JAKARTA — Pemerintah mengambil langkah strategis dalam upaya memperbaiki akses layanan kesehatan di wilayah terpencil, terutama demi menekan angka kematian ibu saat melahirkan yang masih tinggi di berbagai daerah. Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah untuk mempercepat pembangunan infrastruktur dan layanan kesehatan dasar, sebagai respons atas masih banyaknya kasus ibu yang kehilangan nyawa akibat terhambat minimnya akses jalan dan jembatan menuju fasilitas medis.
Salah satu terobosan yang akan segera diimplementasikan adalah peluncuran layanan ambulans udara. Armada berupa helikopter dan pesawat kecil ini dirancang untuk dapat mendarat di area yang sulit dijangkau, seperti lapangan rumput, lahan pasir, hingga pinggir sungai. Dengan armada ini, evakuasi medis di wilayah dengan akses terbatas diharapkan dapat lebih cepat dilakukan, sehingga penanganan pasien dalam kondisi darurat dapat berlangsung efisien dan tepat waktu.
Pemerintah juga berencana memperkuat layanan kesehatan darurat melalui pembentukan tim dokter terbang. Tim ini dapat dikerahkan sewaktu-waktu untuk menjangkau daerah terpencil maupun lokasi terdampak bencana, guna memastikan masyarakat menerima pertolongan medis secara menyeluruh dan merata, tanpa terkendala jarak atau kondisi geografis.
Kebijakan ini menjadi bagian dari transformasi kesehatan nasional yang ditargetkan rampung pada tahun 2030. Mulai tahun 2027, dukungan infrastruktur akan diperkuat melalui renovasi 10.000 Puskesmas di 7.280 kecamatan, dengan anggaran sekitar Rp4 miliar untuk setiap unit. Selain itu, revitalisasi akan dilakukan terhadap 514 laboratorium kesehatan masyarakat di kabupaten dan kota di seluruh Indonesia.
Tak hanya menyasar fasilitas kesehatan tingkat dasar, penguatan layanan juga difokuskan pada revitalisasi 441 Rumah Sakit Umum Daerah. Pengembangan RSUD ini diarahkan untuk meningkatkan kemampuan penanganan penyakit yang menyebabkan angka kematian tinggi seperti kanker, jantung, stroke, dan ginjal. Selain itu, peningkatan layanan kesehatan ibu dan anak di seluruh daerah menjadi salah satu prioritas utama dalam pengembangan standar pelayanan rumah sakit milik pemerintah.
Dengan berbagai program strategis ini, pemerintah menargetkan peningkatan pemerataan akses dan mutu layanan kesehatan di seluruh pelosok tanah air. Langkah-langkah tersebut diharapkan mampu mengurangi kesenjangan kesehatan antardaerah, sekaligus memperkuat perlindungan bagi kelompok paling rentan di masyarakat. (*)







































