slot preparation.lsrs.lu

Jalan Nasional di Aceh Tenggara Kerap Lumpuh, Menteri PU Janji Bangun Flyover

Redaksi Bara News

- Redaksi

Sabtu, 19 September 2026 - 05:33 WIB

50248 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ACEH TENGGARA – Akses jalan nasional yang menghubungkan wilayah Aceh dan Sumatera Utara di Kabupaten Aceh Tenggara kembali menjadi sorotan tajam setelah terus-menerus lumpuh akibat banjir. Menteri Pekerjaan Umum, Dodi Hanggodo, yang meninjau langsung lokasi bencana di Desa Kuning, Kecamatan Bambel, pada Kamis (17/9/2026), mengakui bahwa infrastruktur di titik tersebut gagal berfungsi saat debit sungai meluap.

Kondisi memprihatinkan terlihat jelas saat air dengan kedalaman 10 hingga 15 sentimeter merendam badan jalan utama. Pendangkalan sungai yang terjadi secara masif diduga menjadi biang keladi penyumbatan aliran, yang memicu air meluap dan menutup akses vital transportasi antarprovinsi. Masalah yang berulang ini seolah menjadi bukti lemahnya pemeliharaan infrastruktur serta minimnya mitigasi bencana yang komprehensif di kawasan tersebut.

Menanggapi situasi yang kian mendesak, Menteri PU menjanjikan solusi jangka panjang berupa pembangunan jembatan layang atau flyover di titik rawan banjir tersebut. Pembangunan ini dinilai menjadi satu-satunya jalan keluar karena elevasi tanah yang kian menurun sementara intensitas luapan air terus meningkat setiap tahunnya. Meski demikian, rencana ini masih menyisakan pertanyaan besar terkait timeline pelaksanaan serta efektivitas pembebasan lahan yang kerap menjadi kendala birokrasi di lapangan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sebagai langkah darurat sembari menunggu proses perancangan teknis flyover, Balai Wilayah Sungai diperintahkan untuk segera melakukan normalisasi dan pengerukan sedimentasi sungai. Namun, langkah pengerukan ini dikhawatirkan hanya bersifat tambal sulam jika tidak dibarengi dengan penataan lingkungan hulu yang lebih ketat. Masyarakat kini menagih komitmen nyata pemerintah untuk tidak sekadar memberikan janji pembangunan, melainkan memastikan akses mobilitas warga dan logistik nasional tidak lagi terputus setiap kali musim hujan tiba. (*)

Berita Terkait

Kapolres Aceh Tenggara Cek Langsung Kesiapan Polsek Lawe Alas melalui Program Polres Kuat
Pererat Kedekatan dengan Masyarakat, Kapolres Aceh Tenggara Gelar Kegiatan Kumpul Bersama di Desa Engkeran Simpang Empat
Kapolsek Bambel Hadiri Penyampaian Visi dan Misi Calon Pengulu Kute
LSM KOMPAK Aceh Tenggara Apresiasi Komitmen BPJN Aceh Tangani Ruas Jalan Nasional dan Pembangunan Jembatan Kuning I
Mahasiswa Perikanan Dorong Kemandirian Pangan Pesantren Lewat Inovasi Budikdamber
Kapolres Aceh Tenggara Pimpin Anev Mingguan Bersama Wakapolres, Perkuat Kesiapan Personel Jaga Kamtibmas Jelang Pilkades 2026
Cegah Kebakaran Lahan, Polsek Lawe Sigala-gala Imbau Warga Tidak Membakar Sisa Hasil Panen
Edukasi Pengguna Jalan, Satlantas Polres Aceh Tenggara Bagikan Stiker Keselamatan dalam Operasi Patuh Seulawah 2026

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 15:27 WIB

Listrik Mati Hidup di Blangkejeren Tak Kunjung Stabil, PLN Pusat Diminta Evaluasi Kinerja Jajaran Bawahannya

Rabu, 4 November 2026 - 13:34 WIB

Ironi Gagal Bayar Puluhan Miliar, BPKK Gayo Lues Malah Bobol Kas Daerah demi Kelebihan Bayar TPK!

Rabu, 4 November 2026 - 12:42 WIB

Satgas TMMD Kerjakan Pembuatan Gorong gorong di titik Tiga

Rabu, 4 November 2026 - 03:15 WIB

Longsor di Tiga Titik Tutup Total Jalan Lintas Kutacane-Blangkejeren, Kendaraan Roda Dua dan Roda Empat Tak Bisa Melintas

Selasa, 3 November 2026 - 15:39 WIB

Normalisasi Sungai Jadi Kunci di Gayo Lues, Jembatan Putus Hambat Evakuasi Warga

Selasa, 3 November 2026 - 15:32 WIB

Ratusan Hektare Sawah di Gayo Lues Kembali Panen Pascabencana Banjir 2025

Selasa, 3 November 2026 - 15:19 WIB

Pemkab Gayo Lues Kebut Penyerapan Dana TKD untuk Pemulihan Infrastruktur Pascabencana

Selasa, 3 November 2026 - 15:14 WIB

Pemkab Gayo Lues Berpacu dengan Waktu di Tengah Keterbatasan Anggaran untuk Pulihkan Infrastruktur Pascabencana

Berita Terbaru