BENGKULU – Video singkat seorang anggota kepolisian yang menjulurkan lidah dan memperagakan gestur mengejek ke arah massa aksi memicu kemarahan publik dan mengoyak wibawa institusi di tengah pengamanan demonstrasi yang seharusnya berjalan profesional.
Berdasarkan pantauan, aksi tidak pantas itu dilakukan oleh Bripka Masagus Ginta Meiro, anggota Direktorat Intelijen dan Keamanan Polda Bengkulu. Ia terekam berada di barisan aparat pengamanan sambil menjulurkan lidah, menyeringai, dan menunjukkan isyarat tangan yang dinilai melecehkan peserta unjuk rasa pada peringatan Hari Tani Nasional di depan Kantor Gubernur Bengkulu.
Aksi yang awalnya berlangsung damai tersebut berubah memanas setelah gestur provokatif itu terekam kamera warga dan menyebar luas di media sosial. Publik menilai perilaku tersebut bertolak belakang dengan tugas polisi sebagai penjaga ketertiban dan pelindung hak menyampaikan pendapat. Seorang personel intelijen yang seharusnya meredam ketegangan justru menjadi pemicu kericuhan.
Gelombang kecaman pun membanjiri ruang publik. Kolom komentar akun resmi Polda Bengkulu dipenuhi desakan agar institusi melakukan evaluasi internal dan menjatuhkan sanksi tegas. Warganet menyebut aksi itu merusak citra Polri, menunjukkan rendahnya profesionalisme, dan tidak layak dilakukan oleh aparat yang digaji untuk melayani rakyat.
Menanggapi viralnya video tersebut pada Kamis, 24 September 2026, Kabid Humas Polda Bengkulu Kombes Pol Imam Wijayanto menyatakan pihaknya menyayangkan kericuhan yang terjadi. Ia menyebut aksi awalnya kondusif sebelum berubah ricuh dan berjanji akan mengevaluasi seluruh rangkaian kejadian, termasuk perilaku anggota yang terekam dalam video tersebut. Hingga kini pendalaman masih berlangsung tanpa kejelasan sanksi.
Kasus ini menjadi cermin rapuhnya pembinaan etik di internal kepolisian. Ketika aparat yang seharusnya menjadi penengah justru mengejek rakyatnya sendiri, yang dipertaruhkan bukan hanya disiplin satu bripka, melainkan kepercayaan publik terhadap Polri secara keseluruhan. (*)








































