Akhmad Munir Terpilih Ketua Umum PWI Pusat 2025–2030 di Kongres Cikarang, Tiga Formatur Disepakati Bentuk Kepengurusan Baru

Redaksi Bara News

- Redaksi

Sabtu, 30 Agustus 2025 - 21:24 WIB

50621 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Cikarang – Direktur Utama Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) ANTARA, Akhmad Munir, resmi terpilih sebagai Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat periode 2025–2030 melalui Kongres PWI yang digelar di Balai Pelatihan dan Pengembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi (BPPTIK) Komdigi, Cikarang, Bekasi, Sabtu (30/8/2025).

Dalam pemilihan yang berlangsung sejak sore hingga malam, Munir berhasil meraih 52 suara dari total 87 suara sah, mengungguli calon ketua umum lainnya, Hendry Ch. Bangun, yang memperoleh 35 suara. Keputusan ini disambut sorak gembira para peserta kongres, yang menandai akhir dari proses pemilihan penuh dinamika.

Kongres kali ini tidak hanya menghasilkan ketua umum, tetapi juga memilih Ketua Dewan Kehormatan (DK) PWI Pusat. Mantan Ketua Umum PWI periode 2018–2023, Atal S. Depari, terpilih setelah mengantongi 44 suara, unggul tipis atas Drs. Sihono HT, M.Si, yang meraih 42 suara. Ketatnya persaingan ini menunjukkan besarnya perhatian anggota terhadap arah kepemimpinan PWI ke depan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Suasana kongres semakin hangat ketika Munir dan Atal dikalungkan selendang sutera khas Bugis sebagai simbol kemenangan dan penghormatan. Momen tersebut menjadi penegasan simbolis bahwa tongkat estafet kepemimpinan PWI kini berada di tangan generasi baru, dengan tetap menjaga kesinambungan tradisi organisasi.

Sebagai langkah awal, Munir langsung memimpin rapat pleno ketiga Kongres Persatuan. Dalam rapat tersebut disepakati pembentukan tiga formatur untuk menyusun kepengurusan PWI Pusat periode 2025–2030. Ketiganya adalah Fathurrahman mewakili wilayah Sumatera, Lutfil Hakim mewakili Pulau Jawa, serta Sarjono mewakili wilayah Sulawesi. Mereka diberikan waktu 30 hari untuk merampungkan struktur kepengurusan baru.

Terpilihnya Akhmad Munir menandai babak baru kepemimpinan PWI, organisasi wartawan tertua di Indonesia yang telah berdiri sejak 1946. Di tengah derasnya arus digitalisasi media dan tantangan menjaga kualitas jurnalisme, Munir dihadapkan pada tugas besar: memperkuat solidaritas internal, meningkatkan profesionalisme wartawan, serta menjaga marwah kebebasan pers di Indonesia.

Akhmad Munir dikenal luas di kalangan pers nasional sebagai wartawan senior dengan pengalaman panjang di dunia jurnalistik. Ia memulai kariernya di media cetak daerah sebelum bergabung dengan LKBN ANTARA, kantor berita resmi negara. Reputasinya dibangun melalui liputan isu politik, hukum, hingga ekonomi, yang mengantarkannya pada berbagai posisi penting di tubuh redaksi.

Sebelum dipercaya sebagai Direktur Utama LKBN ANTARA, Munir telah menempati sejumlah jabatan strategis, termasuk pemimpin redaksi dan anggota dewan redaksi. Kiprah panjangnya di dunia jurnalistik membuatnya dianggap sebagai figur yang memiliki pemahaman mendalam tentang tantangan pers, terutama di era disrupsi digital.

Dalam perjalanan kariernya, Munir juga aktif di organisasi kewartawanan. Ia pernah menjabat Ketua PWI Jawa Timur dan berperan dalam berbagai forum nasional yang menekankan pentingnya etika jurnalistik, perlindungan wartawan, serta penguatan kapasitas organisasi pers.

Dengan latar belakang tersebut, terpilihnya Akhmad Munir sebagai Ketua Umum PWI Pusat dianggap sebagai momentum penting. Ia diharapkan mampu membawa semangat profesionalisme dan integritas ke tubuh organisasi, sekaligus mengembalikan peran PWI sebagai rumah besar bagi wartawan di seluruh Indonesia. (Red)

Berita Terkait

DOSA EKOLOGIS DI ATAS TANAH JARAHAN,Status Tersangka Para Kades Bongkar Borok Operasional dan Kejahatan Kehutanan PT AGM di Hulu Sungai Selatan
Skandal Tambang di Atas Lahan Cacat Hukum: Penetapan Tersangka Para Kepala Desa Runtuhkan Legitimasi Operasional PT AGM
Bedah Dokumen: Operasional PT Antang Gunung Meratus di Lahan SHM Rakyat Diduga Tabrak UU Minerba dan KUHP
Kejagung Tetapkan Tiga Eks Pimpinan BGN Tersangka Korupsi MBG, Dugaan Penyimpangan Sentuh Pengadaan Rp 1 Triliun
Dadan Hindayana Ditahan Kejagung, Pergantian Mendadak Pimpinan BGN Memantik Sorotan Publik
Sidang Pembelaan Nadiem Makarim: Antara Klaim Tak Bersalah dan Deret Bukti Lapangan
Dapat Tanah dari Orang Tua? Simak Penjelasan Proses Balik Nama Sertipikat Berikut Ini
Sambangi Sulbar, Wamen Ossy Imbau GTRA Jadi Kunci Penyelesaian Konflik Pertanahan di Daerah

Berita Terkait

Sabtu, 6 Juni 2026 - 14:16 WIB

Polda Aceh Ajak Masyarakat Meriahkan Bank Aceh Bhayangkara Run 2026

Sabtu, 6 Juni 2026 - 12:58 WIB

Tingkatkan Kompetensi Medis dan Hukum, UPTD Bapelkas Aceh bersama IDI Aceh Tenggara Gelar Workshop Visum et Repertum dan Medikolegal Gratis

Kamis, 4 Juni 2026 - 18:38 WIB

Satresnarkoba Polres Aceh Tenggara Gagalkan Peredaran Sabu di Bambel, Seorang Pengedar Diamankan

Kamis, 4 Juni 2026 - 01:48 WIB

PJ Pengulu Kute Buluh Bongkar Dugaan Sogokan Rp3 Juta untuk Menyerangnya, Tantang Pelapor Buka Fakta di Hadapan Publik

Rabu, 3 Juni 2026 - 18:09 WIB

Kepsek dapat Revitalisasi Bantuan Bencana pilih Bungkam dan Libatkan oknum keluarga di Agara

Selasa, 2 Juni 2026 - 21:25 WIB

Kapolsek Babul Makmur Pimpin Langsung Pengamanan Pelaku Penganiayaan , Bukti Kesigapan Polri Melayani Masyarakat

Selasa, 2 Juni 2026 - 15:00 WIB

BNN Aceh dan Pemkab Aceh Tenggara Teken Nota Kesepakatan, Perkuat Sinergi Wujudkan Aceh Tenggara Bersih Narkoba

Senin, 1 Juni 2026 - 19:54 WIB

IDI Aceh Tenggara Gelar Workshop Visum Et Repertum dan Medikolegal, Hadirkan Pakar Forensik Nasional

Berita Terbaru