slot preparation.lsrs.lu

Prabowo Klaim Hormati Pakar Usai Komentar Kontroversial soal ‘Saking Pintarnya Jadi Goblok’

Redaksi Bara News

- Redaksi

Sabtu, 26 September 2026 - 08:45 WIB

50241 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA |  Presiden Prabowo Subianto akhirnya memberikan klarifikasi atas pernyataan kerasnya yang sempat menyulut polemik di kalangan akademisi. Presiden menegaskan bahwa dirinya menaruh hormat tinggi kepada para ahli, kendati sebelumnya sempat melontarkan sindiran tajam dengan menyebut sejumlah pakar ‘saking pintarnya jadi goblok’ dalam sebuah pidato politik. Klarifikasi tersebut disampaikan langsung oleh Presiden saat memimpin diskusi panel bersama 22 akademisi dan peneliti di Istana Merdeka pada Kamis, 24 September 2026.

Dalam forum tersebut, Prabowo berupaya meluruskan bahwa kritik atau pernyataannya di hadapan publik sering kali dipelintir oleh pihak tertentu, sehingga menciptakan kesan seolah-olah ia tidak menghargai kepakaran seseorang. Presiden menekankan bahwa dirinya selalu membutuhkan masukan dari para ahli untuk menuntaskan berbagai persoalan bangsa, khususnya terkait pengelolaan lahan gambut yang tiap tahun menjadi langganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Ia beralasan bahwa keberhasilan dirinya sebagai seorang perwira di masa lalu pun berkat kemampuannya dalam mendengarkan nasihat para ahli.

Ketegangan narasi mengenai kepakaran ini bermula ketika Prabowo menyinggung sikap sejumlah pihak yang merasa diri paling ahli saat melayangkan kritik terhadap kebijakan pemerintah pada peringatan HUT ke-28 Partai Amanat Nasional di Jakarta International Convention Center, Jumat, 18 September 2026. Meski kini berupaya mencairkan suasana dengan mengundang para akademisi untuk memberikan solusi ilmiah, Presiden tetap bersikap tegas terhadap regulasi di lapangan. Ia menyoroti adanya Peraturan Daerah (Perda) yang dinilai sebagai celah hukum atau loophole karena memperbolehkan pembakaran lahan hingga dua hektar. Presiden menganggap aturan tersebut sebagai bentuk penipuan yang justru menyulitkan upaya pemadaman saat api merambat luas.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sebagai langkah antisipasi karhutla di masa mendatang, Presiden telah memerintahkan pengerahan sekitar 1.000 perwira dari unsur TNI dan Polri ke berbagai daerah untuk memberikan edukasi langsung kepada masyarakat. Fokus pemerintah kini beralih pada mitigasi fisik yang efektif, seperti pembangunan embung dan penyediaan pompa air secara masif sebelum musim kemarau tiba. Prabowo menekankan bahwa penanganan di lapangan oleh petugas darat tetap menjadi metode paling ampuh dibandingkan sekadar mengandalkan teknologi udara, sembari terus menuntut solusi berbasis sains dari para pakar yang hadir untuk memanfaatkan lahan gambut secara produktif tanpa harus merusak ekosistem. (*)

Berita Terkait

Hasto Kristiyanto Minta Aparat Usut Tuntas Aktor Intelektual di Balik Kasus Penyadapan Presiden
Habiburokhman Minta Kasus Penyadapan Ilegal Terhadap Presiden Prabowo Diusut Tuntas
YUSRIL Sebut Prabowo Tahu Penangkapan Jenderal Listyo, Tegaskan Kasus Penyadapan Ilegal Bukan Makar
Sikap Kritis PDIP terhadap Pemerintahan Prabowo dan Polemik Pemakzulan Wakil Presiden
Bareskrim Polri Tetapkan Kepala Staf Kepresidenan dan Dua Perwira Tinggi Sebagai Tersangka Penyadapan Ilegal
Dugaan Penyadapan Presiden dengan Spyware Canggih Seret Sejumlah Jenderal, Terungkap karena Operator Melapor
Tiga Perwira Tinggi Polri Jadi Tersangka Penyadapan Presiden, Pemerintah Tegaskan Tak Ada Unsur Makar
Bareskrim Tetapkan Tiga Jenderal Polri Tersangka Penyadapan Presiden Prabowo

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 14:36 WIB

Pererat Kedekatan dengan Masyarakat, Kapolres Aceh Tenggara Gelar Kegiatan Kumpul Bersama di Desa Engkeran Simpang Empat

Rabu, 4 November 2026 - 10:17 WIB

LSM KOMPAK Aceh Tenggara Apresiasi Komitmen BPJN Aceh Tangani Ruas Jalan Nasional dan Pembangunan Jembatan Kuning I

Rabu, 4 November 2026 - 03:39 WIB

Mahasiswa Perikanan Dorong Kemandirian Pangan Pesantren Lewat Inovasi Budikdamber

Selasa, 3 November 2026 - 19:35 WIB

Kapolres Aceh Tenggara Pimpin Anev Mingguan Bersama Wakapolres, Perkuat Kesiapan Personel Jaga Kamtibmas Jelang Pilkades 2026

Selasa, 3 November 2026 - 18:48 WIB

Cegah Kebakaran Lahan, Polsek Lawe Sigala-gala Imbau Warga Tidak Membakar Sisa Hasil Panen

Selasa, 3 November 2026 - 17:29 WIB

Edukasi Pengguna Jalan, Satlantas Polres Aceh Tenggara Bagikan Stiker Keselamatan dalam Operasi Patuh Seulawah 2026

Selasa, 3 November 2026 - 15:26 WIB

Proyek Infrastruktur Aceh Tenggara di Ujung Tanduk, Pemerintah Didesak Tak Abaikan Administrasi demi Kejar Tayang Fisik

Selasa, 3 November 2026 - 01:20 WIB

Polsek Bambel Edukasi Pelajar SMP Negeri 1 Bambel, Ingatkan Bahaya Narkoba hingga Perundungan

Berita Terbaru

GAYO LUES

Satgas TMMD Kerjakan Pembuatan Gorong gorong di titik Tiga

Rabu, 4 Nov 2026 - 12:42 WIB