slot preparation.lsrs.lu

Pembiaran Infrastruktur: Nyawa Pengguna Jalan di Aceh Tenggara Dipertaruhkan

Redaksi Bara News

- Redaksi

Minggu, 20 September 2026 - 04:29 WIB

50254 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KUTACANE, dua puluh September dua ribu dua puluh enam — Pengabaian terhadap kerusakan infrastruktur vital di ruas jalan nasional yang menghubungkan Aceh Tenggara menuju Medan kini mencapai titik nadir. Sudah lebih dari empat bulan pascabanjir bandang sembilan Mei dua ribu dua puluh enam, dinding pengaman sejumlah jembatan strategis dibiarkan ambruk dan hancur tanpa sentuhan perbaikan yang berarti.

Dikutip dari Tribun Gayo, kondisi memprihatinkan ini terpampang nyata di wilayah Lawe Tua Makmur dan Lawe Tua Gabungan, Kecamatan Lawe Sigala-gala. Kerusakan serupa juga melumpuhkan keamanan akses di kawasan Suka Makmur, Pasar Puntong di Kecamatan Semadam, hingga Jembatan Kuning di Kecamatan Bambel. Ketiadaan dinding pengaman di sisi jembatan menciptakan lubang maut yang setiap saat mengancam kendaraan terperosok ke dasar sungai yang penuh dengan material bebatuan tajam.

Sikap diam Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh memicu kemarahan publik. Para sopir angkutan umum yang setiap hari bertaruh nyawa di jalur tersebut menilai pemerintah telah abai terhadap keselamatan warga. Dalih mengenai pengusulan anggaran yang masih berjalan dianggap sebagai alasan klasik yang tidak masuk akal, mengingat anggaran perawatan rutin seharusnya menjadi pos wajib yang siap digunakan kapan saja untuk keadaan darurat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pejabat Pembuat Komitmen BPJN Aceh, Jaya Yuliadi, mengakui bahwa perbaikan baru sekadar wacana yang diupayakan tahun ini. Namun, hingga saat ini, lokasi jembatan masih dibiarkan dalam kondisi rusak parah dengan sisa-sisa kayu gelondongan material banjir yang masih berserakan. Ketidaktegasan pihak berwenang dalam memulihkan akses publik ini mencerminkan buruknya manajemen pemeliharaan infrastruktur di daerah, yang kini berujung pada ancaman kecelakaan fatal bagi masyarakat luas. (*)

Berita Terkait

Kapolres Aceh Tenggara Cek Langsung Kesiapan Polsek Lawe Alas melalui Program Polres Kuat
Pererat Kedekatan dengan Masyarakat, Kapolres Aceh Tenggara Gelar Kegiatan Kumpul Bersama di Desa Engkeran Simpang Empat
Kapolsek Bambel Hadiri Penyampaian Visi dan Misi Calon Pengulu Kute
LSM KOMPAK Aceh Tenggara Apresiasi Komitmen BPJN Aceh Tangani Ruas Jalan Nasional dan Pembangunan Jembatan Kuning I
Mahasiswa Perikanan Dorong Kemandirian Pangan Pesantren Lewat Inovasi Budikdamber
Kapolres Aceh Tenggara Pimpin Anev Mingguan Bersama Wakapolres, Perkuat Kesiapan Personel Jaga Kamtibmas Jelang Pilkades 2026
Cegah Kebakaran Lahan, Polsek Lawe Sigala-gala Imbau Warga Tidak Membakar Sisa Hasil Panen
Edukasi Pengguna Jalan, Satlantas Polres Aceh Tenggara Bagikan Stiker Keselamatan dalam Operasi Patuh Seulawah 2026

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 15:27 WIB

Listrik Mati Hidup di Blangkejeren Tak Kunjung Stabil, PLN Pusat Diminta Evaluasi Kinerja Jajaran Bawahannya

Rabu, 4 November 2026 - 13:34 WIB

Ironi Gagal Bayar Puluhan Miliar, BPKK Gayo Lues Malah Bobol Kas Daerah demi Kelebihan Bayar TPK!

Rabu, 4 November 2026 - 12:42 WIB

Satgas TMMD Kerjakan Pembuatan Gorong gorong di titik Tiga

Rabu, 4 November 2026 - 03:15 WIB

Longsor di Tiga Titik Tutup Total Jalan Lintas Kutacane-Blangkejeren, Kendaraan Roda Dua dan Roda Empat Tak Bisa Melintas

Selasa, 3 November 2026 - 15:39 WIB

Normalisasi Sungai Jadi Kunci di Gayo Lues, Jembatan Putus Hambat Evakuasi Warga

Selasa, 3 November 2026 - 15:32 WIB

Ratusan Hektare Sawah di Gayo Lues Kembali Panen Pascabencana Banjir 2025

Selasa, 3 November 2026 - 15:19 WIB

Pemkab Gayo Lues Kebut Penyerapan Dana TKD untuk Pemulihan Infrastruktur Pascabencana

Selasa, 3 November 2026 - 15:14 WIB

Pemkab Gayo Lues Berpacu dengan Waktu di Tengah Keterbatasan Anggaran untuk Pulihkan Infrastruktur Pascabencana

Berita Terbaru