slot preparation.lsrs.lu

SMPA Kecam Insiden Berdarah di Pidie, Desak Pengusutan Secara Transparan dan Penegakan Hukum yang Berkeadilan

Redaksi Bara News

- Redaksi

Jumat, 6 November 2026 - 12:27 WIB

5058 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANDA ACEH – Solidaritas Mahasiswa Pemuda Aceh (SMPA) menyampaikan keprihatinan mendalam sekaligus mengecam keras atas peristiwa Berdarah yang terjadi di Gampong Pulo Keunari, Kecamatan Tiro, Kabupaten Pidie, pada Rabu, 4 November 2026. Peristiwa yang berlangsung dalam rangkaian kegiatan kenduri Maulid Nabi Muhammad SAW tersebut telah menimbulkan korban jiwa dan sejumlah masyarakat mengalami luka-luka.

Sekretaris Jenderal SMPA, Teguh Muharam, menilai kejadian tersebut merupakan persoalan serius yang tidak boleh dipandang sebagai insiden biasa. Hilangnya nyawa seorang warga sipil merupakan tragedi kemanusiaan yang menuntut perhatian serius dari seluruh pemangku kepentingan, khususnya pemerintah dan institusi penegak hukum.

“Perbedaan pandangan, persoalan simbol, maupun dinamika sosial tidak seharusnya berakhir dengan jatuhnya korban jiwa. Negara memiliki kewajiban konstitusional untuk melindungi setiap warga negara. Ketika terjadi kekerasan yang mengakibatkan hilangnya nyawa manusia, maka keadilan harus menjadi prioritas, bukan sekadar pernyataan penyesalan,” tegas Teguh Muharam.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

SMPA memandang bahwa pendekatan keamanan dalam menyelesaikan persoalan sosial harus senantiasa mengedepankan proporsionalitas,penghormatan terhadap hak asasi manusia, serta dialog yang bermartabat. Aceh memiliki sejarah panjang konflik dan telah menempuh perjalanan perdamaian yang tidak sederhana. Oleh karena itu, setiap tindakan yang berpotensi melukai kepercayaan masyarakat harus menjadi perhatian bersama.

SMPA mendesak pemerintah pusat, pemerintah Aceh, Komnas HAM, serta lembaga penegak hukum agar melakukan penyelidikan secara independen, objektif, dan transparan. Seluruh rangkaian kejadian perlu dibuka kepada publik, termasuk kronologi penggunaan kekuatan, pihak-pihak yang terlibat, serta pertanggungjawaban hukum apabila ditemukan pelanggaran.

Teguh menegaskan bahwa masyarakat Aceh tidak membutuhkan ketegangan baru, melainkan kepastian hukum, keadilan, dan jaminan bahwa peristiwa serupa tidak kembali terulang. Perdamaian tidak cukup hanya dipertahankan melalui slogan, tetapi harus diwujudkan melalui tindakan nyata yang menghormati martabat manusia.

“Jangan biarkan darah yang tertumpah di Pidie menjadi catatan kelam yang berlalu tanpa kejelasan. Keadilan bukanlah ancaman bagi perdamaian, justru menjadi fondasi utama untuk merawatnya. Kami meminta negara hadir dengan ketegasan hukum, bukan membiarkan masyarakat kehilangan kepercayaan terhadap institusi yang seharusnya melindungi mereka,” tutup Teguh Muharam.

Berita Terkait

Penembakan di Tiro Harus Diusut Tuntas, Pang Lima TNI Jangan Tutup Mata, Persoalan Bendera Aceh Bukan Alasan Untuk Melakukan Kekerasan
Polda Aceh Apresiasi Aksi Damai di Depan Kantor DPR Aceh Berjalan Tertib
Ketua FORBES DPR RI-DPD RI Asal Aceh Kecam Penembakan Warga, Desak Penyelesaian Bendera Aceh Lewat Dialog dan Jalur Konstitusional
Tragedi Berdarah Tiro Minta Pemerintahan Prabowo Selamatkan Perdamaian Aceh
Pasca-Insiden Tragis di Tiro, Aktivis HAM Aceh Desak Forbes DPR/DPD RI Inisiasi Perundingan Tingkat Tinggi Bersama Sufmi Dasco
Kala Darah Jatuh di Tiro: Saatnya Forbes Ajak Dasco Selesaikan Bendera Aceh
Nasir Nurdin Angkat Bicara soal Tuduhan Suap, Tegaskan Siap Tempuh Jalur Hukum
YARA Minta MPR Aktifkan Kembali Ketentuan Referendum, Dorong Aceh Miliki Ruang Penyelesaian Perbedaan dengan Pusat

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 02:37 WIB

dr Tifa Didakwa Fitnah dan Pencemaran Nama Baik Terkait Dugaan Ijazah Palsu Jokowi

Jumat, 6 November 2026 - 02:33 WIB

Jokowi Tegaskan Tak Pernah Rekonstruksi Wajah Sejak 1985 di Sidang Kasus Fitnah Ijazah

Jumat, 6 November 2026 - 02:30 WIB

Polda Aceh Apresiasi Aksi Damai di Depan Kantor DPR Aceh Berjalan Tertib

Jumat, 6 November 2026 - 02:27 WIB

Mahfud MD Desak Polri Pecat Tidak Hormat Listyo Sigit, Sebut Ada Lambang Bangkai di Mabes Jika Tak Dipecat

Jumat, 6 November 2026 - 02:24 WIB

Bareskrim Ungkap Peran Kunci Irjen Slamet Uliandi Beri Restu Penyadapan dan Hapus File Sadapan Presiden

Jumat, 6 November 2026 - 02:21 WIB

Tiga Tersangka Kasus Penyadapan Presiden Ditahan di Mako Brimob, Satu Tersangka Sakit Pascastroke

Jumat, 6 November 2026 - 02:08 WIB

Debat Panas Warnai Sidang Kasus Ijazah, Tim Hukum Terdakwa Bersitegang dengan Jaksa

Jumat, 6 November 2026 - 02:04 WIB

Skandal Penyadapan Ilegal di Lingkaran Istana: Pengkhianatan Jabatan yang Ancam Stabilitas Negara

Berita Terbaru

GAYO LUES

Sanitasi, Rehab MCK TMMD ke-130 Hampir Rampung

Jumat, 6 Nov 2026 - 11:55 WIB