Desakan Copot Kapolri Listyo Sigit Menguat, Gusdurian Soroti Kekerasan Polisi pada Demonstran

Redaksi Bara News

- Redaksi

Selasa, 2 September 2025 - 19:08 WIB

50311 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta – Desakan agar Presiden Prabowo Subianto mencopot Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo semakin menguat, menyusul tindakan represif aparat kepolisian dalam menangani demonstrasi belakangan ini.

Salah satu penggagas desakan itu datang dari Jaringan Gusdurian. Senior Advisor Gusdurian, Savic Ali, menilai kepolisian telah gagal menjalankan fungsi utamanya sebagai penjaga keamanan nasional.

“Di banyak negara, pejabat yang gagal bertanggung jawab biasanya memilih mundur. Namun di sini, demonstrasi berulang selama beberapa tahun terakhir tetap menghadapi kekerasan aparat yang sama,” ujar Savic kepada wartawan, Selasa (2/9/2025).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Savic menyoroti sejumlah kasus kekerasan aparat yang viral, termasuk penabrakan dan pelindasan demonstran oleh kendaraan taktis polisi. Ia menegaskan, tindakan seperti ini mencerminkan kegagalan institusi dalam menegakkan keamanan tanpa kekerasan.

Koalisi masyarakat sipil juga ikut mendesak Presiden Prabowo segera mencopot Listyo Sigit. Tekanan meningkat setelah aksi demonstrasi di Jakarta beberapa waktu lalu menyebabkan seorang pengemudi ojek online (ojol) tewas dilindas kendaraan taktis Brimob.

Koalisi menegaskan, peristiwa ini bukan sekadar insiden. “Ini merupakan kejahatan negara yang harus dipertanggungjawabkan,” kata Savic. Catatan mereka menunjukkan, sepanjang Juli 2024 hingga Juni 2025, sebanyak 55 warga meninggal akibat kekerasan aparat, termasuk kasus Gamma di Semarang dan Afif Maulana di Padang.

Menanggapi desakan pencopotan, Kapolri Listyo Sigit menyatakan jabatannya merupakan hak prerogatif Presiden Prabowo Subianto. “Sebagai prajurit, saya siap menjalankan perintah Presiden. Fokus saya saat ini adalah menjaga stabilitas keamanan nasional,” kata Listyo.

Desakan publik dan organisasi sipil terhadap Kapolri ini diprediksi akan terus menguat seiring meningkatnya sorotan atas perilaku aparat saat mengamankan demonstrasi di berbagai kota. (*)

Berita Terkait

GNI Apresiasi Pendekatan Humanis Kakorlantas Polri dalam Operasi Ketupat 2026: “Negara Hadir untuk Pemudik”
Kementerian Keuangan Tetapkan Nilai Kurs untuk Pelunasan Pajak dan Bea Masuk Periode 4 – 10 Maret 2026
Pemkab Gayo Lues Rotasi 7 Plt Kepala Puskesmas, Dorong Optimalisasi Layanan Kesehatan Dasar
Sosok Budi Djiwandono, Seorang Pemimpin Muda yang Siap Membawa Indonesia Maju
Budi Djiwandono: Sang Pemimpin Muda Visioner
Tren Digital Marketing 2026 yang Wajib Dipahami Pebisnis Indonesia
Kementerian Keuangan Tetapkan Nilai Kurs untuk Pelunasan Pajak dan Bea Masuk Periode 18 – 24 Februari 2026
Pemerintah Tetapkan 1 Ramadan 1447 H Jatuh pada 19 Februari 2026

Berita Terkait

Kamis, 5 Maret 2026 - 01:11 WIB

Ketua Umum HMP2T Desak Kadisdik Aceh Usut Dugaan Penggelapan Dana PIP di SMA N 1 Trumon

Rabu, 4 Maret 2026 - 19:39 WIB

Ketua Umum HMP2T Desak Kadisdik Aceh Usut Dugaan Penggelapan Dana PIP di SMA N 1 Trumon

Sabtu, 28 Februari 2026 - 03:20 WIB

IMPPETA Saweu Sikula & Berbagi Takjil: Menjalin Silaturahmi, Menginspirasi Generasi, dan Berbagi Berkah Ramadhan Bersama SMPN 1 Trumon Timur

Selasa, 24 Februari 2026 - 04:40 WIB

SPBU Seuneubok Pasieraja Disorot : Jerigen Didahulukan, Regulasi Disingkirkan?

Senin, 16 Februari 2026 - 22:27 WIB

Fatan Sabilulhaq Terpilih Secara Aklamasi sebagai Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Aceh Selatan Periode 2026–2028

Minggu, 15 Februari 2026 - 21:57 WIB

IMAS Sukses Gelar SAWEU SIKULA IX Menguatkan Arah, Membangkitkan Mimpi Generasi Aceh Selatan

Sabtu, 31 Januari 2026 - 10:22 WIB

Fatan Sabilulhaq: Ketua IMPS Ajak Warga Bersikap Bijak dan Harmonis dalam Dinamika Pemerintahan Aceh Selatan

Minggu, 25 Januari 2026 - 01:26 WIB

Gusmawi: Eksekusi Program Baitul Mal Harus Aman Secara Regulasi dan Hukum

Berita Terbaru