ACEH TENGGARA, 19 September 2026 – Menteri Pekerjaan Umum (PU) Republik Indonesia, Dodi Hanggodo, memastikan akan melakukan langkah perbaikan infrastruktur secara permanen untuk menanggulangi persoalan banjir yang kerap melumpuhkan akses transportasi di Kabupaten Aceh Tenggara. Keputusan ini diambil setelah pihaknya melakukan peninjauan langsung terhadap kondisi badan jalan nasional yang menghubungkan Provinsi Aceh dan Sumatera Utara, khususnya di wilayah Desa Kuning, Kecamatan Bambel, pada Kamis (17/9).
Dalam kunjungannya, Menteri Dodi menyaksikan langsung kondisi genangan air sedalam 10 hingga 15 sentimeter yang merendam badan jalan nasional. Fenomena banjir yang terjadi secara berulang ini dipicu oleh pendangkalan sungai yang menyebabkan debit air meluap dan menyumbat area jembatan saat hujan turun dengan intensitas tinggi. Kondisi ini membuat mobilitas masyarakat dan arus distribusi barang antarprovinsi sering terhambat.
Sebagai solusi jangka panjang, Kementerian Pekerjaan Umum berkomitmen untuk membangun jembatan layang atau flyover di titik rawan tersebut. Pembangunan ini dinilai menjadi langkah krusial mengingat karakteristik tanah di lokasi yang mengalami penurunan, sementara debit air sungai cenderung meningkat dari tahun ke tahun. Pemerintah pusat pun meminta dukungan dari pemerintah daerah serta aparat setempat untuk membantu proses perancangan hingga tahap pembebasan lahan agar proyek tersebut dapat segera direalisasikan.
Sembari menunggu persiapan teknis pembangunan jembatan layang, Kementerian PU melalui Balai Wilayah Sungai akan melakukan langkah penanganan sementara. Fokus utama dari tindakan tersebut adalah normalisasi sungai dengan mengeruk sedimentasi yang menjadi penyebab utama pendangkalan. Upaya stabilisasi aliran air ini diharapkan dapat mengurangi risiko banjir susulan sehingga akses transportasi nasional tetap terjaga (*)kelancarannya.








































