BNPB Terima Bantuan Kemanusiaan dari Kementerian LH dan PAN-RB untuk Wilayah Terdampak Banjir dan Longsor di Sumatra

Redaksi Bara News

- Redaksi

Senin, 8 Desember 2025 - 23:32 WIB

50358 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA — Dukungan untuk percepatan penanganan darurat bencana banjir dan longsor di sejumlah wilayah Sumatra terus mengalir. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) kembali menerima bantuan kemanusiaan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) serta Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB), Sabtu (6/12/2025).

Bantuan dari dua kementerian ini diserahkan secara simbolis di Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, dan diterima langsung oleh Deputi Bidang Sistem dan Strategi BNPB, Raditya Jati. Dalam prosesi penyerahan, Sekretaris Utama Kementerian LHK, Rosa Vivien Ratnawati, mewakili instansinya dan menyerahkan dua palet bantuan kemanusiaan yang telah tiba di gudang Lanud sebelumnya.

Bantuan yang diberikan Kementerian LHK terdiri atas berbagai kebutuhan pangan dan non-pangan. Di antara item yang disertakan, terdapat minyak goreng, biskuit, makanan olahan, susu, beras, dan obat-obatan. Sementara bantuan non-pangan mencakup perlengkapan dasar seperti pembalut, popok, perlengkapan mandi, perlengkapan ibadah, dan kebutuhan kebersihan lainnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selain jalur udara, sisa bantuan dari Kementerian LHK direncanakan diberangkatkan melalui kapal laut dari Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, untuk menjangkau wilayah terdampak di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat yang masih mengalami keterbatasan akses akibat terputusnya jalur darat.

Kementerian PAN-RB juga turut memberikan dukungan logistik. Dalam kesempatan yang sama, sejumlah pejabat kementerian ini menyerahkan bantuan secara simbolis kepada Deputi BNPB. Bantuan tersebut terdiri dari makanan kaleng, biskuit, dan makanan bayi. Untuk kategori non-pangan, tersedia perlengkapan mandi, pembalut wanita, popok bayi, pakaian layak pakai, selimut, handuk, dan sarung.

Deputi Bidang Sistem dan Strategi BNPB, Raditya Jati, menyampaikan apresiasi atas kontribusi dan kolaborasi lintas instansi pemerintah dalam misi kemanusiaan ini. Ia menekankan bahwa setiap bantuan, sekecil apa pun, memiliki arti besar bagi para penyintas yang kini tengah menghadapi berbagai keterbatasan hidup pascabencana.

“Sekecil apa pun bentuk solidaritas yang kita berikan kepada masyarakat terdampak akan berpengaruh pada keberlangsungan hidup mereka. Kami tidak hanya mengirimkan logistik, tetapi juga menghadirkan harapan,” ujar Raditya.

Setelah diterima dan didata oleh tim BNPB, seluruh bantuan akan segera dikirimkan ke wilayah terdampak melalui jalur udara dan laut. Rantai distribusi akan didukung penuh oleh klaster logistik nasional yang terdiri dari TNI, kementerian dan lembaga, serta unsur masyarakat sipil dan relawan.

Bantuan ini merupakan bagian dari respons terpadu terhadap bencana hidrometeorologi basah yang menyebabkan banjir dan longsor di sejumlah wilayah Sumatra sejak akhir November 2025. Wilayah seperti Kabupaten Aceh Selatan, Aceh Tenggara, Dairi, Humbang Hasundutan, Tapanuli Selatan, dan Pasaman Barat menjadi daerah yang terdampak paling parah, baik dari sisi kerusakan infrastruktur, isolasi wilayah, hingga jumlah warga mengungsi.

BNPB terus mendorong kolaborasi lintas sektor untuk mempercepat fase tanggap darurat, pemulihan, dan rehabilitasi di tiga provinsi tersebut. Di tengah cuaca yang belum sepenuhnya stabil dan banyaknya tantangan akses lapangan, sinergi pemerintah pusat, daerah, serta masyarakat sipil menjadi kunci dalam menjaga kesinambungan bantuan kemanusiaan bagi penyintas. (*)

Berita Terkait

Kejagung Tetapkan Tiga Eks Pimpinan BGN Tersangka Korupsi MBG, Dugaan Penyimpangan Sentuh Pengadaan Rp 1 Triliun
Dadan Hindayana Ditahan Kejagung, Pergantian Mendadak Pimpinan BGN Memantik Sorotan Publik
Sidang Pembelaan Nadiem Makarim: Antara Klaim Tak Bersalah dan Deret Bukti Lapangan
Dapat Tanah dari Orang Tua? Simak Penjelasan Proses Balik Nama Sertipikat Berikut Ini
Sambangi Sulbar, Wamen Ossy Imbau GTRA Jadi Kunci Penyelesaian Konflik Pertanahan di Daerah
Perkuat Kepastian Hukum untuk Rumah Tinggal, Masyarakat Bisa Tingkatkan Sertipikat HGB ke HM Sekarang
Jadi Pembicara dalam SUSBANPIM VIII, Menteri Nusron: Good Governance Dimulai dari Disiplin, Pembagian Tugas, dan Tata Kelola yang Jelas
Beda Fungsi dan Kegunaan, Pahami Perbedaan Pengecekan Sertipikat dan SKPT

Berita Terkait

Kamis, 4 Juni 2026 - 21:32 WIB

Aktivis Nasional Apresiasi Ketegasan Menteri Imipas Agus Andrianto, Bukti Nyata Komitmen Bersihkan Institusi dari Praktik Korupsi

Minggu, 31 Mei 2026 - 22:39 WIB

*Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN)*

Minggu, 31 Mei 2026 - 10:05 WIB

Sebanyak 1.052 Narapidana dan Anak Binaan Terima RK dan PMP Khusus Waisak Tahun 2026

Kamis, 28 Mei 2026 - 21:21 WIB

*Jokowi Dijadwalkan Kunjungi Lampung Akhir Juni 2026, BRN: Jawaban atas Kerinduan Masyarakat*

Selasa, 26 Mei 2026 - 10:32 WIB

Simak Cara Jual Beli Tanah yang Aman agar Terhindar Masalah di Masa Mendatang

Selasa, 26 Mei 2026 - 10:30 WIB

Pasang Patok, Cara Sederhana Cegah Sengketa Tanah dengan Tetangga

Jumat, 22 Mei 2026 - 13:45 WIB

Berantas Mafia Tanah, Ini Cara Melapor ke Kementerian ATR/BPN

Jumat, 22 Mei 2026 - 13:38 WIB

Jadi Bagian dari Satgas PKH, Kementerian ATR/BPN Kawal Kepastian Hukum dan Tata Kelola Kawasan Hutan

Berita Terbaru

ACEH TENGGARA

Polda Aceh Ajak Masyarakat Meriahkan Bank Aceh Bhayangkara Run 2026

Sabtu, 6 Jun 2026 - 14:16 WIB