HOTELBET slot preparation.lsrs.lu

Bea Cukai Aceh Bekali UMKM Kemampuan Negosiasi dan Storytelling untuk Perluas Pasar

Redaksi Bara News

- Redaksi

Jumat, 14 Agustus 2026 - 01:56 WIB

50166 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Banda Aceh, 12 Agustus 2026 – Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Aceh mendorong peningkatan kapasitas pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui penguatan kemampuan komunikasi, negosiasi, dan storytelling produk sebagai bekal untuk mengembangkan usaha dan menjangkau pasar yang lebih luas.
Upaya tersebut diwujudkan melalui Workshop Pemberdayaan UMKM “UMKM Aceh: Makin Berdaya, Siap Mendunia”, yang diselenggarakan Kanwil DJBC Aceh berkolaborasi dengan Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat melalui manajemen project Perintis Berdaya Connect (PBC), Rabu (12/8/2026), di Kantor Wilayah DJBC Aceh.
Kegiatan yang diikuti pelaku UMKM dari berbagai wilayah di Aceh secara luring dan daring tersebut menghadirkan dua narasumber dengan materi yang diarahkan pada peningkatan keterampilan praktis pelaku usaha.
Suhil Al Fata, Digitalpreneur dan Founder Luna Studio, melalui materi “Powerful Digital Marketing and The Art of Negotiation”, membekali peserta dengan teknik komunikasi dan negosiasi dalam menghadapi calon buyer maupun mitra bisnis. Negosiasi diarahkan tidak hanya untuk menghasilkan kesepakatan yang menguntungkan kedua belah pihak, tetapi juga membangun kepercayaan dan hubungan bisnis yang berkelanjutan.
Sementara itu, Zulpata, Direktur Utama Sekolah Kita Menulis, melalui materi “Penulisan Storytelling Produk UMKM”, mengajak peserta membangun narasi promosi yang tidak hanya menjelaskan produk, tetapi juga mengangkat cerita dan nilai di baliknya.
Cerita mengenai proses produksi, nilai budaya dan kearifan lokal, perjalanan pelaku usaha, maupun orang-orang di balik sebuah produk dapat menjadi kekuatan untuk membangun kedekatan emosional dengan konsumen sekaligus memberikan nilai pembeda bagi produk UMKM.
Kepala Bidang Fasilitas Kepabeanan dan Cukai Kanwil DJBC Aceh, Leni Rahmasari, mengatakan peningkatan kapasitas menjadi salah satu aspek penting agar UMKM mampu tumbuh dan semakin berdaya saing.
“Kami berharap workshop ini dapat meningkatkan tidak hanya pengetahuan, tetapi juga keterampilan dan kepercayaan diri para pelaku UMKM dalam mengembangkan usahanya. Produk yang berkualitas perlu didukung kemampuan mengomunikasikan nilainya, membangun jejaring, serta meyakinkan calon mitra maupun buyer. Kami ingin UMKM Aceh semakin berdaya, naik kelas, dan memiliki kesiapan untuk membawa produknya ke pasar global,” ujar Leni.
Workshop berlangsung secara interaktif melalui diskusi dan praktik yang memberikan kesempatan kepada peserta untuk mengaplikasikan materi serta memperoleh masukan langsung dari narasumber.
Selain workshop, kegiatan dilengkapi dengan showcase berbagai produk UMKM serta pengenalan Klinik Konsultasi Ekspor Kanwil DJBC Aceh sebagai ruang bagi pelaku usaha untuk memperoleh informasi dan konsultasi terkait ekspor.
Aceh memiliki berbagai produk unggulan yang berpotensi untuk bersaing di pasar internasional, antara lain kopi Gayo, nilam, pala, hasil perikanan, kerajinan tangan, serta produk olahan pangan. Melalui peningkatan kapasitas dan kolaborasi lintas pihak secara berkelanjutan, Kanwil DJBC Aceh berharap semakin banyak UMKM Aceh yang memiliki daya saing dan kesiapan untuk menjangkau pasar global.  (*)

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Berita Terkait

Ketua Fast Respon Counter Polri DPW Aceh : Mari Kawal Program Kapolri Baru, Komitmen Pengawasan Dan Sinergi Tak Boleh Kendur
Kabut Asap Tebal Selimuti Aceh, Warga Diminta Waspada dan Jaga Kesehatan
Asap Karhutla Selimuti 13 Kabupaten Kota di Aceh, Jarak Pandang 2 Kilometer dan Negara Gagal Cegah Bencana Rutin
Gubernur Aceh Lantik Taufik sebagai Penjabat Sekda, Dorong Perkuatan Koordinasi Pemerintahan
Ketua Umum HMI Komisariat se-Kawasan Cabang Banda Aceh: Mendesak MPK PB HMI Menguji Keabsahan Penetapan Pj Ketua Umum HMI Cabang Banda Aceh dan Mengusut Dugaan Politisasi Organisasi Menjelang Kongres
Eks GAM Denmark, Eropa Soroti Lambannya Penyerapan TKD, Minta Pengawasan Diperketat
DTPHP Nagan Raya Raih Penghargaan Peringkat I pada Workshop Sasaran Indikatif Tanaman Pangan Tahun 2027 Se Provinsi Aceh
DTPHP Nagan Raya Terima Piagam Penghargaan pada Workshop Sasaran Indikatif Tanaman Pangan 2027

Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 15:15 WIB

Tragedi Kabut Asap di Kalimantan: Habitat Satwa Terancam dan Kesehatan Warga Terpinggirkan

Minggu, 18 Oktober 2026 - 15:11 WIB

Ancaman Nyata Karhutla: Orangutan Terancam Punah, Kualitas Udara Terus Memburuk

Minggu, 18 Oktober 2026 - 15:07 WIB

Tragedi Karhutla di Taman Nasional Gunung Palung: Jeritan Satwa dan Perjuangan Petugas Menjinakkan Api yang Sulit Dijangkau

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 02:05 WIB

Langit Palangka Raya Berubah Oranye, Kesaksian Aktivis Dayak Patahkan Klaim Istana Soal Karhutla

Jumat, 16 Oktober 2026 - 17:35 WIB

Kabut Asap Selimuti Aceh Singkil, Warga Keluhkan Dampak Karhutla Lintas Provinsi

Jumat, 16 Oktober 2026 - 16:11 WIB

Ancaman Asap Tebal di Atmosfer, BMKG Imbau Warga Jakarta Waspada dan Kritik Lambatnya Penanganan Pemerintah

Jumat, 16 Oktober 2026 - 11:28 WIB

Satu Rumah di Kecamatan Lawe Alas Aceh Tenggara Ludes Terbakar Dini Hari, Penghuni Selamat

Senin, 12 Oktober 2026 - 12:07 WIB

Jalan Badak Gayo Lues Lumpuh Diterjang Banjir, Warga Desak Pemerintah Pusat dan BWS Bertindak

Berita Terbaru

ACEH TENGGARA

Satresnarkoba Polres Agara Amankan Pria dan 4,16 Gram Sabu

Minggu, 18 Okt 2026 - 16:24 WIB