Baital Mukadis Jaga Stabilitas Pemerintahan Aceh Selatan Tanpa Manuver Politik Saat Menjadi Plt Bupati

Redaksi Bara News

- Redaksi

Kamis, 12 Maret 2026 - 19:52 WIB

50238 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ACEH SELATAN | Dinamika politik kerap menghadirkan berbagai manuver kekuasaan, terutama ketika terjadi perubahan kepemimpinan dalam pemerintahan. Namun situasi berbeda terlihat di Kabupaten Aceh Selatan ketika Bupati Mirwan MS harus menjalani masa penonaktifan selama tiga bulan akibat sanksi dari Kementerian Dalam Negeri.

Dalam kondisi yang bagi sebagian politisi dapat menjadi peluang untuk memperkuat posisi politik, Wakil Bupati Aceh Selatan Baital Mukadis justru memilih sikap berbeda. Ia tetap menjaga komitmen politiknya dan tidak melakukan manuver kekuasaan.

Selama masa penonaktifan tersebut, Baital Mukadis ditunjuk sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Aceh Selatan. Dalam menjalankan roda pemerintahan, ia tetap berpegang pada arah kebijakan dan program pembangunan yang sebelumnya telah disepakati bersama Bupati Mirwan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sikap tersebut dinilai sebagai bentuk konsistensi dan loyalitas politik di tengah dinamika kekuasaan yang sering kali diwarnai kepentingan pragmatis.

Aktivis muda Aceh Selatan, Tonicko Anggara, mengapresiasi sikap yang ditunjukkan Baital Mukadis dalam menghadapi situasi politik tersebut.

Menurut Tonicko, keputusan untuk tidak melakukan manuver politik menunjukkan kedewasaan dalam berpolitik sekaligus komitmen untuk menjaga stabilitas pemerintahan daerah.

“Saya mengapresiasi sikap dan penyikapan Baital Mukadis dalam dinamika politik yang terjadi saat Bupati Aceh Selatan mendapatkan sanksi dari Kementerian Dalam Negeri. Ia berhasil menjaga stabilitas politik daerah,” kata Tonicko saat diwawancara.

Ia juga menilai keteguhan Baital Mukadis dalam menjaga kesetiaan kepada Mirwan menjadi contoh integritas dalam dunia politik.

“Keteguhannya menjaga kesetiaan kepada Haji Mirwan menjadi contoh bahwa masih ada figur yang berintegritas dalam politik, di tengah anggapan bahwa politik sering kali identik dengan pragmatisme,” ujarnya.

Tonicko Anggara menutup kalimatnya dengan mengatakan bahwa tentu sikap H. Baital Mukadis tersebut menjadi sebuah catatan penting bagi masyarakat Aceh Selatan pada umumnya saat menyaksikan dan menilai dinamika politik lokal Aceh Selatan. Di tengah peluang untuk melakukan manuver kekuasaan, pilihan untuk tetap setia dan menjaga stabilitas pemerintahan dinilai sebagai sikap politik yang mencerminkan integritas kepemimpinan.

“Tentu hal ini menjadi sebuah catatan penting yang dapat diambil pembelajaran daripadanya yakni tentang kesetiaan dan integritas kepemimpinan.” Tutup Tonicko Anggara. (ril)

Berita Terkait

Warga Samadua Tolak Perusahaan Tambang, Koalisi: Izin Bukan Cek Kosong
3 Keuchik di Kemasjidan Air Sialang Samadua Resmi Tolak IUP PT MMS, 2 Keuchik Cabut Rekomendasi
DPRK Aceh Selatan Didesak Bongkar Dugaan Maladministrasi Izin Perusahaan Tambang di Samadua
Ribuan Warga Samadua Kompak Tolak Tambang, Desak Rekomendasi Eksplorasi Dicabut!
Bupati Aceh Selatan Didesak Merdekakan Samadua dari Bayang-bayang Perusahaan Tambang
Ribuan Warga Samadua Bergerak Tolak Perusahaan Tambang, Ketua DPRK Aceh Selatan Ikut Tandatangani Petisi
ForPAS : IUP MMS Bukan Cek Kosong, KPK Diminta Telusuri Kemungkinan Dugaan Gratifikasi dalam Perizinan
Bupati Aceh Selatan Dukung Peningkatan Kompetensi Guru, Pemkab Jajaki Kerja Sama dengan Pascasarjana USK

Berita Terkait

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 17:49 WIB

Habib Rizieq Soroti Polemik Pengibaran Bendera Bulan Bintang dan Implementasi Perjanjian Helsinki di Aceh

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 17:43 WIB

Polresta Banda Aceh Tetapkan MA Tersangka Dugaan Pemerkosaan Anak Tiga Tahun

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 17:18 WIB

Aksi Berani Wagub Aceh Redam Kericuhan Peringatan Hari Damai di Masjid Raya Baiturrahman

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 17:07 WIB

Pemerintah Aceh Upayakan Penyelesaian Permanen Polemik Pengibaran Bendera Bintang Bulan

Kamis, 20 Agustus 2026 - 04:00 WIB

Dorong Daya Saing Industri, Bea Cukai Banda Aceh Berikan Fasilitas Pembebasan Cukai

Rabu, 19 Agustus 2026 - 02:26 WIB

Pemerintah Diminta Segera Implementasikan MoU Helsinki untuk Menjaga Perdamaian Aceh

Senin, 17 Agustus 2026 - 02:50 WIB

Pemerintah Aceh dan DPRA Konsultasikan Kepastian Hukum Bendera Bulan Bintang ke Kemendagri

Senin, 17 Agustus 2026 - 02:44 WIB

Bendera Merah Putih Kembali Berkibar di Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh, Simbol Pemulihan Menjelang HUT ke-81 RI

Berita Terbaru