HOTELBET slot preparation.lsrs.lu

Aliansi Aneuk Nanggroe Kepung Kantor Gubernur Aceh, Tuntut Pemerintah Bertanggung Jawab Atas Lambannya Penanganan Korban Bencana

Redaksi Bara News

- Redaksi

Jumat, 14 Agustus 2026 - 03:23 WIB

50223 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANDA ACEH — Gelombang kritik keras mengguncang Pemerintah Aceh setelah puluhan massa yang tergabung dalam Aliansi Aneuk Nanggroe menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Gubernur Aceh, Kamis (13/8/2026). Dalam aksi damai yang dipimpin Rahmad Fauzi, massa menuntut pertanggungjawaban pemerintah atas minimnya respon terhadap ribuan korban bencana yang hingga kini terlantar dan tak kunjung mendapat penanganan layak.

Aksi dimulai pukul 15.10 WIB. Setiba di lokasi, sekitar 20 demonstran diadang ketat petugas pengamanan dan dilarang memasuki halaman kantor gubernur. Mereka terpaksa menyerukan protes keras dari luar gerbang utama. Sejumlah upaya untuk menerobos pagar keamanan juga gagal ketika petugas menjaga ketat akses masuk kantor pemerintahan tersebut.

Sorotan utama massa adalah kemacetan birokrasi dan lemahnya inisiatif Pemerintah Aceh dalam memastikan hak-hak dasar ribuan warga pengungsi benar-benar terpenuhi. Dalam orasinya, mereka menuntut bukti nyata bahwa negara benar-benar hadir di tengah rakyat yang terdampak bencana. “Sudah delapan bulan masyarakat kita di daerah bencana tidak mendapat perhatian serius. Aspirasi ini murni suara saudara-saudara kita di pengungsian yang terabaikan,” tegas salah satu orator dalam pengeras suara.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Massa menilai bahwa regulasi dan peraturan, baik dalam Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana, hingga Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 2008 sudah jelas memandatkan pemerintah provinsi untuk respons cepat, pendataan terpadu, dan distribusi kebutuhan dasar bagi korban bencana. Namun, kenyataan di lapangan, ribuan warga Aceh masih hidup terkatung-katung tanpa ada jaminan pangan, kesehatan, hunian tetap, maupun jaminan pendidikan anak-anak korban.

Aliansi bahkan mengancam akan melakukan aksi lebih besar pada 15 Agustus—sekaligus bertepatan dengan rencana peringatan Hari Damai Aceh—jika aspirasi tidak digubris oleh pemerintah. Salah satu peserta juga menyatakan siap mengibarkan bendera Bulan Bintang sebagai bentuk simbol kekecewaan mendalam masyarakat Aceh, apabila suara mereka terus diabaikan.

Aksi berlangsung damai dengan kawalan aparat keamanan. Namun pesan yang ditinggalkan jelas: Pemerintah Aceh harus keluar dari zona nyaman, berhenti berlindung di balik meja dan birokrasi kaku, serta segera turun langsung ke titik-titik bencana untuk memastikan semua hak pengungsi dan korban dipenuhi sesuai amanat UU. Negara tidak boleh abai membiarkan ribuan korban hidup di pengungsian tanpa kepastian. Ketidakmampuan menjalankan mandat negara—apalagi sampai delapan bulan pascabencana—adalah bentuk kegagalan kolektif yang pantas dikritisi, dan bukan mustahil berujung tuntutan hukum jika pemerintah terus berlambat-lambat dalam memenuhi hak rakyatnya. (*)

Berita Terkait

Ketua Fast Respon Counter Polri DPW Aceh : Mari Kawal Program Kapolri Baru, Komitmen Pengawasan Dan Sinergi Tak Boleh Kendur
Kabut Asap Tebal Selimuti Aceh, Warga Diminta Waspada dan Jaga Kesehatan
Asap Karhutla Selimuti 13 Kabupaten Kota di Aceh, Jarak Pandang 2 Kilometer dan Negara Gagal Cegah Bencana Rutin
Gubernur Aceh Lantik Taufik sebagai Penjabat Sekda, Dorong Perkuatan Koordinasi Pemerintahan
Ketua Umum HMI Komisariat se-Kawasan Cabang Banda Aceh: Mendesak MPK PB HMI Menguji Keabsahan Penetapan Pj Ketua Umum HMI Cabang Banda Aceh dan Mengusut Dugaan Politisasi Organisasi Menjelang Kongres
Eks GAM Denmark, Eropa Soroti Lambannya Penyerapan TKD, Minta Pengawasan Diperketat
DTPHP Nagan Raya Raih Penghargaan Peringkat I pada Workshop Sasaran Indikatif Tanaman Pangan Tahun 2027 Se Provinsi Aceh
DTPHP Nagan Raya Terima Piagam Penghargaan pada Workshop Sasaran Indikatif Tanaman Pangan 2027

Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 18:59 WIB

Karhutla Indonesia Seluas 900.000 Hektare Disorot Media Asing, Setara Empat Kali Luas Tokyo

Minggu, 18 Oktober 2026 - 15:49 WIB

Bayang-Bayang Kabut Asap, Singapura Kembali Bidik Tujuh Perusahaan di Balik Karhutla Indonesia

Minggu, 18 Oktober 2026 - 14:56 WIB

Polri Perang Terbuka Lawan Kampung Narkoba, Rekam Jejak Internal Bakal Dievaluasi

Minggu, 18 Oktober 2026 - 13:55 WIB

Kapolri Instruksikan Bareskrim Usut Tuntas Dugaan Tindak Pidana di Sektor Pasar Modal

Minggu, 18 Oktober 2026 - 10:19 WIB

LPG 3 Kg Sulit Didapat Saat Hujan, Warga Gayo Lues Minta Bupati Turun Tangan

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 10:08 WIB

Beredar Telepon Ancaman untuk Bungkam Suara Karhutla, Influencer Kalimantan Diminta Hapus Video Kebakaran

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 02:18 WIB

Papua Selatan Jadi Episentrum Karhutla, Puluhan Ribu Hektare Terbakar di Tengah PSN

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 02:11 WIB

Klaim Keberhasilan Padamkan Karhutla 80 Persen Dinilai Omong Kosong di Tengah Kepungan Asap Lintas Negara

Berita Terbaru

ACEH TENGGARA

Satresnarkoba Polres Agara Amankan Pria dan 4,16 Gram Sabu

Minggu, 18 Okt 2026 - 16:24 WIB