slot preparation.lsrs.lu

Petani Tiga Kecamatan Keluhkan Listrik Sering Padam, DTPHP Nagan Raya Diminta Cari Solusi

Redaksi

- Redaksi

Senin, 14 September 2026 - 22:30 WIB

50360 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_131072

Oplus_131072

SUKA MAKMUE — Ratusan masyarakat petani dari tiga kecamatan di Kabupaten Nagan Raya, yakni Kecamatan Seunagan, Seunagan Timur, dan Beutong, menyampaikan keluhan terkait gangguan pasokan listrik yang dinilai semakin menghambat aktivitas pertanian, khususnya proses pengolahan gabah di kilang padi.

Keluhan tersebut disampaikan kepada Pemerintah Kabupaten Nagan Raya melalui Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan (DTPHP).

Para petani berharap persoalan pemadaman listrik yang terjadi berulang kali segera mendapat perhatian serius, karena dampaknya tidak hanya dirasakan rumah tangga, tetapi juga menyentuh langsung roda perekonomian masyarakat tani.
Kondisi tersebut menjadi semakin berat ketika hujan turun.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Gabah yang telah dipanen membutuhkan penanganan dan pengeringan yang cepat agar tidak mengalami penurunan kualitas. Namun, ketika listrik padam, aktivitas pengolahan di kilang padi ikut terhenti.
Sejumlah petani mengaku harus menunggu hingga aliran listrik kembali normal.

Situasi ini dikhawatirkan dapat menyebabkan keterlambatan pengolahan gabah dan meningkatkan risiko kerusakan maupun penurunan mutu hasil panen.

Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan (DTPHP) Kabupaten Nagan Raya, Marzuki, S.E., saat dikonfirmasi media ini, Senin (14/9/2026), membenarkan adanya keluhan masyarakat terkait kondisi tersebut.

“Gara-gara listrik sering padam, padi petani menjadi terkendala untuk diproses di kilang.

Kondisinya semakin sulit ketika hujan, karena padi membutuhkan penanganan dan pengeringan agar kualitasnya tetap terjaga,” ujar Marzuki.

Menurut Marzuki, persoalan listrik tidak semata-mata menyangkut kenyamanan masyarakat, tetapi juga berkaitan erat dengan aktivitas ekonomi petani.

Jika proses pengolahan gabah terganggu, maka dampaknya dapat merembet pada pendapatan dan keberlangsungan usaha masyarakat yang menggantungkan hidup dari sektor pertanian.

Petani Minta Persoalan Jangan Dianggap Sepele

Keluhan para petani ini diharapkan tidak berhenti sebatas menjadi laporan masyarakat.

Pemerintah daerah bersama pihak terkait perlu mendorong adanya solusi konkret agar persoalan pemadaman listrik tidak terus berulang dan mengganggu sektor pertanian.
Petani membutuhkan kepastian, bukan sekadar menunggu listrik menyala kembali.

Terlebih pada masa panen, keberadaan listrik menjadi salah satu faktor penting bagi kilang padi dalam menjalankan proses pengolahan gabah.

Gangguan yang terjadi berulang kali berpotensi menimbulkan kerugian apabila gabah tidak dapat segera ditangani.

Karena itu, pemerintah daerah diharapkan dapat menyampaikan aspirasi masyarakat petani kepada pihak penyedia listrik agar dilakukan evaluasi terhadap kondisi jaringan dan pelayanan listrik di wilayah yang terdampak.

Jangan Sampai Petani Sudah Panen, Tetapi Kesulitan Mengolah Hasilnya

Persoalan ini menjadi perhatian serius karena perjuangan petani tidak berhenti ketika padi berhasil dipanen. Setelah berbulan-bulan mengeluarkan tenaga, biaya, dan waktu, petani masih harus menghadapi tantangan dalam proses pengolahan hasil panen.

Jangan sampai petani berhasil memanen padi, tetapi justru kesulitan mengolahnya akibat pasokan listrik yang tidak stabil. Masyarakat berharap ada langkah nyata dan koordinasi lintas pihak untuk mencari jalan keluar.

Pemerintah daerah diharapkan dapat menjadi jembatan antara petani, pengusaha kilang padi, dan pihak penyedia listrik sehingga kebutuhan sektor pertanian dapat memperoleh perhatian yang semestinya.

Marzuki menegaskan bahwa pihaknya akan memperhatikan aspirasi masyarakat dan mendorong agar persoalan tersebut dapat dicarikan solusi. Bagi petani, listrik bukan sekadar penerangan.

Listrik adalah bagian dari urat nadi kegiatan ekonomi mereka. Ketika listrik terganggu, aktivitas pertanian dan pengolahan hasil panen pun ikut tersendat. (*)

Berita Terkait

Pemkab Nagan Raya Luncurkan Aplikasi Simpadu Nara, Permudah Pengajuan Dana Desa untuk 222 Gampong
LSM ABA Dukung Kapolri Usut Tuntas Dugaan Penyadapan Presiden, Suryadi: Jangan Ada yang Kebal Hukum!
Pererat Kemitraan dengan Forkopimda dan Lintas Sektor, PWI Nagan Raya Gelar Makan Siang Bersama
Gampong Gunong Geulogo Gelar Rembuk Stunting 2026, Perkuat Komitmen Percepatan Penurunan Stunting
DPMGP4 Nagan Raya Luncurkan Sosialisasi SIMPADU-NARA, Pengajuan Dana Desa Kini Lebih Mudah dan Transparan
Kapolres Nagan Raya Berikan Penghargaan kepada 63 Personel Berprestasi, Apresiasi Dedikasi dan Kinerja dalam Pelaksanaan Tugas
Bupati TRK Tinjau Kesiapan Bandara Cut Nyak Dhien, Persiapan Sambut Kedatangan Presiden Prabowo Capai 85 Persen
Polres Nagan Raya Bersama BNN Temukan dan Musnahkan Ladang Ganja Seluas 20 Hektare di Kawasan Pegunungan

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 15:27 WIB

Listrik Mati Hidup di Blangkejeren Tak Kunjung Stabil, PLN Pusat Diminta Evaluasi Kinerja Jajaran Bawahannya

Rabu, 4 November 2026 - 13:34 WIB

Ironi Gagal Bayar Puluhan Miliar, BPKK Gayo Lues Malah Bobol Kas Daerah demi Kelebihan Bayar TPK!

Rabu, 4 November 2026 - 12:42 WIB

Satgas TMMD Kerjakan Pembuatan Gorong gorong di titik Tiga

Rabu, 4 November 2026 - 03:15 WIB

Longsor di Tiga Titik Tutup Total Jalan Lintas Kutacane-Blangkejeren, Kendaraan Roda Dua dan Roda Empat Tak Bisa Melintas

Selasa, 3 November 2026 - 15:39 WIB

Normalisasi Sungai Jadi Kunci di Gayo Lues, Jembatan Putus Hambat Evakuasi Warga

Selasa, 3 November 2026 - 15:32 WIB

Ratusan Hektare Sawah di Gayo Lues Kembali Panen Pascabencana Banjir 2025

Selasa, 3 November 2026 - 15:19 WIB

Pemkab Gayo Lues Kebut Penyerapan Dana TKD untuk Pemulihan Infrastruktur Pascabencana

Selasa, 3 November 2026 - 15:14 WIB

Pemkab Gayo Lues Berpacu dengan Waktu di Tengah Keterbatasan Anggaran untuk Pulihkan Infrastruktur Pascabencana

Berita Terbaru