JAKARTA | Sebuah kendaraan dinas milik Satgas Yonif 645/GTY mengalami kecelakaan tunggal hingga masuk jurang di Jalan Trans Wamena-Jayapura, tepatnya di Kampung Obakma, Kabupaten Yalimo, Papua Pegunungan, Minggu (18/10/2026). Insiden yang melibatkan Mitsubishi Strada Triton double cabin bernomor polisi 7313-XVII ini menyebabkan empat prajurit TNI kehilangan nyawa.
Empat prajurit yang gugur itu adalah Lettu Inf Harits Adam Yuseno, Pratu Sugiono, Pratu Ridwan, dan Pratu Pardianto. Kendaraan yang mereka tumpangi hilang keseimbangan dan terperosok ke jurang saat melintas di jalan yang dikenal rawan. Keempat korban langsung dievakuasi ke Puskesmas Elelim usai kejadian.
Lettu Inf Harits Adam Yuseno, yang lahir pada 4 November 1999 di Banjarnegara, tercatat sebagai lulusan Akademi Militer tahun 2023 dan menjabat sebagai Danton 1 Kipan B Yonif 644/WLS sekaligus Danpos Kout Elelim Satgas Pamtas RI-PNG Yonif 645/GTY. Pratu Sugiono, kelahiran Ternate 22 April 2001, adalah lulusan Secata PK TA 2020 Gelombang kedua dan bertugas sebagai Tamudi Pokko Tonkom Kima Yonif 645/GTY. Jenazah Pratu Sugiono rencananya akan dimakamkan di Sampit, Kalimantan Tengah.
Sementara itu, Pratu Muhammad Ridwan, kelahiran Lemo Susu 2 Juli 2002, merupakan lulusan Secata PK TA 2022 Gelombang Pertama dan menjabat sebagai Tabakpan 1 Pokpan 1 Ru 2 Ton 1 Kipan A Yonif 644/WLS. Sedangkan Pratu Pardianto Saputra, kelahiran Batu Badak 12 Februari 2001, adalah lulusan Secata PK 2020 Gelombang Pertama dan bertugas sebagai Danpokpan 2 Ru 2 Ton 1 Kipan C Yonif 644/WLS. Ia akan dimakamkan di Katingan, Kalimantan Tengah.
Selain evakuasi korban jiwa, personel Satgas Yonif 645 masih melakukan pencarian terhadap satu pucuk senjata SS2 V4 milik Pratu Sugiono yang hilang dalam insiden tersebut. Saat ini proses evakuasi dan penanganan lanjutan terus dilakukan di lokasi kejadian. Kecelakaan tunggal ini menambah daftar tantangan dan risiko yang dihadapi para prajurit di wilayah tugas perbatasan. (*)










































