slot preparation.lsrs.lu

DPR Cecar Kalapas Cibinong Di Senayan: Bapak Jangan Bohong, Mendingan Jujur Terbuka

Redaksi Bara News

- Redaksi

Selasa, 29 September 2026 - 00:27 WIB

50118 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA – Skandal fasilitas mewah di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Cibinong memasuki babak paling memalukan ketika Kepala Lapas itu sendiri dipaksa mengakui kebohongannya di hadapan parlemen. Bukan lagi soal temuan sofa, pendingin ruangan, dan hunian eksklusif bagi narapidana, melainkan soal keberanian seorang pejabat pemasyarakatan mengelabui menteri dan publik dengan skenario sapu bersih barang bukti.

Berdasarkan pantauan, amarah itu meledak dalam Rapat Dengar Pendapat bersama Komisi XIII DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan. Anggota dewan mencecar Kalapas nonaktif Wisnu Hani Putranto dengan pertanyaan telak soal hilangnya fasilitas mewah yang sebelumnya terekam jelas oleh tim Ombudsman RI saat inspeksi mendadak. Kondisi lapas yang viral itu tiba-tiba berubah total menjadi kosong melompong dua hari setelah sidak, tepat sebelum Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Agus Andrianto datang melakukan peninjauan.

Di forum resmi tersebut, yang digelar pada Senin, 28 September 2026, Wisnu yang telah menjabat selama hampir tiga tahun akhirnya mengaku. Ia menyatakan dirinyalah yang memerintahkan pemindahan seluruh perabot mewah dengan dalih barang tersebut bukan inventaris milik negara dan bukan aset kedinasan. Pengakuan itu sekaligus membenarkan kecurigaan publik bahwa ada upaya sistematis menghilangkan jejak setelah temuan Ombudsman mencuat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pernyataan itu langsung disambar keras oleh Anggota Komisi XIII Fraksi PKS Yanuar Arif Wibowo. Ia menilai alasan Kalapas tidak logis dan merupakan bentuk kebohongan institusional. DPR mempertanyakan bagaimana mungkin seorang pimpinan lapas yang bertanggung jawab atas keamanan dan ketertiban tidak mengetahui masuknya barang-barang mewah ke area yang diklaim sebagai rumah dinas pegawai, sementara penanggung jawabnya adalah Kepala Seksi Kamtib di bawah komandonya sendiri.

“Bapak jangan bohong lah, mendingan jujur terbuka di sini. Anda bukan hanya membohongi Pak Menteri, Anda membohongi seluruh rakyat Indonesia,” ujar Yanuar dengan nada tinggi, menegaskan bahwa rekayasa lapangan pasca-sidak adalah manipulasi yang mencederai kepercayaan publik dan tidak bisa dibenarkan.

Kritik keras DPR menjadi relevan karena sebelumnya Inspektur Jenderal Kemenimipas telah menonaktifkan Wisnu bersama empat pejabat struktural lain pada Sabtu, 26 September 2026 sebagai buntut temuan klaster hunian mewah tersebut. Sementara Ombudsman RI menyatakan siap mengungkap seluruh bukti dan dokumentasi perbedaan kondisi lapas sebelum dan sesudah disapu bersih kepada DPR.

Kasus Cibinong kini bukan lagi sekadar pelanggaran disiplin, melainkan cermin retaknya integritas pemasyarakatan. Ketika fasilitas mewah bisa masuk, difasilitasi, lalu dihilangkan atas perintah pimpinan, yang dipertaruhkan bukan hanya wibawa lapas, tetapi wibawa negara dalam menegakkan keadilan tanpa jual beli kemewahan di balik jeruji.  (*)

Berita Terkait

Hasto Kristiyanto Minta Aparat Usut Tuntas Aktor Intelektual di Balik Kasus Penyadapan Presiden
Habiburokhman Minta Kasus Penyadapan Ilegal Terhadap Presiden Prabowo Diusut Tuntas
YUSRIL Sebut Prabowo Tahu Penangkapan Jenderal Listyo, Tegaskan Kasus Penyadapan Ilegal Bukan Makar
Sikap Kritis PDIP terhadap Pemerintahan Prabowo dan Polemik Pemakzulan Wakil Presiden
Bareskrim Polri Tetapkan Kepala Staf Kepresidenan dan Dua Perwira Tinggi Sebagai Tersangka Penyadapan Ilegal
Dugaan Penyadapan Presiden dengan Spyware Canggih Seret Sejumlah Jenderal, Terungkap karena Operator Melapor
Tiga Perwira Tinggi Polri Jadi Tersangka Penyadapan Presiden, Pemerintah Tegaskan Tak Ada Unsur Makar
Bareskrim Tetapkan Tiga Jenderal Polri Tersangka Penyadapan Presiden Prabowo

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 14:36 WIB

Pererat Kedekatan dengan Masyarakat, Kapolres Aceh Tenggara Gelar Kegiatan Kumpul Bersama di Desa Engkeran Simpang Empat

Rabu, 4 November 2026 - 10:17 WIB

LSM KOMPAK Aceh Tenggara Apresiasi Komitmen BPJN Aceh Tangani Ruas Jalan Nasional dan Pembangunan Jembatan Kuning I

Rabu, 4 November 2026 - 03:39 WIB

Mahasiswa Perikanan Dorong Kemandirian Pangan Pesantren Lewat Inovasi Budikdamber

Selasa, 3 November 2026 - 19:35 WIB

Kapolres Aceh Tenggara Pimpin Anev Mingguan Bersama Wakapolres, Perkuat Kesiapan Personel Jaga Kamtibmas Jelang Pilkades 2026

Selasa, 3 November 2026 - 18:48 WIB

Cegah Kebakaran Lahan, Polsek Lawe Sigala-gala Imbau Warga Tidak Membakar Sisa Hasil Panen

Selasa, 3 November 2026 - 17:29 WIB

Edukasi Pengguna Jalan, Satlantas Polres Aceh Tenggara Bagikan Stiker Keselamatan dalam Operasi Patuh Seulawah 2026

Selasa, 3 November 2026 - 15:26 WIB

Proyek Infrastruktur Aceh Tenggara di Ujung Tanduk, Pemerintah Didesak Tak Abaikan Administrasi demi Kejar Tayang Fisik

Selasa, 3 November 2026 - 01:20 WIB

Polsek Bambel Edukasi Pelajar SMP Negeri 1 Bambel, Ingatkan Bahaya Narkoba hingga Perundungan

Berita Terbaru

GAYO LUES

Satgas TMMD Kerjakan Pembuatan Gorong gorong di titik Tiga

Rabu, 4 Nov 2026 - 12:42 WIB