APBN 2026 Disahkan DPR, Jadi Landasan Fiskal Pertama Era Presiden Prabowo

Redaksi Bara News

- Redaksi

Kamis, 25 September 2025 - 18:29 WIB

50280 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta – DPR RI resmi mengesahkan Rancangan Undang-Undang tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2026 menjadi Undang-Undang dalam Rapat Paripurna yang digelar Selasa (23/9/2025). Pengesahan dilakukan setelah seluruh fraksi menyatakan persetujuan pada pembahasan tingkat II dalam Sidang Paripurna DPR RI Ke-5 Masa Persidangan I Tahun Sidang 2025–2026.

Ketua DPR RI Puan Maharani memimpin jalannya rapat dan mendengar langsung sikap fraksi-fraksi yang terdiri dari PDI Perjuangan, Partai Golkar, Gerindra, NasDem, PKB, PKS, PAN, dan Partai Demokrat—semuanya sepakat membawa RUU APBN 2026 ke tahap pengambilan keputusan. Dengan disahkannya UU APBN 2026, dokumen tersebut menjadi landasan fiskal perdana bagi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa yang hadir dalam rapat paripurna menyampaikan apresiasinya kepada seluruh anggota dewan atas dukungan dan kerja sama selama proses pembahasan APBN berlangsung. Ia mengatakan, rancangan anggaran tahun depan telah didesain untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih cepat, inklusif, dan berkeadilan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“APBN 2026 didesain untuk mendorong aktivitas ekonomi berjalan lebih cepat dan tumbuh lebih tinggi, dengan fokus pada penguatan sektor riil serta daya beli masyarakat untuk mengakselerasi tercapainya kesejahteraan yang berkeadilan,” ujar Menkeu Purbaya dalam pidatonya.

Pemerintah, lanjut Purbaya, juga menegaskan visi kedaulatan ekonomi melalui dukungan terhadap sektor pangan, energi, dan industri strategis nasional. Seiring tantangan global yang dinamis, instrumen APBN diarahkan untuk memperkuat ketahanan ekonomi nasional serta membangun fondasi Indonesia yang tangguh dan mandiri.

Dalam kesempatan itu, Menkeu memaparkan strategi pembangunan ekonomi Indonesia berbasis pada konsep Sumitronomics, yang mengedepankan tiga pilar utama: pertumbuhan ekonomi tinggi, pemerataan hasil pembangunan, dan stabilitas nasional yang dinamis. Ia menargetkan pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 6 hingga 8 persen dalam jangka menengah melalui sinergi kebijakan fiskal, perbaikan iklim usaha, dan pembenahan sektor keuangan.

APBN 2026 juga diarahkan sebagai katalisator sektor swasta. Pemerintah menyertakan penempatan kas sebesar Rp200 triliun di Himbara untuk mendorong penyaluran kredit, serta penguatan peran lembaga investasi Danantara. Reformasi perizinan usaha juga terus didorong melalui implementasi PP Nomor 28 Tahun 2025.

Terdapat delapan agenda prioritas dalam struktur APBN tahun depan, di antaranya ketahanan pangan, energi, Program Makan Bergizi Gratis (MBG), pendidikan bermutu, kesehatan berkualitas, pembangunan desa-koperasi-UMKM, pertahanan semesta, serta akselerasi investasi dan perdagangan global. Alokasi anggaran untuk mendukung agenda ini disusun cukup besar, yakni Rp164,7 triliun untuk ketahanan pangan, Rp402,4 triliun untuk energi, Rp335 triliun untuk MBG, Rp769,1 triliun untuk pendidikan, Rp244 triliun untuk kesehatan, dan Rp508,2 triliun untuk perlindungan sosial.

Secara keseluruhan, APBN 2026 menetapkan total belanja negara sebesar Rp3.842,7 triliun, dengan pendapatan negara diproyeksikan mencapai Rp3.153,6 triliun. Defisit anggaran ditetapkan pada level 2,68 persen dari produk domestik bruto (PDB), yang menurut pemerintah masih berada dalam batas aman.

Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi sebesar 5,4 persen di 2026, tingkat inflasi 2,5 persen, suku bunga Surat Berharga Negara (SBN) 6,9 persen, dan nilai tukar Rupiah sekitar Rp16.500 per dolar AS. Menkeu Purbaya pun menyatakan bahwa masyarakat tidak perlu khawatir dengan angka defisit yang sedikit meningkat.

“Jadi enggak usah takut. Kita tetap hati-hati,” ujarnya, menegaskan bahwa defisit 2,6 persen masih berada dalam rentang moderat di antara 2 hingga 3 persen dan justru diperlukan sebagai dorongan tambahan untuk mempercepat pertumbuhan.

Di akhir pidatonya, Menkeu menekankan bahwa APBN 2026 akan memberi dampak nyata pada kehidupan rakyat dan menjadi instrumen penting untuk mewujudkan cita-cita besar menuju Indonesia yang berdaulat, adil, dan makmur. Pemerintah optimistis keberadaan APBN ini akan menjadi fondasi kuat untuk mendukung ekosistem ekonomi nasional yang tangguh dalam menghadapi tantangan global mendatang.

Berita Terkait

Pemerintah Tetapkan 1 Ramadan 1447 H Jatuh pada 19 Februari 2026
Kementerian Keuangan Tetapkan Nilai Kurs untuk Pelunasan Pajak dan Bea Masuk Periode 11 Februari – 17 Februari 2026
Pejabat Baru Dilantik, Gayo Lues Pacu Birokrasi Responsif di Tengah Tantangan Bencana
Ganja Dibakar Sinyal Kuat Perangi Peredaran Narkoba
Muhaimin Iskandar Tegaskan Peran Strategis Pers pada Puncak HPN 2026 di Banten
Kadis Kominfo Nopal SP Sampaikan Ucapan Selamat Hari Pers Nasional 2026
Anatomi Penjarahan di Negeri Seribu Bukit
Panic Buying dan Pengecer Ilegal Perparah Krisis BBM di Gayo Lues

Berita Terkait

Selasa, 17 Februari 2026 - 12:40 WIB

Arinal Huda Keuchik Meunasah Dayah Dukung Program Ketahanan Pangan Dari Batalyon Teritorial Pembangunan (TP) 856/SBS

Senin, 16 Februari 2026 - 18:01 WIB

Ketua MKGR Nagan Raya Mengucapkan Selamat Menyambut Bulan Ramadhan 1447.H

Senin, 16 Februari 2026 - 17:19 WIB

Yonif Teritorial Pembangunan TP 856 /SBS Panen Padi Raya Di Beutong Nagan Raya

Senin, 16 Februari 2026 - 17:04 WIB

Yonif Teritorial Pembangunan TP 856 /SBS Panen Padi Raya Di Beutong Nagan Raya

Minggu, 15 Februari 2026 - 16:40 WIB

Menjelang Meugang Ramadhan Wabup Raja Sayang Serahkan Bantuan Sosial Untuk Warga Korban Banjir Di Beutong Ateuh

Minggu, 15 Februari 2026 - 16:35 WIB

TRK Bupati Nagan Raya Harap Menkeu Segera Terbitkan PMK Pengembalian TKD Aceh

Jumat, 13 Februari 2026 - 19:44 WIB

Pemkab Nagan Raya Tentukan Harga Daging Meugang Rp.180.000- 200.000./Kg

Jumat, 13 Februari 2026 - 11:29 WIB

Satresnarkoba Polres Nagan Raya Berhasil Amankan 36 Paket Sabu Siap Edar

Berita Terbaru