, 5 November 2026 - 12:49 WIB

Pembuatan Sumur Bor TMMD ke-130 Kodim 0113/Gayo Lues Berlanjut

Rabu, 4 November 2026 - 15:27 WIB

Listrik Mati Hidup di Blangkejeren Tak Kunjung Stabil, PLN Pusat Diminta Evaluasi Kinerja Jajaran Bawahannya

Rabu, 4 November 2026 - 13:05 WIB

Penertiban Pedagang di Blangkejeren Dinilai Tebang Pilih, Lapak Pedagang Buah Dibongkar

Rabu, 4 November 2026 - 12:42 WIB

Satgas TMMD Kerjakan Pembuatan Gorong gorong di titik Tiga

Rabu, 4 November 2026 - 03:15 WIB

Longsor di Tiga Titik Tutup Total Jalan Lintas Kutacane-Blangkejeren, Kendaraan Roda Dua dan Roda Empat Tak Bisa Melintas

Selasa, 3 November 2026 - 15:39 WIB

Normalisasi Sungai Jadi Kunci di Gayo Lues, Jembatan Putus Hambat Evakuasi Warga

Selasa, 3 November 2026 - 15:32 WIB

Ratusan Hektare Sawah di Gayo Lues Kembali Panen Pascabencana Banjir 2025

Berita Terbaru