DPR Minta Pemerintah Waspadai Potensi Sabotase Program Makan Bergizi Gratis

Redaksi Bara News

- Redaksi

Minggu, 28 September 2025 - 05:05 WIB

50332 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA — Anggota Komisi IV DPR RI, Firman Soebagyo, meminta pemerintah mewaspadai potensi sabotase dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Pernyataan ini disampaikan menyusul maraknya kasus keracunan makanan yang dialami siswa sekolah di sejumlah daerah.

“Badan Gizi Nasional (BGN) harus tetap waspada terhadap kemungkinan adanya sabotase oleh pihak-pihak tertentu,” kata Firman dalam keterangan tertulis di Jakarta, Sabtu (26/9/2025).

Firman mengaku heran kasus keracunan makanan banyak terjadi di lingkungan sekolah, padahal program MBG bertujuan untuk meningkatkan pemenuhan gizi anak-anak.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Ini sangat memprihatinkan dan memerlukan investigasi menyeluruh untuk mengetahui penyebab pasti banyaknya kasus keracunan,” ujar legislator Fraksi Partai Golkar ini.

Ia juga meminta pelaksanaan program MBG di lapangan dilakukan secara lebih selektif dan melibatkan lebih banyak elemen masyarakat, termasuk pemerintah daerah.

“Harus melibatkan Pemda melalui ibu-ibu PKK sesuai tingkatannya, juga bekerja sama dengan organisasi seperti Persit dan Bhayangkari setempat,” tuturnya.

Sebelumnya, Literatur Institut juga mendorong Badan Gizi Nasional untuk melakukan evaluasi secara menyeluruh terhadap pelaksanaan program MBG. Hal ini sebagai respons atas dugaan kelalaian Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang diduga menjadi penyebab sejumlah kasus keracunan.

Direktur Literatur Institut, Asran Siara, menyatakan bahwa evaluasi diperlukan untuk memperkuat pengawasan dan memastikan kejadian serupa tidak terulang.

“Kita berharap program pemenuhan gizi masyarakat tetap berjalan dengan prinsip zero accident,” kata Asran, Sabtu (27/9/2025).

Ia juga mengapresiasi langkah tegas BGN yang telah menutup sedikitnya 40 unit SPPG yang tidak memenuhi standar operasional pelayanan.

Program MBG merupakan salah satu inisiatif pemerintah untuk meningkatkan kualitas gizi masyarakat, khususnya anak-anak sekolah. Namun, sejumlah laporan keracunan makanan dalam beberapa pekan terakhir memunculkan kekhawatiran terhadap pelaksanaan program tersebut.

Berita Terkait

Mahasiswa Geruduk DPRD Kota Malang, Bakar Ban hingga Ancam Turun dengan Massa Lebih Besar
Profesor Sutan Nasomal Sangat Yakin Presiden Prabowo Tutup Semua Pintu Setan Hanya Pintu Keadilan Untuk Rakyat Indonesia!!!
BEM UI Bantah Demo Tanpa Pemberitahuan, Klaim Surat ke Polisi Sudah Dikirim
Vendor Motor Listrik Jadi Tersangka, Dugaan Korupsi Program Makan Bergizi Gratis Makin Meluas
Aksi Ribuan Mahasiswa Indonesia di Jakarta Disorot Media Asing, Protes soal Kebijakan Ekonomi Pemerintah
Sidang Kasus Chromebook: Nadiem Makarim Kritik Replik Jaksa, Dukungan Moral Publik Menguat
Ahli Bantah Tuduhan Tidak Independen dalam Kasus Dugaan Korupsi Chromebook
KPK Bongkar Fee Rp1,6 Miliar untuk Ubah Audit Muara Enim, Lima Orang Ditahan

Berita Terkait

Senin, 15 Juni 2026 - 06:25 WIB

Profesor Sutan Nasomal Sangat Yakin Presiden Prabowo Tutup Semua Pintu Setan Hanya Pintu Keadilan Untuk Rakyat Indonesia!!!

Minggu, 14 Juni 2026 - 02:36 WIB

BEM UI Bantah Demo Tanpa Pemberitahuan, Klaim Surat ke Polisi Sudah Dikirim

Sabtu, 13 Juni 2026 - 08:48 WIB

Vendor Motor Listrik Jadi Tersangka, Dugaan Korupsi Program Makan Bergizi Gratis Makin Meluas

Jumat, 12 Juni 2026 - 22:20 WIB

Aksi Ribuan Mahasiswa Indonesia di Jakarta Disorot Media Asing, Protes soal Kebijakan Ekonomi Pemerintah

Jumat, 12 Juni 2026 - 07:14 WIB

Sidang Kasus Chromebook: Nadiem Makarim Kritik Replik Jaksa, Dukungan Moral Publik Menguat

Jumat, 12 Juni 2026 - 07:03 WIB

Ahli Bantah Tuduhan Tidak Independen dalam Kasus Dugaan Korupsi Chromebook

Kamis, 11 Juni 2026 - 19:29 WIB

KPK Bongkar Fee Rp1,6 Miliar untuk Ubah Audit Muara Enim, Lima Orang Ditahan

Kamis, 11 Juni 2026 - 19:25 WIB

Demi Mengejar WTP, Bupati Muara Enim Diduga Suap Audit BPK, KPK Tetapkan Lima Tersangka

Berita Terbaru