HOTELBET slot preparation.lsrs.lu

Demi Menjaga Marwah Pemerintah, DPRA Didesak Bentuk Pansus Penyelidikan Integritas Sekda Aceh

Redaksi Bara News

- Redaksi

Senin, 16 Februari 2026 - 22:29 WIB

50323 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANDA ACEH – Polemik integritas yang menyeret Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh kian memantik sorotan tajam publik. Pengamat politik dan kebijakan publik, Nasrul Zaman, menilai situasi ini tidak boleh dibiarkan berlarut karena berpotensi menggerus wibawa pemerintahan dan merusak disiplin birokrasi. Ia mendesak DPR Aceh segera membentuk Panitia Khusus (Pansus) guna menguji integritas pejabat yang menjadi pusat polemik.

Dalam keterangannya di Banda Aceh, Dr Nasrul menyebut kegaduhan dua bulan terakhir mencerminkan lemahnya respons kelembagaan terhadap isu yang menyentuh ranah etik pejabat publik. Ia menilai pembiaran justru memperpanjang spekulasi dan memperdalam krisis kepercayaan.

“Jika persoalan yang menyangkut integritas pejabat tinggi hanya direspons dengan diam, maka publik berhak membaca itu sebagai kegagalan tata kelola. Birokrasi tidak boleh dipimpin oleh bayang-bayang kontroversi,” tegas Dr Nasrul melalui keterangan tertulis, Senin 16 Februari 2026.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia mengingatkan, posisi Sekda sebagai komando administratif aparatur sipil negara (ASN) menjadikan dampak polemik ini bersifat sistemik. Menurutnya, keraguan terhadap integritas pimpinan dapat memicu demoralisasi hingga pembangkangan administratif terselubung di tingkat bawah.

“ASN bekerja dengan rujukan teladan struktural. Jika standar etik di pucuk kepemimpinan terlihat longgar, maka disiplin di lapisan bawah ikut melemah. Ini ancaman nyata terhadap ketertiban administrasi negara,” ujarnya.

Dr Nasrul juga menyoroti potensi dampak lanjutan terhadap tata kelola fiskal daerah. Ia menyebut energi birokrasi yang terpecah akibat polemik dapat memperlambat koordinasi lintas perangkat daerah dan mengganggu percepatan realisasi anggaran.

“Ketika fokus pimpinan tersita oleh polemik personal, keputusan strategis berisiko tertunda. Jika ini berimbas pada serapan anggaran, maka yang dirugikan bukan pejabat, melainkan rakyat,” ujar Dr Nasrul.

Ia menambahkan, ketidakjelasan sikap kelembagaan juga dapat mengikis kepercayaan mitra pembangunan terhadap stabilitas tata kelola Pemerintah Aceh.

“Integritas pejabat publik adalah mata uang kepercayaan. Ketika nilainya merosot, investor dan mitra strategis membaca sinyal ketidakpastian,” jelasnya.

Karena itu, Dr Nasrul menilai pembentukan Pansus bukan sekadar langkah politik, melainkan mekanisme pengawasan untuk memastikan transparansi serta menjaga marwah pemerintahan daerah.

“Pansus harus dipandang sebagai instrumen klarifikasi institusional, bukan alat kompromi. Jika DPR Aceh abai, maka yang dipertaruhkan adalah legitimasi pemerintahan itu sendiri,” kata Dr Nasrul.

Dr Nasrul menegaskan, transparansi dan keberanian mengambil langkah pengawasan merupakan ujian integritas lembaga legislatif dalam menjaga kepercayaan publik.

“Marwah pemerintah tidak dijaga dengan pembiaran, tetapi dengan akuntabilitas. Jika ada keraguan etik, uji secara terbuka. Itulah cara negara menunjukkan kewibawaannya di mata masyarakat dan dalam kerangka tata kelola di Indonesia,” tambahnya.

Desakan tersebut menambah tekanan publik agar polemik yang telah berlarut-larut segera ditangani secara institusional, bukan dibiarkan menjadi riuh tanpa kepastian.

Berita Terkait

Jelang 4 Desember, Tarmizi Age Minta Polda Aceh Utamakan Pencegahan: “Sayangi Rakyat Aceh, Jangan Lagi Sakiti Mereka”
Ketua Fast Respon Counter Polri DPW Aceh : Mari Kawal Program Kapolri Baru, Komitmen Pengawasan Dan Sinergi Tak Boleh Kendur
Kabut Asap Tebal Selimuti Aceh, Warga Diminta Waspada dan Jaga Kesehatan
Asap Karhutla Selimuti 13 Kabupaten Kota di Aceh, Jarak Pandang 2 Kilometer dan Negara Gagal Cegah Bencana Rutin
Gubernur Aceh Lantik Taufik sebagai Penjabat Sekda, Dorong Perkuatan Koordinasi Pemerintahan
Ketua Umum HMI Komisariat se-Kawasan Cabang Banda Aceh: Mendesak MPK PB HMI Menguji Keabsahan Penetapan Pj Ketua Umum HMI Cabang Banda Aceh dan Mengusut Dugaan Politisasi Organisasi Menjelang Kongres
Eks GAM Denmark, Eropa Soroti Lambannya Penyerapan TKD, Minta Pengawasan Diperketat
DTPHP Nagan Raya Raih Penghargaan Peringkat I pada Workshop Sasaran Indikatif Tanaman Pangan Tahun 2027 Se Provinsi Aceh

Berita Terkait

Senin, 19 Oktober 2026 - 20:01 WIB

Jamaluddin Idham Kunker ke Aceh Barat, Pastikan Bantuan Budidaya Lele dan Ayam Petelur Berjalan

Senin, 19 Oktober 2026 - 16:36 WIB

Pengawasan Dana Desa Diperkuat, Bupati TRK Ingatkan Pentingnya Tertib Administrasi

Senin, 19 Oktober 2026 - 12:00 WIB

Kapolsek Beutong Jadi Pembina Upacara di SMAN 1 Beutong, Ajak Pelajar Jauhi Narkoba dan Perundungan

Senin, 19 Oktober 2026 - 01:54 WIB

Perkuat Kedekatan dengan Ulama, Kapolres Nagan Raya Hadiri Maulid di Dayah Terdampak Bencana Polisi

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 19:13 WIB

Hutan Kami Dibakar, Bukan Terbakar

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 01:25 WIB

Yang Membakar Hutan Saat Ini di Indonesia Adalah LONDO IRENG

Jumat, 16 Oktober 2026 - 21:46 WIB

Lindungi Kesehatan dari Asap Karhutla, Bupati TRK Minta Warga Batasi Aktivitas Luar Ruangan

Rabu, 14 Oktober 2026 - 14:50 WIB

Ketua Muhammadiyah Nagan Raya Organisasi Hadiri Khanduri Haul Abu Habib Muda Seunagan

Berita Terbaru

ACEH TIMUR

Abi Tanjung Dalam Isi Tausiah Maulid Di Dayah Budi Darul Aman

Selasa, 20 Okt 2026 - 00:58 WIB