slot preparation.lsrs.lu

Bahaya Zona Abu-abu: Menggugat Transparansi Aliran Keuntungan BUMN Pasca-Transisi

Redaksi Bara News

- Redaksi

Rabu, 16 September 2026 - 03:37 WIB

50227 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, 16 September 2026 — Peralihan pengelolaan kekayaan negara yang dipisahkan kepada Danantara kini memicu kegelisahan mendalam terkait nasib setoran dividen Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ke kas negara. Ketidakjelasan skema distribusi pendapatan ini berisiko menciptakan lubang besar dalam struktur Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), sekaligus memunculkan potensi tumpang tindih kewenangan yang membahayakan tata kelola fiskal nasional.

Ekonom Senior Indef, Tauhid Ahmad, secara tegas menyoroti ambiguitas posisi dividen BUMN di tengah transformasi kelembagaan ini. Menurutnya, revisi Undang-Undang Keuangan Negara harus menjadi momentum krusial untuk membedah hubungan antara Danantara, korporasi negara, dan otoritas keuangan. Tanpa batasan hukum yang presisi, Danantara dikhawatirkan bertindak sebagai buffer fiskal yang tidak terkendali, yang pada akhirnya mengaburkan fungsi penerimaan negara yang selama ini bersandar pada setoran dividen.

Sorotan tajam tertuju pada proyeksi dividen BUMN sebesar Rp2,1 triliun untuk tahun 2027. Angka tersebut dipertanyakan konsistensinya apabila pengelolaan kekayaan negara secara penuh telah beralih tangan. Muncul kekhawatiran bahwa pemisahan kewenangan pengelolaan aset ini justru mendegradasi kontribusi BUMN terhadap keuangan negara. Negara kini terjepit di antara dua kepentingan: kebutuhan mendesak akan pendapatan fiskal dan tuntutan Danantara untuk memiliki keleluasaan penuh dalam mengelola aset demi investasi korporasi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Risiko nyata yang muncul adalah penarikan dividen yang terlalu agresif untuk kepentingan investasi dapat melumpuhkan daya tumbuh BUMN. Sebaliknya, jika aturan main dibiarkan longgar, kontribusi BUMN ke negara akan kehilangan transparansi dan akuntabilitas. Publik kini menanti ketegasan pemerintah dalam revisi aturan tersebut untuk memastikan bahwa kendali atas hasil ekonomi aset negara tidak terjebak dalam zona abu-abu yang merugikan kepentingan nasional.

Berita Terkait

Hasto Kristiyanto Minta Aparat Usut Tuntas Aktor Intelektual di Balik Kasus Penyadapan Presiden
Habiburokhman Minta Kasus Penyadapan Ilegal Terhadap Presiden Prabowo Diusut Tuntas
YUSRIL Sebut Prabowo Tahu Penangkapan Jenderal Listyo, Tegaskan Kasus Penyadapan Ilegal Bukan Makar
Sikap Kritis PDIP terhadap Pemerintahan Prabowo dan Polemik Pemakzulan Wakil Presiden
Bareskrim Polri Tetapkan Kepala Staf Kepresidenan dan Dua Perwira Tinggi Sebagai Tersangka Penyadapan Ilegal
Dugaan Penyadapan Presiden dengan Spyware Canggih Seret Sejumlah Jenderal, Terungkap karena Operator Melapor
Tiga Perwira Tinggi Polri Jadi Tersangka Penyadapan Presiden, Pemerintah Tegaskan Tak Ada Unsur Makar
Bareskrim Tetapkan Tiga Jenderal Polri Tersangka Penyadapan Presiden Prabowo

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 15:27 WIB

Listrik Mati Hidup di Blangkejeren Tak Kunjung Stabil, PLN Pusat Diminta Evaluasi Kinerja Jajaran Bawahannya

Rabu, 4 November 2026 - 13:34 WIB

Ironi Gagal Bayar Puluhan Miliar, BPKK Gayo Lues Malah Bobol Kas Daerah demi Kelebihan Bayar TPK!

Rabu, 4 November 2026 - 12:42 WIB

Satgas TMMD Kerjakan Pembuatan Gorong gorong di titik Tiga

Rabu, 4 November 2026 - 03:15 WIB

Longsor di Tiga Titik Tutup Total Jalan Lintas Kutacane-Blangkejeren, Kendaraan Roda Dua dan Roda Empat Tak Bisa Melintas

Selasa, 3 November 2026 - 15:39 WIB

Normalisasi Sungai Jadi Kunci di Gayo Lues, Jembatan Putus Hambat Evakuasi Warga

Selasa, 3 November 2026 - 15:32 WIB

Ratusan Hektare Sawah di Gayo Lues Kembali Panen Pascabencana Banjir 2025

Selasa, 3 November 2026 - 15:19 WIB

Pemkab Gayo Lues Kebut Penyerapan Dana TKD untuk Pemulihan Infrastruktur Pascabencana

Selasa, 3 November 2026 - 15:14 WIB

Pemkab Gayo Lues Berpacu dengan Waktu di Tengah Keterbatasan Anggaran untuk Pulihkan Infrastruktur Pascabencana

Berita Terbaru