Demo Pati Ricuh: Kapolsek Dikeroyok, 34 Orang Terluka, Polisi Bantah Ada Korban Tewas

Redaksi Bara News

- Redaksi

Rabu, 13 Agustus 2025 - 20:07 WIB

50590 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pati – Aksi demonstrasi besar menuntut Bupati Pati Sudewo mundur berakhir ricuh di Alun-alun Pati, Rabu (13/8/2025). Kerusuhan memuncak hingga Kapolsek Pati Kota Iptu Heru Purnomo menjadi korban pengeroyokan massa.

Sebuah video yang viral di media sosial X merekam detik-detik Iptu Heru dikepung massa. Dalam rekaman, Heru terlihat lemas dan berusaha dilindungi sejumlah orang, namun tetap menjadi sasaran pukulan. Akibat kejadian itu, ia mengalami luka parah di kepala dan mendapat beberapa jahitan. Heru dilarikan ke RSUD RAA Soewondo Pati untuk perawatan intensif.

Bukan hanya Iptu Heru, polisi mencatat total 17 anggotanya terluka dalam kericuhan itu. Sementara di pihak massa, 34 orang dilaporkan mendapat perawatan di RS Soewondo. Mayoritas korban dari peserta aksi mengalami sesak napas akibat gas air mata dan kini sebagian besar sudah diperbolehkan pulang.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kabid Humas Polda Jawa Tengah Kombes Artanto membantah kabar adanya korban tewas. “Sudah dilakukan penelusuran ke sejumlah rumah sakit dan fasilitas kesehatan. Hasilnya tidak ada laporan korban meninggal dunia,” kata Artanto.

Menurutnya, jumlah korban dari pihak aparat masih bisa bertambah. “Ada sekitar tujuh polisi, kemungkinan juga bisa bertambah,” ujarnya.

Kericuhan dipicu aksi massa dari Aliansi Masyarakat Pati Bersatu yang menuntut Bupati Sudewo mundur, meski sebelumnya ia sudah membatalkan rencana kenaikan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) hingga 250 persen. Amarah massa tetap membara.

Sebelum bentrokan pecah, massa melempar botol air mineral dan mencoba merobohkan gerbang kantor bupati. Aparat membalas dengan tembakan gas air mata dan mobil water cannon. Satu unit mobil patroli polisi hangus dibakar massa. (*)

Berita Terkait

DOSA EKOLOGIS DI ATAS TANAH JARAHAN,Status Tersangka Para Kades Bongkar Borok Operasional dan Kejahatan Kehutanan PT AGM di Hulu Sungai Selatan
Skandal Tambang di Atas Lahan Cacat Hukum: Penetapan Tersangka Para Kepala Desa Runtuhkan Legitimasi Operasional PT AGM
Bedah Dokumen: Operasional PT Antang Gunung Meratus di Lahan SHM Rakyat Diduga Tabrak UU Minerba dan KUHP
Kejagung Tetapkan Tiga Eks Pimpinan BGN Tersangka Korupsi MBG, Dugaan Penyimpangan Sentuh Pengadaan Rp 1 Triliun
Dadan Hindayana Ditahan Kejagung, Pergantian Mendadak Pimpinan BGN Memantik Sorotan Publik
Sidang Pembelaan Nadiem Makarim: Antara Klaim Tak Bersalah dan Deret Bukti Lapangan
Dapat Tanah dari Orang Tua? Simak Penjelasan Proses Balik Nama Sertipikat Berikut Ini
Sambangi Sulbar, Wamen Ossy Imbau GTRA Jadi Kunci Penyelesaian Konflik Pertanahan di Daerah

Berita Terkait

Sabtu, 6 Juni 2026 - 14:16 WIB

Polda Aceh Ajak Masyarakat Meriahkan Bank Aceh Bhayangkara Run 2026

Sabtu, 6 Juni 2026 - 12:58 WIB

Tingkatkan Kompetensi Medis dan Hukum, UPTD Bapelkas Aceh bersama IDI Aceh Tenggara Gelar Workshop Visum et Repertum dan Medikolegal Gratis

Kamis, 4 Juni 2026 - 18:38 WIB

Satresnarkoba Polres Aceh Tenggara Gagalkan Peredaran Sabu di Bambel, Seorang Pengedar Diamankan

Kamis, 4 Juni 2026 - 01:48 WIB

PJ Pengulu Kute Buluh Bongkar Dugaan Sogokan Rp3 Juta untuk Menyerangnya, Tantang Pelapor Buka Fakta di Hadapan Publik

Rabu, 3 Juni 2026 - 18:09 WIB

Kepsek dapat Revitalisasi Bantuan Bencana pilih Bungkam dan Libatkan oknum keluarga di Agara

Selasa, 2 Juni 2026 - 21:25 WIB

Kapolsek Babul Makmur Pimpin Langsung Pengamanan Pelaku Penganiayaan , Bukti Kesigapan Polri Melayani Masyarakat

Selasa, 2 Juni 2026 - 15:00 WIB

BNN Aceh dan Pemkab Aceh Tenggara Teken Nota Kesepakatan, Perkuat Sinergi Wujudkan Aceh Tenggara Bersih Narkoba

Senin, 1 Juni 2026 - 19:54 WIB

IDI Aceh Tenggara Gelar Workshop Visum Et Repertum dan Medikolegal, Hadirkan Pakar Forensik Nasional

Berita Terbaru